21 August 2017

Ragam Makanan untuk Pengidap Rematik yang Perlu Diketahui

Ragam Makanan untuk Pengidap Rematik yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Rematik merupakan penyakit yang bisa menimbulkan nyeri atau pegal-pegal pada anggota gerak terutama pada sendi. Rematik biasanya dikenali lewat rasa nyeri dan kaku yang menyerang  persendian, otot, dan tulang. Salah satu cara untuk mencegah kambuhnya atau mengurangi sakit, disarankan pengidap rematik perlu  menjaga asupan nutrisi sehari-hari.

Salah satu makanan yang dilarang untuk penyakit rematik adalah daging, khususnya daging merah, beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel, kepiting dan udang, makanan mengandung ragi seperti roti, maupun makanan lain yang memiliki kandungan tinggi lemak seperti susu, gorengan, keju, serta produk susu lainnya bisa menimbulkan dan meningkatkan peradangan pada beberapa orang. Makanan yang memiliki kandungan natrium yang tinggi bisa juga mengakibatkan retensi cairan pada sendi yang sudah mengalami peradangan. Selain itu, berhati-hatilah terhadap kandungan kafein, karena memiliki potensi bisa memperburuk gejala rematik itu sendiri.

Pada umumnya, pengidap rematik masih bisa menjalani pola makan sehat yang mengandung karbohidrat kompleks, rendah lemak jenuh, dan protein dalam kadar sedang. Sebenarnya pengaturan pola makan ini bukan sebagai patokan untuk pengobatan, tapi bisa untuk membantu mengurangi gejala rematik.

Beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi makanan seperti sayuran hijau, wortel, tomat, buah-buahan (jeruk, melon, dan apel), makanan yang mengandung sumber karbohidrat yang lebih kompleks seperti oat dan kacang-kacangan, makanan yang mengandung biji-bijian utuh, susu dan yoghurt yang rendah lemak atau bahkan tanpa lemak yang mengandung kadar purin yang rendah dan protein yang tinggi. Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 juga bisa mengurangi peradangan, di antaranya adalah salmon, sarden, biji-bijian, dan bawang putih.

Sementara minuman yang baik dikonsumsi berupa air mineral yang dikonsumsi minimal 2 liter perhari untuk meluruhkan kadar asam urat. Bukan hanya memperbarui pilihan makanan dengan alternatif seperti di atas, pengidap rematik sebaiknya berolahraga secara teratur untuk menjaga berat tubuhnya. Hal ini karena obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit rematik.

Saran tambahan, jika kamu merasa bahwa jenis makanan tertentu bisa makin memperburuk rematik kamu, sebaiknya lakukanlah tes jangka pendek. Sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang dianggap sebagai pemicu selama satu bulan sebelum memasukannya kembali ke menu sehari-hari. Karena ini akan membantu kamu mengetahui makanan apa saja yang bisa mempengaruhi nyeri sendi kamu.

Selain mematuhi aturan makanan dan minuman apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi untuk pengidap rematik, kamu bisa juga berdiskusi dengan dokter yang ada di Halodoc tentang penyakit rematik yang kamu idap, asupan nutrisi yang kamu konsumsi atau perubahan pola makan, dan juga obat apa saja yang harus dikonsumsi. Apapun keluhannya, Halodoc siap menghubungkan kamu dengan dokter-dokter spesialis yang akan menjawab segala bentuk pertanyaan lewat chat, video call, atau voice call . Tunggu apa lagi? Download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

BACA JUGA: Cegah Osteoporosis dengan 6 Langkah Ini