• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Puasa di Luar Negeri Lebih dari 13 Jam, Perhatikan Hal Ini

Puasa di Luar Negeri Lebih dari 13 Jam, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadan dan mulai menjalani ibadah puasa.  Saat berpuasa, seseorang diwajibkan untuk menahan lapar, haus, serta hawa nafsu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Pada tahun 2019 lalu, durasi berpuasa di Indonesia adalah 13 jam. Sementara di negara lain, lama waktu berpuasa berbeda, bahkan lebih lama. Ini karena Indonesia disebut sebagai urutan kedua negara Asia dengan durasi puasa tersingkat. 

Agar tubuh tetap bugar dan bisa menjalani puasa dengan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satu yang paling penting adalah menu makanan yang dikonsumsi saat sahur. Pasalnya, makanan sahur menjadi salah satu “fondasi” untuk menghindari rasa lapar di tengah puasa serta gejala sakit kepala yang mungkin muncul. Lantas, apa saja jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur? Berikut pembahasannya!

Menu Sahur yang Disarankan 

Memilih menu sahur yang tepat bisa membantu menyiapkan tubuh untuk menjalani puasa. Ada berbagai menu dan nutrisi yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur, di antaranya: 

  • Karbohidrat Kompleks 

Salah satu sumber energi yang cukup lama bertahan di dalam tubuh adalah karbohidrat kompleks. Maka dari itu, pastikan menu makanan sahur yang dikonsumsi mengandung nutrisi yang satu ini. Nantinya, tubuh akan melepaskan karbohidrat komplek secara perlahan-lahan baru kemudian dicerna. Hal itu yang menjadi alasan mengapa kandungan ini bisa memberi tenaga lebih lama. Dengan kata lain, tubuh akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah lemas saat berpuasa. Ada berbagai jenis makanan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, polong-polongan, dan sayuran.

  • Serat 

Selain dari karbohidrat kompleks, rasa kenyang lebih lama juga bisa didapat dari sumber makanan berserat. Nutrisi ini membantu sistem pencernaan berjalan lebih lambat dalam memproses makanan yang dikonsumsi saat sahur, sehingga tubuh tidak mudah merasa lapar. Kamu bisa mendapat asupan serat dari sayur-sayuran, buah, biji-bijian, oats utuh, serta gandum utuh. 

  • Protein

Disarankan juga untuk memenuhi asupan protein saat makan sahur. Protein tidak kalah penting dari serat dan karbohidrat kompleks. Kamu bisa mendapat asupan nutrisi ini dengan mengonsumsi makanan, seperti ikan, ayam, daging, telur, atau kacang-kacangan.

  • Cukup Air Putih 

Pastikan juga untuk memenuhi kebutuhan air putih saat makan sahur. Namun, bukan berarti kamu harus minum secara berlebihan yang malah bisa menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman pada perut. Minum air putih secukupnya dan pastikan jumlahnya memang dibutuhkan tubuh. 

Mencukupi asupan air tidak hanya saat sahur, tetapi juga setelah berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh yang malah bisa mengakibatkan tubuh mudah lemas dan tidak maksimal dalam berpuasa. 

Cari tahu lebih lanjut seputar tips sehat menjalani puasa dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips sehat selama bulan puasa dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play untuk teman puasa lancar dan sehat. 

Referensi:
Baby Centre UK. Diakses pada 2020. Tips for a healthier fast.
Everyday Health. Diakses pada 2020. 5 Healthy Fasting Tips From a Nutritionist.
Healthline. Diakses pada 2020. Simple Carbohydrates vs. Complex Carbohydrates.