Ini Prosedur Diagnosis yang Dilakukan Dokter Spesialis Paru

Ini Prosedur Diagnosis yang Dilakukan Dokter Spesialis Paru

Halodoc, Jakarta - Dalam menangani begitu banyaknya jenis penyakit dalam tubuh manusia, dokter terbagi menjadi berbagai spesialisasi. Salah satu jenis dokter spesialis yang akan dibahas lebih lanjut kali ini adalah dokter spesialis paru. Seperti namanya, dokter spesialis paru adalah dokter ahli yang menangani penyakit dan berbagai gangguan pada paru-paru.

Penyakit paru adalah suatu gangguan pernapasan yang cukup umum dijumpai. Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari genetik, infeksi, risiko pekerjaan, maupun kebiasaan merokok. Nah, tugas utama dokter spesialis paru adalah mendiagnosis dan menentukan jenis pengobatan yang tepat untuk berbagai masalah pada sistem pernapasan.

Dokter spesialis paru bisa bekerja secara mandiri dengan membuka praktek pribadi atau bekerja di suatu rumah sakit, khususnya di unit perawatan intensif.

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Paru yang Umum Terjadi

Penyakit Apa Saja yang Bisa Ditangani?

Ada cukup banyak gejala yang bisa muncul ketika paru-paru mengalami gangguan. Mulai dari batuk yang tak kunjung sembuh, sesak napas, hingga batuk berdarah. Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Pada keadaan tertentu, dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis paru.

Beberapa contoh penyakit yang bisa ditangani oleh dokter spesialis paru adalah:

1. Asma

Penyakit asma terjadi akibat adanya peradangan pada saluran pernapasan dan membuat pengidapnya mengalami sesak napas dan mengi (napas berbunyi). Gejala asma bisa muncul karena pengaruh infeksi, polusi, atau karena alergi.

2. Pneumonia

Dikenal juga dengan sebutan ‘paru-paru basah’ pneumonia adalah penyakit infeksi pada paru-paru yang menyebabkan pengidapnya mengalami batuk, sesak napas, dan demam. Kondisi ini lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak, lanjut usia, atau mereka yang sistem sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Baca juga: Inilah 6 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

3. Penyakit Paru Interstisial

Penyakit paru interstisial merupakan istilah medis untuk menjelaskan sekelompok masalah paru-paru yang memengaruhi jaringan paru. Gangguan pada jaringan ini dapat merusak struktur dan fungsi paru.

4. Bronkitis

Bronkitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di saluran pernapasan karena adanya infeksi atau paparan polusi, seperti asap rokok, dalam jangka panjang. Penyakit ini membuat pengidapnya mengalami batuk-batuk yang disertai dengan dahak berwarna kuning, abu-abu, atau hijau.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit paru-paru jangka panjang yang menggambarkan bronkitis kronik dan emfisema. Pengidap penyakit ini umumnya akan mengalami batuk berdahak dan sesak napas dalam waktu yang lama karena penyumbatan di saluran pernapasan.

6. Penyakit Paru Okupasional

Penyakit ini terjadi ketika pengidapnya menghirup zat iritan tertentu seperti debu, bahan kimia, dan asap secara berlebihan karena risiko pekerjaan. Zat-zat yang dihirup itu menyebabkan paru-paru terganggu dan tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Dokter spesialis paru juga menangani berbagai penyakit dan gangguan pada organ paru lainnya, seperti tumor paru, emboli paru, efusi pleura, tuberkulosis, pneumotoraks, pembengkakan paru, dan gagal napas.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Lakukan Rontgen Paru-Paru

Cara Dokter Spesialis Paru Mendiagnosis Penyakit

Tidak hanya mengobati penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, dokter spesialis paru juga memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan dan prosedur medis yang berkaitan dengan paru-paru dan sistem pernapasan. Prosedur medis yang biasa mereka lakukan adalah:

  • Tes fungsi paru, untuk mengetahui seberapa baik kinerja paru-paru.

  • Bronkoskopi, untuk memeriksa saluran pernapasan dan melihat kemungkinan adanya masalah pada trakea, tenggorokan, atau laring.

  • Uji oksimetri nadi, untuk melihat tingkat saturasi oksigen di dalam darah.

  • Thoracocentesis, untuk mengeluarkan cairan atau udara dari dalam paru-paru.

  • Sleep study, untuk mendiagnosis gangguan tidur seperti apnea tidur.

  • Biopsi pada pleura dan paru, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut.

  • Lobektomi, untuk mengangkat salah satu lobus paru-paru.

  • USG dada, untuk memeriksa dan melihat struktur organ pernapasan.

  • Manajemen jalan napas dan trakeostomi, untuk mengamankan jalan napas dan memastikan fungsi pernapasan dapat berjalan dengan baik.

Itulah sedikit penjelasan tentang dokter spesialis paru. Jika kamu mengalami gangguan paru atau pernapasan, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter spesialis paru di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!