14 September 2018

Salahkah Menjadi Introvert? Ini 4 Hal Positifnya

orang introvert, ciri-ciri orang introvert,

Halodoc, Jakarta - “Kamu seharusnya lebih banyak berbicara dan bergaul”. Kalimat ini banyak diucapkan oleh ekstrovert ke introvert. Lebih banyak daripada butiran pasir di pantai. Memang berlebihan, tapi itulah kalimat yang terkadang menyebalkan dan mesti dihadapi oleh seorang introvert.

Para ekstrovert melihat mereka sebagai suatu “penyakit”, sesuatu yang rusak dan harus diperbaiki. Mereka terus memberi introvert dorongan dan rasa percaya diri agar bisa tampil lebih proaktif. Namun, tunggu dulu, apa benar orang introvert membutuhkan dukungan atau nasihat tersebut? Apa sih ciri-ciri orang introvert?

Introvert Totally FINE

Enggak sedikit para ekstrovert yang terus mencoba memberi masukan pada introvert mengenai sifat mereka. Sayangnya, niat baik itu hampir selalu jatuh pada telinga yang lelah dikasihi. Mengapa? Karena memang tidak ada yang perlu diperbaiki dan tak ada alasan untuk dikasihani.

Sayangnya, orang introvert sering kali dianggap sebagai antisosial, pemalu, bahkan orang yang muak dengan hubungan sosial. Sedari kecil mungkin kita sudah sering mendengar kalau supel, berinteraksi, bergaulapapun namanya, merupakan hal yang sangat baik. Sementara itu, pemalu dan pendiam itu buruk. Hal yang perlu diingat, ciri-ciri introvert juga memiliki kesamaan dengan ekstrovert kok.

Mereka juga memiliki ambisi, hasrat, semangat, pandangan, dan pendapat mengenai hal-hal di lingkungannya. Hanya saja, mereka tak ingin membaginya dengan orang lain. Alasannya simpel, karena mereka introvert! Namun, adakah yang salah dari hal tersebut?

Bila berbicara angka, setidaknya 50 persen dari penduduk Amerika Serikat adalah introvert, kira-kira sebanyak 160 juta orang. Sementara itu, diperkirakan sepertiga penduduk bumi adalah orang introvert. Jangan salah, di antara angka-angka tersebut ada orang-orang seperti Emma Watson, Elton John, Elon Musk, Barack Obama, Bill Gates, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, Mark Zuckerberg, Steve Wozniak, hingga Larry Page. Ingat, masih banyak lagi introvert hebat dan menginspirasi seperti mereka di luar sana.  

Nah, apa benar mereka perlu mengubah dirinya agar bisa diterima di masyarakat, menjadi sukses, atau bahkan bahagia?

Tak Paham, Timbulkan Prasangka

Menurut Susan Cain, penulis Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, para introvert sering kali menjadi subjek prasangka yang sangat dalam dan nyata di kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, untuk melihat pandangan yang bias ini dengan jelas, sebaiknya kita perlu mengetahui apa itu introvert. Sebenarnya, introvert berbeda dengan pemalu, sebab pemalu lebih takut terhadap pandangan atau penilaian sosial terhadap dirinya.

Introvert lebih mengenai cara seseorang merespon stimulasi, termasuk stimulasi sosial. Bila ekstrovert benar-benar mengharapkan banyak sekali stimulasi, sedangkan introvert merasa paling nyaman, hidup, dan bersemangat, ketika mereka berada di lingkungan yang sepi dan tenang. Memang tidak setiap saat dan tidak mutlak, tapi kebanyakan orang introvert sering menginginkan kondisi tersebut.

Menurut Dr. Jennifer Kahnweiler, sekaligus penulis The Introverted Leader: Building on Your Quiet Strength, introvert adalah orang-orang yang mendapatkan energi dari menghabiskan waktu sendirian.

Nah, inilah masalah yang menimbulkan prasangka. Padahal, bila ingin memaksimalkan bakat, kemampuan, fokus, semangat, dan hal-hal positif lainnya, seseorang perlu menempatkan diri dalam zona stimulasi yang cocok bagi diri mereka. Lalu, salahkah bila zona stimulasi yang cocok dan nyaman bagi introvert adalah lingkungan sepi dan damai?

Sekali lagi, di sinilah prasangka itu datang. Para ekstrovert yang tak memahami introvert dengan jelas, sering menuduh mereka sebagai orang antisosial, sombong, aneh, tidak ramah, perlu dikasihani, kesepian, atau bahkan orang yang bermasalah.

Nah, yang mesti digarisbawahi, kondisi di atas adalah suatu hal yang membuat para introvert lebih nyaman dan benar-benar hidup. Dengan kata lain, introvert bukanlah masalah yang harus diatasi atau “penyakit” yang harus disembuhkan. Pendek kata, ini hanyalah cara hidup yang paling nyaman bagi para introvert.

Juga Punya Nilai Positif

1. Mereka Pendengar yang Baik

Menurut Dr Laurie Helgoe, penulis Introvert Power: Why Your Inner Life Is Your Hidden Strength, ekstrovert lebih cenderung terjun ke percakapan sebelum benar-benar memproses apa yang dikatakan orang lain. Bukan karena mereka egois, tapi karena mereka memproses informasi secara interaktif.

Sedangkan orang introvert sebaliknya. Mereka memproses informasi secara internal. Keterampilan itu memungkinkan mereka untuk mendengar, memahami, dan memberikan wawasan yang dipertimbangkan dengan saksama ketika mereka merespon.

2. Mereka Jeli

Selain kemampuan mendengar yang superior, orang introvert juga memiliki keterampilan yang cakap dalam hal observasi. Kata Beth Buelow, penulis The Introvert Entrepreneur: Amplify Your Strengths and Create Success on Your Own Terms, meski mereka hanya duduk diam selama rapat, sebenarnya introvert berendam dalam informasi yang disajikan dan berpikir kritis.

Orang introvert biasanya juga menggunakan sifatnya yang jeli untuk membaca ruangan. Mereka lebih cenderung memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang. Inilah yang membuat mereka lebih baik dalam komunikasi antarpribadi.

3. Seorang Teman yang Berkualitas

Alih-alih berteman dengan banyak orang yang mereka ajak bicara, banyak introvert akan memfokuskan energi mereka untuk memperkuat koneksi dengan orang yang sudah mereka kenal. Introvert dapat merasakan energi mereka terkuras ketika berada di sekeliling banyak orang. Oleh sebab itu, mereka memilih teman mereka dengan bijaksana.

Singkatnya, introvert sangat pemilih tentang siapa yang akan mereka bawa ke dalam hidupnya. Nah, bila dirimu masuk ke dalam kehidupan para introvert, berarti dirimu amat berharga bagi mereka. Kualitas inilah yang membuat introvert menjadi teman setia, penuh perhatian, dan berkomitmen.

4. Pemimpin yang Bijak

Menurut penelitian di Wharton School of the University of Pennsylvania, AS, para pemimpin introvert sering kali menghasilkan kinerja yang lebih baik ketimbang ekstrovert. Sebab, ketika mereka mengolah karyawan yang proaktif, mereka akan cenderung membiarkan karyawan itu mengemukakan ide-ide mereka.

Sedangkan ekstrovert tanpa disadari akan menjadi sangat heboh dengan hal-hal yang ada di kepala mereka. Alhasil, ide-ide dari orang lain akan sulit untuk muncul ke permukaan.

Nah, sudah tahu kan ada apa di balik para introvert dan cara hidup paling nyaman menurut mereka? Kesimpulannya, sama sekali tak ada yang salah dengan seorang introvert.

Jadi, andaikan dirimu melihat ada seorang anak kecil di sudut kelas yang tidak terlalu banyak berpartisipasi atau kolega yang diam seribu bahasa dan minim peran serta, janganlah berprasangka buruk. Cobalah berpikir positif! Hal istimewa apa yang akan mereka lakukan ke depannya?

Kamu atau anggota keluarga lainnya punya keluhan kesehatan? Kamu enggak perlu panik, Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: