17 April 2019

Produksi Air Liur Berlebih Saat Puasa, Ini 7 Cara Mengatasinya

Produksi Air Liur Berlebih Saat Puasa, Ini 7 Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami kondisi air liur berlebih saat puasa? Hmm, barangkali kamu mengidap kondisi yang disebut dengan hipersalivasi. Umumnya, kondisi ini hanya bersifat sementara dan jarang mengindikasikan gangguan kesehatan yang serius.

Kelenjar ludah sendiri pada dasarnya memproduksi sekitar 0.5 Liter–1.5 Liter liur per harinya. Tapi, kita biasanya enggak menyadari hal tersebut, karena proses menelan liur berlangsung hampir tanpa disadari. Nah, pada saat puasa bisa jadi produksi tersebut berlangsung seperti biasa, atau malah cenderung berkurang. Namun, ada kalanya produksi air liur berlebih saat puasa.

Baca juga: 3 Penyebab Bayi Banyak Mengeluarkan Air Liur dan Cara Mengatasinya

Hipersalivasi sendiri merupakan kondisi yang diakibatkan oleh produksi cairan saliva yang terlalu banyak. Alhasil, air liur dapat keluar dengan sendirinya tanpa disadari. Lalu, bagaimana sih cara mengatasi air liur berlebih saat puasa?

Tips Mengatasi Hipersalivasi saat Puasa

Air liur berlebih saat puasa memang bisa mengganggu ibadah tersebut. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal ini. Misalnya:

  • Hindari langsung berbaring setelah makan saat berbuka atau sahur, berilah jarak sekitar dua jam.

  • Batasi konsumsi makanan pedas dan asam, kedua makan tersebut bisa merangsang pertambahan jumlah liur.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.

  • Cobalah untuk mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit, tapi sering.

  • Hindari merokok.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Jaga higienes mulut dan gigi.

Sebenarnya, untuk mengatasi air liur berlebih saat puasa atau hipersalivasi, penyebab pastinya harus diketahui terlebih dahulu. Karena itu, sebaiknya kita perlu menemui dokter atau dokter spesialis penyakit dalam untuk mendiskusikan masalah tersebut. Di sini dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari penyebab dan menentukan cara penanganannya.

Baca juga: Ludah Menyembuhkah Luka, Benarkah?

Contohnya, bila air liur berlebih saat puasa atau hipersalivasi berkaitan dengan masalah infeksi atau gigi berlubang, maka sebaiknya segeralah temui dokter gigi.

Selain itu, hipersalivasi dapat ditangani dengan obat yang mengandung glycopyrrolate dan scopolamine. Kedua obat ini bekerja sebagai penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva. Alhasil mulut akan lebih sedikit memproduksi saliva.

Awasi Penyebabnya

Air liur sebenarnya memiliki peran penting dalam sistem pencernaan. Air liur mengandung enzim yang bisa membantu proses mencerna makanan. Lalu, apa sih yang menyebabkan hipersalivasi? Kondisi ini bisa disebabkan oleh penyebab fisiologis (normal) atau penyebab yang patologis (penyakit tertentu).

Nah, berikut beberapa penyebabnya:

    • Kehamilan.

    • Sariawan.

    • Penyakit refluks asam lambung (GERD).

    • Infeksi di daerah mulut atau tenggorokan.

    • Terpapar racun.

    • Cedera atau trauma pada rahang.

    • Menggunakan gigi palsu.

    • Infeksi serius, seperti tuberkulosis dan rabies.

    • Mengonsumsi obat penenang.

Baca juga: Bukan Karena Puasa, Ini Alasan Bau Mulut Makin Menjadi

Yang perlu digarisbawahi, bila produksi air liur berlebih saat puasa atau hipersalivasi terus berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!