Puasa Saat Masih Menyusui, Ikuti Panduan Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Puasa Saat Masih Menyusui, Ikuti Panduan Ini

Halodoc, Jakarta – Jika seorang ibu sedang menyusui, sebenarnya tidak ada tekanan untuk tetap melakukan puasa selama bulan Ramadhan. Tapi, untuk tetap menjalankan puasa ada beberapa pertimbangan kesehatan yang sebaiknya dilakukan. Ini mencakup usia bayi.

Seorang bayi yang berusia di bawah enam bulan dan disusui secara eksklusif memiliki kebutuhan yang berbeda dari bayi berusia satu tahun yang makan makanan lain dan hanya menyusui pada malam hari.

Jika ibu tetap memutuskan untuk berpuasa, ini tidak akan mengganggu kesehatan bayi seharusnya, karena tubuh akan terus membuat ASI dengan cara biasa. Menunggu jam-jam antara senja dan subuh untuk makan dapat mengurangi asupan kalori ibu, namun ini seharusnya tidak membuat perbedaan dengan jumlah susu yang dibuat.

Baca juga: 5 Kebiasaan Tak Sehat Saat Puasa

Setelah tubuh membakar energi dari makanan terakhir biasanya tubuh akan menyesuaikan dalam menggunakan energi. Tubuh membakar kalori dari simpanan gula darah terlebih dahulu, setelah itu mengubah simpanan lemak menjadi gula darah. Ini terjadi sampai ibu mengonsumsi makanan selanjutnya.

Memang tidak bisa dipungkiri, puasa terkadang dapat membuat perubahan kecil pada isi ASI. Kadar beberapa vitamin dan zat gizi mikro dalam ASI juga dapat berubah. Kadar seng, magnesium, dan kalium menurun jika ibu menyusui berpuasa saat Ramadan.

Meski begitu, bayi tidak akan terpengaruh. Bayi akan terbiasa dengan ASI yang sudah sedikit berubah yang tergantung pada apa yang ibu makan dan berapa banyak yang dikonsumsinya. Bayi akan terus tumbuh dengan baik selama ibu membiarkannya menyusu kapanpun bayi mau.

Tubuh akan mengambil lemak dari cadangan lemak ibu untuk membuat ASI bila tidak mendapatkannya dari makanan yang baru dimakan. Jika ibu berpuasa untuk jangka waktu yang lama, ada risiko terkena gula darah rendah. Waspadai bila ibu mulai merasakan efek puasa secara fisik, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan puasa.

Baca juga: Kandungan Kopi yang Berbahaya Bagi Orang Berpuasa

Berikut beberapa panduan yang perlu dilakukan oleh ibu menyusui yang sedang menjalankan puasa:

  • Apa yang ibu makan saat menyusui dapat memengaruhi tubuh dan bayi yang sedang tumbuh. Ketika ibu makan makanan sehat, ada baiknya untuk menggantikan nutrisi tubuh yang sudah hilang melalui menyusui dan memastikan bahwa ASI bergizi seperti halnya bagi bayi.

  • Cobalah makan berbagai buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak, tambahkan beberapa ikan ke menu harian. Hindari junk food, karena jenis makanan ini memiliki banyak kalori, namun kalori itu tidak bergizi, bukan sesuatu yang dibutuhkan oleh ibu.

Baca juga: Porsi Makan Lebih Sedikit, 4 Tips Menyimpan Makanan Saat Puasa

  • Selain menjaga jenis makanan yang dimakan saat sahur dan berbuka, hal lain yang tidak boleh diluputkan adalah istirahat yang cukup. Upayakan untuk ibu menyusui mendapatkan tidur siang berkualitas 1 hingga 2 jam supaya ibu tetap mendapatkan kecukupan energi.

Jika setelah menyusui selama beberapa saat, ibu merasakan haus yang dahsyat, sejatinya dehidrasi dapat membuat seorang ibu menyusui merasa tidak sehat. Ibu wajib mewanti-wanti tanda-tanda ini:

  • Merasa haus

  • Ketika berkemih, air seni berbau kuat

  • Merasa pusing dan lelah

Jika ibu mulai memperhatikan beberapa tanda ini, harus berbuka puasa dengan air. Idealnya, tambahkan gula dan garam ke dalam air atau larutan rehidrasi oral, seperti Dioralyte, atau minum minuman energi isotonik. Kemudian, istirahatlah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak nutrisi ibu menyusui saat menjalankan puasa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctori, ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.