• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Puasa Antilemas, Pastikan Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini

Puasa Antilemas, Pastikan Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Puasa saat masih pagi hari mungkin masih semangat. Begitu menjelang siang, puasa bisa jadi tantangan tersendiri. Karena biasanya menjelang siang tubuh terasa lemas dan tidak bersemangat. Inilah waktu-waktu krusial dan mengganggu fokus puasa. Bisa-bisa yang terbayang cuma makanan dan minuman saja. 

Selain karena haus dan lapar, kuncian berpuasa sebenarnya adalah keinginan dan keyakinan dalam diri. Jika kamu orang yang sehat, terkadang rasa lemas hanya sugesti belaka. Maka itu, kumpulkan niat untuk bisa tetap produktif dan tidak lemas saat puasa. Di samping itu, persiapan ketahanan tubuh dengan konsumsi makanan berikut supaya tubuh tidak lemas. 

Baca juga: 6 Tips Cegah Lemas dan Lesu Saat Puasa

1. Makanan Mengandung Karbohidrat Kompleks

Dibanding nasi putih atau mie yang mengandung karbohidrat sederhana, kamu bisa beralih pada nasi merah, roti gandung, biji-bijian utuh, atau oatmeal yang merupakan karbohidrat kompleks.  

Makanan mengandung karbohidrat kompleks memiliki gula dengan rantai yang lebih panjang sehingga membutuhkan waktu cerna lebih lama. Dengan begitu, pasokan energi di perut kamu lebih awet bertahan, sehingga tidak mudah lemas.

2. Makanan Mengandung Lemak Baik

Tidak semua lemak berdampak buruk untuk kesehatan. Ada juga jenis lemak baik yang dapat menunjang kesehatan tubuh luar dan dalam. Kamu dapat memilih makanan yang memiliki kandungan lemak baik, seperti alpukat dan kacang-kacangan. 

Makanan ini akan mengusir rasa lemas dan lelah dari tubuh. Untuk mendapatkan manfaatnya, alpukat sangat baik untuk disajikan tanpa tambahan apapun. Sedangkan kacang-kacangan bisa kamu sajikan dengan cara direbus atau dikukus sebelumnya. 

Baca juga: Ini 5 Asupan Penting yang Harus Ada saat Puasa

3. Minuman Mengandung Kafein

Ada saatnya tubuh memerlukan kafein agar bisa semangat kembali. Maka itu, kamu bisa mengonsumsi asupan yang mengandung kafein seperti kopi atau teh, asalkan tidak berlebihan, khususnya saat berbuka puasa. 

Kafein bermanfaat sebagai stimulan yang mampu meningkatkan produktivitas hormon adrenalin, sehingga kamu akan merasa semangat lagi. Hindari konsumsi kafein menjelang waktu tidur, karena ini akan mengganggu tidur. Yang ada kamu malah susah bangun sahur, atau malah gagal sahur. Tentu ini justru membuat tubuh semakin lemas. 

4. Makanan Mengandung Protein

Protein berfungsi mengatur pelepasan energi, selain itu ia juga berperan penting dalam pembentukan hormon, pertumbuhan sel dan otot. Kamu bisa mendapatkan protein dari daging, telur, ikan, kacang kedelai, keju, atau susu, supaya tubuh terasa kuat. Namun, ingat untuk membatasi porsi yang tidak berlebihan, ya!

5. Konsumsi Banyak Cairan

Cairan bekerja sebagai pengontrol suhu tubuh melalui keringat, menggerakan makanan melalui usus, dan memberi pelumas untuk melindungi otot dan sendi. Cairan juga merupakan unsur penting dalam produksi molekul energi. 

Ketika kamu dehidrasi selama puasa, tubuh akan terasa lemas. Untuk mengatasi hal ini, kamu tidak boleh melewatkan minum air putih atau jus buah ketika berbuka puasa. Selain itu, mengonsumsi buah yang mengandung banyak air bisa jadi pilihan, misalnya semangka atau melon.

Baca juga: Perut Mendadak Panas Saat Puasa, Harus Apa?

Hal yang tidak kalah penting untuk diingat, pada bulan Ramadan kamu diharuskan bangun untuk sahur sebelum menjalankan puasa. Bangun sahur tentunya berpotensi merusak jam tidur pada hari biasa. Karena itu, sebaiknya hilangkan kebiasaan begadang di bulan Ramadan ini. Sebab, tidur yang terlalu sedikit dan terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan, sehingga terasa lemas. Cobalah untuk melakukan rutinitas tidur secara optimal setidaknya tidur selama 8 jam.

Nah, itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan agar tidak lemas selama berpuasa. Jika kamu mengalami masalah kesehatan selama berpuasa, jangan segan untuk segera membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang supaya tidak perlu keluar rumah untuk berdiskusi dengan dokter. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Breaks a Fast? Foods, Drinks, and Supplements.