Ad Placeholder Image

Saat Berak Keluar Darah: Kapan Waspada dan ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Saat Berak Keluar Darah, Penyebabnya Tak Selalu Serius

Saat Berak Keluar Darah: Kapan Waspada dan ke Dokter?Saat Berak Keluar Darah: Kapan Waspada dan ke Dokter?

Mengenal Penyebab dan Penanganan saat Berak Keluar Darah

Saat berak keluar darah adalah kondisi yang bisa menimbulkan kekhawatiran. Perdarahan ini dapat bervariasi dari tetesan darah merah segar hingga feses berwarna gelap atau kehitaman. Meskipun seringkali disebabkan oleh kondisi ringan seperti wasir atau fisura ani, gejala ini tidak boleh diabaikan. Penting untuk memahami penyebabnya karena dalam beberapa kasus, feses berdarah bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Apa Arti saat Berak Keluar Darah?

Perdarahan saat buang air besar (BAB) mengacu pada keluarnya darah dari anus. Darah ini bisa terlihat bercampur dengan feses, menetes setelah BAB, atau hanya terlihat pada tisu toilet. Warna darah dapat memberikan petunjuk awal mengenai lokasi sumber perdarahan. Darah merah terang biasanya berasal dari bagian bawah saluran pencernaan, sementara darah gelap atau kehitaman mungkin berasal dari bagian atas.

Mengenali Jenis Darah yang Keluar saat BAB

Identifikasi warna darah yang keluar saat berak sangat penting untuk membantu diagnosis awal. Warna darah dapat menunjukkan lokasi dan potensi tingkat keparahan perdarahan.

  • Darah Merah Segar: Umumnya menandakan perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah, seperti usus besar, rektum, atau anus. Sumber perdarahan seringkali dekat dengan anus.
  • Darah Merah Marun atau Gelap: Bisa menunjukkan perdarahan yang terjadi lebih tinggi di saluran pencernaan atau darah yang telah sebagian dicerna. Kondisi ini memerlukan evaluasi lebih lanjut.
  • Feses Hitam Pekat (Melena): Menunjukkan perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau usus halus. Darah telah tercerna dan berubah warna menjadi hitam pekat menyerupai ter.

Penyebab Umum saat Berak Keluar Darah

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami BAB keluar darah. Penyebabnya dapat berkisar dari yang relatif ringan hingga kondisi serius yang mengancam jiwa.

Penyebab Umum (Darah Merah Segar, Seringkali di Akhir BAB)

  • Wasir (Hemoroid): Ini adalah pembengkakan pembuluh darah di dalam atau di sekitar anus dan rektum. Wasir yang meradang atau pecah sering menjadi penyebab darah merah segar menetes setelah BAB atau terlihat pada tisu. Kondisi ini seringkali disertai rasa gatal atau nyeri.
  • Fisura Ani: Merupakan robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus. Fisura ani biasanya terjadi akibat feses yang keras dan sulit dikeluarkan. Gejala utamanya adalah nyeri tajam saat BAB dan sedikit perdarahan merah segar.
  • Divertikulosis: Kondisi di mana kantung kecil (divertikula) terbentuk di dinding usus besar. Jika salah satu kantung ini berdarah atau meradang, dapat menyebabkan perdarahan.

Penyebab Lebih Serius (Darah Gelap atau Gejala Tambahan)

  • Polip Usus: Pertumbuhan kecil di lapisan usus besar yang bisa berdarah. Meskipun sebagian besar polip jinak, beberapa dapat berkembang menjadi kanker seiring waktu.
  • Penyakit Radang Usus (IBD): Meliputi Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn. Kondisi kronis ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan perdarahan, nyeri perut, diare, dan penurunan berat badan.
  • Kanker Usus (Kolorektal): Tumor ganas di usus besar atau rektum dapat menyebabkan perdarahan, terutama jika tumor mulai pecah. Perdarahan bisa tampak gelap atau dicampur dengan feses. Gejala lain meliputi perubahan pola BAB, penurunan berat badan, dan nyeri perut.
  • Infeksi Saluran Pencernaan: Beberapa infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan peradangan usus dan perdarahan, seringkali disertai diare dan kram perut.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Perdarahan saat BAB yang disertai gejala-gejala berikut memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut:

  • Nyeri perut hebat atau kram.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Perubahan pola BAB yang signifikan (diare atau sembelit berkepanjangan).
  • Kelelahan ekstrem atau pusing.
  • Demam.
  • Perasaan BAB tidak tuntas.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Sangat penting untuk mencari bantuan medis jika mengalami saat berak keluar darah, terutama jika perdarahan sering terjadi, berjumlah banyak, atau disertai gejala serius lainnya. Periksakan diri ke dokter jika:

  • Perdarahan tidak berhenti atau semakin parah.
  • Ada tanda-tanda anemia seperti pusing, lemas, atau kulit pucat.
  • Mengalami nyeri perut hebat, demam, atau muntah.
  • Ada riwayat keluarga dengan kanker usus atau penyakit radang usus.
  • Berusia di atas 40 tahun dan mengalami perdarahan baru.

Langkah Pencegahan Perdarahan saat BAB

Beberapa langkah dapat membantu mencegah penyebab umum perdarahan saat BAB:

  • Konsumsi Serat Cukup: Makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian membantu melunakkan feses. Ini mengurangi risiko sembelit dan mengejan berlebihan.
  • Minum Air yang Cukup: Hidrasi yang baik penting untuk menjaga feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan.
  • Hindari Mengejan Berlebihan: Jangan menahan BAB dan hindari mengejan terlalu keras karena dapat memperburuk wasir atau menyebabkan fisura ani.
  • Berolahraga Teratur: Aktivitas fisik membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Jangan Menunda BAB: Segera ke toilet saat ada dorongan untuk buang air besar.

Penanganan Umum saat BAB Keluar Darah

Penanganan untuk BAB keluar darah sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan tes tambahan seperti kolonoskopi, sigmoidoskopi, atau tes feses.

  • Untuk wasir dan fisura ani, penanganan awal sering melibatkan perubahan gaya hidup, pelunak feses, atau krim topikal. Dalam kasus yang lebih parah, prosedur medis minor mungkin diperlukan.
  • Untuk kondisi seperti polip, radang usus, atau kanker usus, penanganan akan lebih spesifik, bisa berupa obat-obatan anti-inflamasi, terapi target, kemoterapi, radiasi, atau pembedahan.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Jika mengalami saat berak keluar darah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana penanganan yang sesuai. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk diskusi lebih lanjut dan rekomendasi medis yang tepat.