08 May 2018

Runner's Knee, Penyebab dan Gejalanya

Runner's Knee, Penyebab dan Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasakan nyeri yang sangat mengganggu di sekitar lutut? Rasa sakit biasanya akan semakin menjadi setelah berolahraga, seperti berlari. Jika hal itu yang terjadi, bisa jadi kamu mengalami runner’s knee, yaitu nyeri patellofemoral.

Sebenarnya, penyakit ini memiliki nama medis Patellofemoral pain syndrome (PFPS). Namun banyak orang lebih mengenalnya dengan sebutan runner’s knee, karena cedera ini identik dengan masalah yang sering mengintai atlet lari.

Selain itu, meski umumnya menyerang seseorang yang sering berlari, lari bukan satu-satunya penyebab. Runner’s knee muncul karena adanya gesekan yang berulang dan berlebihan pada kartilago yang membatasi tulang patella dan femur. Cedera ini pun bisa terjadi karena gerakan lain seperti, squat, berjalan dalam waktu lama, menaiki tangga, bersepeda, bahkan karena kebiasaan duduk diam sepanjang hari.

Beberapa hal yang menjadi penyebab nyeri pada lutut adalah, aktivitas sendi lutut berlebihan yang memicu iritasi akibat gerakan dengan intensitas tinggi dan terus menerus. Bisa juga disebabkan karena sebuah benturan atau terjatuh. Apalagi kalau lutut menjadi titik tumpu tubuh saat terjatuh.

Sejumlah kelainan yang ada pada tubuh pun bisa menjadi pemicu terjadinya kondisi ini. Seperti bentuk telapak kaki yang rata, kelainan sendi sehingga mudah bergeser, hingga posisi sendi yang tidak lurus. Orang yang memiliki otot-otot paha yang lemah pun rentan mengalami hal ini.

Penyebab dan Gejala Runner’s Knee

Pada umumnya, cedera ini akan sembuh dengan sendirinya. Namun jika gejala masih terus berlanjut, apalagi jika bertambah parah, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan. Nah agar lebih mengenal penyakit ini, perlu tahu apa saja gejala dari runner’s knee!

1. Nyeri di tempurung lutut

Salah satu gejala dari cedera ini adalah rasa nyeri yang menyerang bagian tempurung lutut alias dengkul. Dengkul merupakan bagian yang paling bebas bergerak, jika dibandingkan dengan otot-otot lainnya. Sehingga gangguan yang terjadi pada bagian ini tentu bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Namun tak perlu khawatir, nyeri ini bisa diatasi dengan melakukan serangkaian perawatan serta pengobatan.

2. Tak melulu berasal dari lutut

Nyeri yang terjadi pada kondisi runners’s knee nyatanya tak hanya berasal dari lutut. Nyeri bisa saja berasal dari masalah-masalah yang terjadi pada bagian sendi lainnya. Misalnya, sendi yang berada di atas atau di bawah sendi lutut, termasuk pinggul. Namun paling sering penyebab runner’s knee adalah gangguan pada sendi yang berada di sekitar dengkul.

Sebab lutut terhubung dengan sendi-sendi yang berada di sekitar paha hingga panggul. Selain itu, masalah lutut juga bisa dipicu masalah yang terjadi pada bagian bawah kaki. Misalnya salah melangkah yang “memaksa” tubuh menstabilkan gerakan. Hal itu tentu membuat lutut bekerja lebih keras sehingga rentan cedera.

3. Terjadi perlahan

Waktu yang dibutuhkan untuk “menyerang” lutut pun cenderung lebih panjang jika dibandingkan dengan sakit lutut biasa. Artinya, gejala runner’s knee biasanya menyerang secara perlahan. Awalnya, kamu mungkin hanya merasa sedikit nyeri di lutut, namun semakin lama rasa sakitnya akan semakin nyata dan bisa mengganggu aktivitas harian.

Gejala yang biasanya muncul termasuk rasa nyeri setiap menggerakkan kaki terutama lutut. Bahkan lutut akan terasa sangat sakit meski sedang duduk, atau bangkit dari posisi duduk.

Cegah cedera lebih parah dan sampaikan keluhan pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan rekomendasi beli obat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!