Ad Placeholder Image

Radang Esofagus Bikin Perih? Pahami dan Redakan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Kerongkongan Perih? Pahami Radang Esofagus dan Atasi

Radang Esofagus Bikin Perih? Pahami dan RedakanRadang Esofagus Bikin Perih? Pahami dan Redakan

Radang esofagus, atau esofagitis, adalah kondisi peradangan yang terjadi pada lapisan dinding kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran berotot yang berfungsi mengantarkan makanan dan minuman dari mulut menuju lambung. Peradangan ini dapat menimbulkan rasa nyeri, perih di dada, serta kesulitan saat menelan.

Kondisi radang esofagus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk naiknya asam lambung (GERD), infeksi, alergi, atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Penanganan yang tidak tepat berisiko memicu komplikasi serius, seperti penyempitan kerongkongan hingga risiko kanker. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai kondisi ini penting untuk penanganan yang efektif.

Apa itu Radang Esofagus?

Radang esofagus adalah kondisi peradangan pada esofagus, yaitu tabung yang menghubungkan tenggorokan ke lambung. Peradangan ini dapat menyebabkan lapisan mukosa esofagus menjadi bengkak, iritasi, dan nyeri.

Fungsi utama esofagus adalah membawa makanan dan minuman melalui serangkaian kontraksi otot yang dikenal sebagai peristaltik. Ketika esofagus mengalami peradangan, proses menelan menjadi terganggu dan menyebabkan ketidaknyamanan signifikan.

Gejala Umum Radang Esofagus

Gejala radang esofagus bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, tetapi beberapa tanda umum seringkali muncul. Mengenali gejala ini penting untuk segera mencari penanganan medis.

  • Nyeri atau Sensasi Perih di Dada: Rasa sakit ini seringkali terasa di bagian tengah dada dan bisa menyerupai nyeri akibat serangan jantung.
  • Kesulitan Menelan (Disfagia): Sensasi makanan tersangkut atau membutuhkan usaha lebih untuk mendorong makanan ke bawah.
  • Sakit saat Menelan (Odinofagia): Rasa nyeri tajam atau perih ketika makanan atau minuman melewati kerongkongan.
  • Sensasi Makanan Tersangkut di Tenggorokan: Perasaan adanya ganjalan atau sumbatan di area kerongkongan setelah menelan.
  • Mual atau Muntah: Terutama setelah makan atau jika peradangan sangat parah.
  • Penurunan Berat Badan: Akibat kesulitan makan dan minum yang berkepanjangan.
  • Batuk Kronis: Dapat terjadi jika peradangan dipicu oleh refluks asam lambung.

Penyebab Radang Esofagus

Radang esofagus dapat dipicu oleh beberapa kondisi dan faktor yang berbeda. Memahami penyebabnya membantu dalam menentukan metode pengobatan yang paling sesuai.

  • Refluks Asam Lambung (GERD): Ini adalah penyebab paling umum, di mana asam lambung naik kembali ke esofagus secara berulang dan mengikis lapisan dindingnya.
  • Esofagitis Eosinofilik: Jenis peradangan kronis yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau alergen lingkungan, memicu penumpukan sel darah putih eosinofil di esofagus.
  • Esofagitis Akibat Obat: Terjadi ketika obat-obatan tertentu, seperti antibiotik (tetrasiklin) atau obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), tertinggal di esofagus dan menyebabkan iritasi.
  • Esofagitis Infeksi: Peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus (herpes simpleks), bakteri, jamur (Candida), atau parasit. Kondisi ini lebih sering terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Esofagitis Akibat Radiasi: Dapat terjadi pada pasien yang menjalani terapi radiasi untuk kanker di area dada atau leher.
  • Cedera Kimiawi: Kerusakan pada esofagus akibat menelan zat korosif atau bahan kimia berbahaya.

Pengobatan Radang Esofagus

Penanganan radang esofagus sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan meresepkan terapi yang sesuai setelah melakukan diagnosis yang akurat.

  • Obat-obatan Penurun Asam Lambung: Untuk esofagitis GERD, obat-obatan seperti penghambat pompa proton (PPI) atau antagonis reseptor H2 dapat diresepkan untuk mengurangi produksi asam lambung.
  • Kortikosteroid: Digunakan untuk meredakan peradangan, terutama pada esofagitis eosinofilik. Dapat diberikan secara oral atau topikal (melalui inhaler yang ditelan).
  • Obat Antivirus, Antifungal, atau Antibakteri: Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter akan meresepkan obat spesifik sesuai jenis infeksi.
  • Perubahan Gaya Hidup: Meliputi menghindari makanan pemicu (pedas, asam, berlemak), makan dalam porsi kecil, tidak langsung berbaring setelah makan, serta menghindari rokok dan alkohol.
  • Dilatasi Esofagus: Prosedur medis untuk melebarkan area esofagus yang menyempit akibat peradangan kronis.
  • Identifikasi dan Hindari Alergen: Pada esofagitis eosinofilik, mengidentifikasi dan menghindari makanan atau zat pemicu alergi sangat krusial.

Komplikasi Radang Esofagus yang Perlu Diwaspadai

Apabila tidak ditangani dengan baik, radang esofagus dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup.

  • Penyempitan Kerongkongan (Striktur Esofagus): Peradangan kronis dapat menyebabkan jaringan parut dan penyempitan, membuat menelan semakin sulit.
  • Esofagus Barrett: Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di lapisan bawah esofagus berubah menjadi sel yang mirip dengan lapisan usus, dan merupakan faktor risiko untuk kanker esofagus.
  • Ulkus Esofagus: Luka terbuka pada lapisan esofagus yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan perdarahan.
  • Perdarahan: Kerusakan pada lapisan esofagus bisa menyebabkan perdarahan, yang dalam kasus parah membutuhkan intervensi medis segera.

Pencegahan Radang Esofagus

Meskipun tidak semua jenis radang esofagus dapat sepenuhnya dicegah, beberapa langkah dapat mengurangi risiko dan keparahan kondisi ini.

  • Mengelola GERD: Bagi individu dengan GERD, patuhi rekomendasi dokter untuk mengontrol refluks asam.
  • Makan dengan Hati-hati: Hindari makan terlalu cepat, kunyah makanan hingga lumat, dan hindari porsi besar.
  • Minum Obat dengan Benar: Selalu minum obat dengan banyak air dan hindari berbaring segera setelah minum obat.
  • Hindari Pemicu Alergi: Jika terdapat alergi makanan, kenali dan hindari pemicu tersebut.
  • Gaya Hidup Sehat: Menjaga berat badan ideal, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol dapat membantu mencegah radang esofagus.

Radang esofagus adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis untuk mencegah komplikasi serius. Jika mengalami gejala seperti nyeri dada, kesulitan menelan, atau sensasi makanan tersangkut, segera konsultasikan dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, serta membeli obat atau vitamin sesuai resep.