24 July 2018

Psikopat Adalah Salah Satu Penyakit Mental?

ciri-ciri psikopat, penyebab psikopat, psikopat

 

Halodoc, Jakarta - Karakter psikopat biasanya kamu ketahui hanya ada di film-film luar negeri, semisal film Gone Girl (2014) yang menampilkan seorang karakter bernama Anny Dunne. Awalnya tokoh Anny ini terlihat sangat baik dan menggambarkan sosok istri idaman. Namun siapa sangka, dia justru tega memutarbalikkan fakta dan membuat suaminya sendiri dituduh melakukan kekerasan padanya. Namun, apakah karakter psikopat seperti Anny Dunne benar-benar ada di kehidupan nyata?

Istilah psikopat sebetulnya bukan hal yang bisa kamu gunakan sembarangan, sebab psikopat (dan sosiopat) adalah kondisi psikologis serius yang tercakup ke dalam gangguan kepribadian antisosial. Pada awal 1800-an, dokter yang bertugas mengurus pasien dengan gangguan mental mulai memperhatikan bahwa beberapa pasien mereka yang tampak normal dari luar ternyata memiliki apa yang mereka sebut sebagai "kebobrokan moral" atau "kegilaan moral". Maksudnya adalah mereka tidak memiliki rasa etika atau menghargai hak orang lain.

Istilah "psikopat" pertama kali diterapkan pada orang-orang semacam ini sekitar tahun 1900 dan kemudian diubah menjadi "sosiopat" pada 1930-an untuk menekankan kerusakan yang mereka lakukan terhadap masyarakat. Saat ini para peneliti telah kembali menggunakan istilah "psikopat." Beberapa dari mereka menggunakan istilah “psikopat” untuk merujuk pada gangguan yang lebih serius, terkait dengan sifat-sifat genetik yang menghasilkan individu lebih berbahaya, sambil terus menggunakan "sosiopat" untuk merujuk pada orang yang kurang berbahaya.

Baca juga: 6 Tips Jitu Atasi Anak Introvert

Penyebab Psikopat

Sebuah peneliti telah membagi tipe psikopat menjadi dua jenis, yaitu "psikopat primer," yang diakibatkan oleh genetik dan ditandai dengan kurangnya tanggapan emosi, kurangnya kecemasan dan tinggi di gejala narsisistik. Pada tipe imi terdapat dasar genetik kuat sehingga trauma masa kecil bukan faktor yang memunculkan gangguan. Jenis yang kedua adalah "psikopat sekunder," yang ditandai dengan individu yang reaktif, ditunjukkan dengan ketidakmampuan mengelola emosi sehingga meledak-meledak dan sering merasa cemas. Tipe ini terkait erat dengan pola asuh orangtua atau lingkungan yang salah dan trauma pada masa kecil. Selain itu biasanya tipe ini tumbuh dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis yang meliputi pelecehan, penelantaran anak, perkelahian orangtua, dan orangtua yang kecanduan alkohol. Dalam banyak kasus pun, psikopat lebih sering ditemukan pada kaum pria dibandingkan wanita.

Ciri-Ciri Psikopat

Dalam dunia medis, dokter tidak pernah secara resmi mendiagnosis seseorang sebagai psikopat. Mereka lebih sering dijuluki sebagai gangguan kepribadian antisosial. Nah, berikut ini adalah ciri-ciri psikopat yang wajib kamu ketahui:

  • Tidak akan merasa bersalah jika melakukan kesalahan.
  • Tidak memiliki hati nurani, sehingga setiap perbuatannya cenderung merugikan orang lain.
  • Terlalu percaya diri.
  • Jarang menunjukkan emosi, terutama rasa malu atau bersalah.
  • Tidak bertanggung jawab atau justru menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya sendiri.
  • Tidak bisa memahami kata-kata yang abstrak atau bermetafora.
  • Sering dan sangat pandai berbohong.
  • Tidak memiliki rencana masa depan.
  • Tidak mawas diri.
  • Pandai memanipulasi orang, sehingga sering terjerat masalah hukum karena tindakannya.
  • Sangat egois.
  • Gejalanya dimulai saat masih anak-anak dan kemudian menjadi kian jelas saat memasuki usia 20 hingga 30. Saat masih anak-anak, mereka kerap menyiksa hewan, tidak mudah bergaul, menjadi pelaku bullying dan prestasi sekolah yang sangat buruk.

Baca juga: Masalah Perkawinan yang Memengaruhi Psikis Anak

Penderita gangguan kejiwaan antisosial ini hampir tidak pernah merasa perlu untuk ke dokter dan mengonsultasikan tentang apa yang ia alami. Oleh sebab itu, jika ciri-ciri psikopat di atas dialami oleh orang terdekat kamu, bujuklah dirinya untuk mengonsultasikan masalah kesehatan psikisnya. Kamu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk mengonsultasikan masalah tersebut! Hubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!