Ad Placeholder Image

Rescue Breathing: Cara Selamatkan Nyawa Saat Darurat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Rescue Breathing: Teknik Pertolongan Pertama Saat Darurat

Rescue Breathing: Cara Selamatkan Nyawa Saat DaruratRescue Breathing: Cara Selamatkan Nyawa Saat Darurat

Rescue Breathing Adalah: Pengertian dan Langkah Pertolongannya

Rescue breathing adalah teknik pertolongan pertama yang krusial untuk memberikan oksigen secara manual kepada seseorang yang berhenti bernapas tetapi masih memiliki denyut nadi. Prosedur ini, umumnya dilakukan melalui metode mulut-ke-mulut atau mulut-ke-hidung, bertujuan untuk menjaga suplai oksigen ke otak guna mencegah kerusakan permanen hingga bantuan medis darurat tiba.

Kapan Rescue Breathing Diperlukan?

Rescue breathing sangat penting dalam situasi di mana seseorang tidak bernapas tetapi jantungnya masih berdetak. Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan tindakan ini meliputi:

  • Tenggelam
  • Overdosis obat
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis)
  • Sesak napas akut
  • Tersedak

Penting untuk segera melakukan rescue breathing jika seseorang menunjukkan tanda-tanda tidak bernapas setelah memeriksa respons dan jalan napas mereka.

Perbedaan Rescue Breathing dan CPR

Meskipun seringkali dilakukan bersamaan, rescue breathing dan CPR (Resusitasi Jantung Paru) adalah dua teknik yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada kondisi pasien:

  • Rescue breathing: Dilakukan saat korban tidak bernapas tetapi masih memiliki denyut nadi. Tujuannya adalah memberikan oksigen ke paru-paru.
  • CPR: Dilakukan saat korban tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi. CPR mencakup kompresi dada untuk memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh, serta pemberian napas buatan.

Jika seseorang tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi, CPR lengkap harus dilakukan, termasuk kompresi dada dan rescue breathing.

Frekuensi Pemberian Napas Buatan

Frekuensi pemberian napas buatan dalam rescue breathing bervariasi tergantung pada usia korban:

  • Dewasa: Berikan 1 napas buatan setiap 5-6 detik, atau sekitar 10-12 napas per menit.
  • Anak-anak dan Bayi: Berikan 1 napas buatan setiap 2-3 detik, atau sekitar 20-30 napas per menit.

Pastikan untuk memberikan napas secara perlahan dan stabil, dan perhatikan apakah dada korban naik dengan setiap napas. Jika dada tidak naik, periksa kembali jalan napas dan pastikan tidak ada sumbatan.

Langkah-Langkah Melakukan Rescue Breathing

Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam melakukan rescue breathing:

  1. Amankan Korban: Pastikan korban berada di tempat yang aman dan datar.
  2. Periksa Respons: Coba bangunkan korban dengan menepuk bahunya dan bertanya dengan suara keras, “Apakah Anda baik-baik saja?”. Jika tidak ada respons, segera minta bantuan.
  3. Buka Jalan Napas: Letakkan satu tangan di dahi korban dan tangan lainnya di dagu. Dongakkan dagu ke atas untuk membuka jalan napas.
  4. Periksa Pernapasan: Dekatkan telinga ke mulut dan hidung korban, sambil melihat apakah dada korban naik dan turun. Rasakan hembusan napas di pipi. Jika korban tidak bernapas, segera lakukan rescue breathing.
  5. Berikan Napas Buatan:
    • Jepit hidung korban dengan jari.
    • Tempelkan mulut Anda rapat-rapat di atas mulut korban.
    • Berikan 1 napas selama 1 detik, pastikan dada korban naik.
    • Lepaskan mulut Anda dan biarkan dada korban turun.
    • Ulangi langkah ini sesuai frekuensi yang tepat (dewasa: setiap 5-6 detik, anak/bayi: setiap 2-3 detik).
  6. Lanjutkan Hingga Bantuan Datang: Terus berikan napas buatan sampai korban mulai bernapas sendiri atau sampai petugas medis mengambil alih.

Rescue Breathing Sebagai Bagian dari Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Rescue breathing merupakan komponen penting dari Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD adalah serangkaian tindakan pertolongan pertama yang bertujuan untuk menjaga fungsi vital tubuh (pernapasan dan sirkulasi darah) sampai bantuan medis profesional tiba. Menguasai teknik rescue breathing dan BHD lainnya dapat membuat perbedaan besar dalam menyelamatkan nyawa seseorang.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Penting untuk diingat bahwa rescue breathing adalah tindakan sementara. Setelah memberikan pertolongan pertama, segera hubungi layanan medis darurat. Tindakan medis profesional sangat penting untuk menentukan penyebab korban tidak bernapas dan memberikan perawatan yang tepat.

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang rescue breathing atau pertolongan pertama lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau mencari informasi di aplikasi Halodoc.