Prosedur Transplantasi Wajah yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Prosedur Transplantasi Wajah yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta –  Transplantasi wajah adalah sebuah prosedur medis yang dilakukan untuk seseorang yang mengalami kerusakan wajah parah. Biasanya prosedur transplantasi wajah dilakukan dengan mengganti keseluruhan ataupun sebagian wajah dengan jaringan donor dari pendonor.

Transplantasi wajah adalah operasi kompleks yang membutuhkan jangka waktu lama sampai berbulan-bulan dan melibatkan perencanaan dengan tim bedah. Tidak semua rumah sakit bisa melakukan transplantasi wajah karena sangat berisiko tinggi.

Akan ada analisis dan prediksi mengenai sistem kekebalan tubuh pasien dalam merespons jaringan baru. Pada situasi tertentu, dibutuhkan konsumsi obat untuk mengurangi penolakan tubuh terhadap jaringan yang baru dicangkokkan ke dalam tubuh. Untuk mengetahui prosedur transplantasi wajah lebih jelas lagi simak beberapa uraian berikut ini ya.

 

Kenapa dilakukan?

Transplantasi wajah bukan hanya sekadar persoalan estetika tetapi juga kenyamanan bersosial dan memulihkan fungsi diri akibat kerusakan parah pada bagian-bagian wajah. Karena itu transplantasi wajah dilakukan untuk mendukung kemampuan fungsional seperti mengunyah, menelan, berbicara, dan bernapas melalui hidung.

Transplantasi wajah sangat berisiko, tercatat sejak tahun 2004 hingga 2015, sekitar 30 orang di dunia melakukan transplantasi wajah dan tiga diantaranya meninggal dunia karena penolakan tubuh pada jaringan baru yang ditanam di tubuhnya.

Efek samping obat, operasi lanjutan, kunjungan rutin ke rumah sakit untuk menghindari kemungkinan komplikasi ada keharusan yang dilakukan buat seseorang yang melakukan transplantasi wajah.

Pasien yang menjalani transplantasi wajah bisa mengalami beberapa kali penolakan sehingga dokter harus mengganti jenis obat. Penolakan tubuh inilah yang seringnya menyebabkan kematian. Pembengkakan dan perubahan warna kulit adalah sebagian kecil dari tanda kalau tubuh menolak jaringan baru tersebut. (Baca juga: Bedanya Transplantasi Wajah dan Operasi Plastik)

 

Risiko yang Mengiringi

Nah, biasanya jenis pengobatan yang diberikan dokter supaya tubuh tidak melakukan penolakan adalah dengan melemahkan sistem imun tubuh. Efek sampingnya, ketika tubuh mulai beradaptasi dengan jaringan baru, ada risiko tubuh rentan terkena penyakit karena kekebalan yang menurun. Infeksi, kerusakan ginjal, diabetes bahkan kanker adalah penyakit baru yang bisa saja muncul bagi pasien yang menjalani transplantasi wajah.

Biasanya sebelum menjalani prosedur transplantasi wajah, dokter akan menjelaskan pertimbangan-pertimbangan dan meminta komitmen untuk melakukan perawatan lebih lanjut setelah transplantasi wajah. Dokter juga menjelaskan manfaat apa yang diperoleh, pilihan perawatan lain seperti proses rekonstruksi wajah konvensional, serta detail-detail lainnya.

Ketika komitmen sudah disetujui pasien yang melakukan transplantasi wajah haruslah memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

  • Memiliki cacat wajah yang parah.
  • Kehilangan fungsi wajah seperti mengunyah dan bernapas.
  • Menjalani pemeriksaan X-Ray, CT, MRI scan, tes darah dan kesehatan fisik lainnya.
  • Menjalani evaluasi kesehatan mental, emosional, kemampuan mengatasi masalah, seberapa jauh dukungan orang terdekat sampai kemampuan mengelola diri pascatransplantasi wajah.
  • Tidak memiliki riwayat mengidap syaraf kronis.
  • Tidak hamil.
  • Tidak memiliki masalah kesehatan serius seperti sakit jantung atau diabetes.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang dan merokok.

Ketika pasien sudah memenuhi kriteria di atas biasanya tim bedah akan melakukan pencocokan dengan donor, diantaranya kecocokan jenis jaringan, warna kulit, usia yang sebanding antara pendonor dan penerima, ukuran wajah serta kapan waktu yang tepat untuk melakukan transplantasi.

Prosedur transplantasi wajah adalah sesuatu yang kompleks dan membutuhkan waktu lama untuk memutuskan apakah operasi ini bisa dilakukan atau tidak. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai prosedur transplantasi wajah, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.