Sarkoidosis Bisa Menyerang Mata, Ketahui Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sarkoidosis Bisa Menyerang Mata, Ketahui Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Sarkoidosis adalah peradangan sel yang bisa menyerang berbagai organ tubuh, termasuk mata. Kondisi ini memicu penumpukan sel-sel peradangan dalam tubuh (granuloma), hingga menyebabkan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan rasa lelah berlebih. Agar kamu lebih waspada, ketahui fakta sarkoidosis berikut ini.

Baca Juga: Gejala Sarkoidosis yang Sering Diabaikan

Kenali Gejala Sarkoidosis pada Mata

Sarkoidosis yang menyerang mata menyebabkan gangguan penglihatan. Di antaranya membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya, mata terlihat merah, pandangan terlihat samar, dan nyeri pada mata. Bagaimana dengan organ lain? Berikut ini gejala sarkoidosis berdasarkan organ yang terkena:

  • Paru-paru. Gejala berupa sesak napas yang disertai mengi (bengek), batuk kering, dan nyeri dada.

  • Kulit. Ditandai timbulnya ruam berwarna merah keunguan (biasanya di area pergelangan tangan, kaki, atau tulang kering), perubahan warna kulit (menjadi lebih gelap atau lebih terang), muncul bintil atau bengkak di bawah kulit, serta terdapat noda bekas luka di pipi, hidung, atau telinga.

  • Jantung. Gejala berupa kelelahan, nyeri dada, sesak napas, denyut jantung tidak beraturan (aritmia), jantung berdebar, pembengkakan jaringan tubuh akibat kelebihan cairan (edema), hingga penurunan kesadaran.

Kemunculan gejala tersebut disebabkan karena paparan infeksi, debu, dan zat kimia. Semakin banyak paparan yang terjadi, sistem kekebalan tubuh menjadi bereaksi berlebihan sehingga menyebabkan peradangan dan granuloma. Seseorang berisiko tinggi mengidap sarkoidosis jika ada anggota keluarga yang mengalami kondisi serupa. Adanya riwayat penyakit limfoma atau kanker getah bening juga membuat seseorang berisiko tinggi mengidap sarkoidosis.

Baca Juga: Alasan Sarkoidosis Lebih Sering Dialami Wanita Dibanding Pria

Cara Mengobati Sarkoidosis

Sarkoidosis didiagnosa melalui pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya pembengkakan. Untuk memastikan diagnosis, dilakukan beberapa rangkaian tes, seperti tes darah, foto rontgen dada, tes fungsi paru, CT scan, MRI, PET scan, dan biopsi. Apabila diagnosis membuktikan terjadinya sarkoidosis, berikut ini pengobatan yang dijalani pengidap:

  • Konsumsi obat anti radang (golongan kortikosteroid), baik dalam bentuk oral, dioleskan ke kulit, atau diteteskan pada mata.

  • Pemberian hydroxychloroquine untuk mengatasi gangguan kulit.

  • Pemberian obat imunosupresif, bertujuan untuk menekan sistem kekebalan tubuh guna mengurangi peradangan.

  • Transplantasi organ, dilakukan jika sarkoidosis telah menyebabkan kerusakan organ.

Pengidap juga dianjurkan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya, menghindari paparan debu dan zat kimia, berhenti merokok, menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang, perbanyak minum air putih, cukup istirahat, dan rutin berolahraga (setidaknya 20-30 menit per hari).

Baca Juga: Hati-Hati, Organ Ini Bisa Kena Dampak Sarkoidosis

Itulah fakta sarkoidosis pada mata yang perlu diketahui. Kalau kamu mengalami gejala mirip sarkoidosis, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc agar mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat. Meski bisa sembuh dengan sendirinya, pada beberapa kasus, sarkoidosis bisa menyebabkan komplikasi serius. Di antaranya berupa katarak, glaukoma, gagal ginjal, infeksi paru-paru, kelumpuhan pada wajah, dan ketidaksuburan.

Untuk berbicara pada dokter, kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor. Kamu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!