Ad Placeholder Image

Rahasia Otak Cerdas dan Jantung Sehat: EPA dan DHA

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

EPA DHA: Kunci Otak Pintar dan Jantung Kuat

Rahasia Otak Cerdas dan Jantung Sehat: EPA dan DHARahasia Otak Cerdas dan Jantung Sehat: EPA dan DHA

Mengenal Peran Krusial EPA dan DHA: Asam Lemak Omega-3 untuk Kesehatan Optimal

DHA (Asam Dokosaheksaenoat) dan EPA (Asam Eikosapentaenoat) adalah dua jenis asam lemak Omega-3 esensial yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Meskipun memiliki fungsi yang berbeda, keduanya bekerja secara sinergis dan saling melengkapi. DHA vital untuk perkembangan otak dan mata, sementara EPA berperan dalam meredakan peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

Keduanya tidak dapat diproduksi secara memadai oleh tubuh sehingga harus dipenuhi melalui asupan makanan, terutama dari ikan berlemak. Peran EPA dan DHA sangat krusial, mulai dari perkembangan janin dalam kandungan hingga menjaga kesehatan pada usia dewasa.

Apa Itu EPA dan DHA?

EPA dan DHA merupakan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang termasuk dalam kelompok Omega-3. Keduanya dikenal sebagai asam lemak esensial karena tubuh manusia tidak mampu memproduksinya dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Oleh karena itu, asupan dari diet menjadi satu-satunya cara untuk memastikan ketersediaan nutrisi penting ini.

DHA, secara kimiawi, adalah asam lemak dengan 22 atom karbon dan 6 ikatan rangkap, sedangkan EPA memiliki 20 atom karbon dan 5 ikatan rangkap. Perbedaan struktur ini berkontribusi pada spesialisasi fungsi masing-masing di dalam tubuh.

Fungsi Utama EPA dan DHA bagi Kesehatan

EPA dan DHA memiliki kontribusi unik terhadap berbagai sistem tubuh:

DHA (Docosahexaenoic Acid)

  • Mendukung fungsi kognitif seperti memori, konsentrasi, dan kemampuan belajar.
  • Esensial untuk perkembangan otak, terutama pada masa 1000 hari pertama kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan hingga usia dua tahun.
  • Memainkan peran kunci dalam kesehatan mata, khususnya pada retina, yang bertanggung jawab untuk penglihatan yang optimal.
  • Mendukung pembentukan dan fungsi sistem saraf yang sehat.

EPA (Eicosapentaenoic Acid)

  • Membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh yang dapat menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.
  • Menjaga kesehatan jantung dengan mendukung kadar kolesterol yang sehat, menurunkan tekanan darah, dan mencegah pembentukan plak di pembuluh darah.
  • Berperan dalam menjaga suasana hati yang stabil dan dapat membantu mengurangi risiko depresi.
  • Mendukung respons imun yang sehat dan teratur.

Sumber Makanan Kaya EPA dan DHA

Untuk memenuhi kebutuhan EPA dan DHA, konsumsi makanan tertentu sangat direkomendasikan:

  • Ikan Berlemak: Salmon, makarel, sarden, dan tuna merupakan sumber utama EPA dan DHA yang sangat baik.
  • Makanan Laut Lainnya: Udang, tiram, kerang, dan abalone juga mengandung asam lemak ini dalam jumlah yang signifikan.
  • Alga: Beberapa jenis alga, terutama mikroalga, adalah sumber utama DHA dan EPA di rantai makanan laut, yang kemudian dimakan oleh ikan.
  • Makanan Terfortifikasi: Beberapa produk seperti susu formula pertumbuhan, produk susu tertentu, telur, dan minyak dapat diperkaya dengan DHA dan/atau EPA.
  • Sumber Lain: Biji-bijian seperti kenari, edamame, dan bayam mengandung Alpha-Linolenic Acid (ALA), prekursor Omega-3 yang dapat dikonversi tubuh menjadi EPA dan DHA, meskipun dengan efisiensi yang rendah. Minyak ikan juga merupakan sumber terkonsentrasi.

Pentingnya EPA dan DHA di Setiap Tahap Kehidupan

Ketersediaan EPA dan DHA sangat penting sepanjang rentang kehidupan manusia:

  • Perkembangan Anak: Dari masa kehamilan hingga masa kanak-kanak, DHA sangat vital untuk pertumbuhan otak, mata, dan sistem saraf yang optimal. Kekurangan pada periode ini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif dan visual.
  • Kesehatan Dewasa: Pada orang dewasa, asupan yang cukup membantu mengurangi risiko penyakit jantung, seperti serangan jantung dan stroke. Selain itu, EPA dan DHA dapat berkontribusi dalam mitigasi depresi, mengurangi risiko penyakit autoimun, serta mempercepat pemulihan otot setelah aktivitas fisik atau olahraga berat.

Rekomendasi Asupan EPA dan DHA

Untuk memenuhi kebutuhan harian, disarankan untuk mengonsumsi ikan berlemak setidaknya dua kali seminggu. Porsi yang direkomendasikan sekitar 100-150 gram per saji.

Apabila asupan dari makanan dirasa kurang atau terdapat kondisi kesehatan tertentu, suplemen DHA dan EPA dapat menjadi alternatif. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan sebelum memulai konsumsi suplemen apa pun. Pastikan pula untuk memilih produk suplemen yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin keamanan dan kualitasnya.

Memahami peran penting EPA dan DHA adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan optimal. Untuk mendapatkan saran personal terkait kebutuhan nutrisi atau rekomendasi suplemen yang tepat sesuai kondisi kesehatan, konsultasikan dengan dokter tepercaya melalui aplikasi Halodoc.