Sebelum Olahraga Lari, Lakukan Persiapan Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sebelum Olahraga Lari, Lakukan Persiapan Ini

Halodoc, Jakarta – Lari bisa disebut sebagai jenis olahraga yang paling sederhana untuk dilakukan. Meskipun sederhana, tetapi salah persiapan bisa-bisa kamu jadi cidera atau tidak mendapatkan manfaat yang maksimal. 

Salah satu persiapan yang diperlukan sebelum olahraga lari adalah tidur yang cukup. Kurang tidur akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk berkonsentrasi dan pulih setelah beraktivitas lari. Selengkapnya mengenai persiapan olahraga lari bisa kamu baca di bawah ini!

Makan yang Cukup, tapi Tidak Terlalu Banyak

Tadi sudah disebutkan kalau tidur yang cukup menjadi salah satu persiapan yang diperlukan. Setelah itu, memenuhi asupan kebutuhan karbohidrat dan juga protein juga penting. Namun, kalau bisa jangan makan sesaat sebelum lari.

Misalnya, makan 2–3 jam sebelum lari bila kamu memilih jam berlari di sore hari. Namun kalau pagi hari, ada baiknya kamu mengisi “bahan bakar” dengan jenis makanan yang ringan, seperti apel dan teh hangat.

Baca juga: Lari, Olahraga yang Bisa Mengatasi Stres

Takutnya kalau kamu mengonsumsi susu, lonjakan yang terjadi saat lari akan menyebabkan sensasi mual, sehingga bisa memicu keinginan untuk muntah. Lagian kalau lari dengan perut terlalu penuh bisa membuat kamu tidak nyaman, badan terasa berat, dan susah diajak bergerak. 

Sama halnya dengan makan, minum juga sebenarnya tidak boleh terlalu banyak. Akibatnya bisa jadi sama, tubuh terlalu “berat” untuk diajak bergerak. Kalau kamu butuh rekomendasi jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi sebelum olahraga, tanyakan langsung di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Pentingnya Pemanasan

Tujuan pemanasan adalah untuk mempersiapkan tubuh saat berlari. Pemanasan juga memiliki manfaat psikologis yang membantu kamu tetap santai dan percaya diri. Pemanasan dapat mempersiapkan tubuh dengan meningkatkan detak jantung, laju pernapasan, aliran darah ke otot-otot, asupan oksigen, serta mengaktifkan enzim untuk produksi energi aerobik. 

Jika tidak melakukan pemanasan, tubuh akan menekan sistem kardiovaskular, sehingga menghasilkan lebih banyak laktat. Pemanasan juga meningkatkan suhu otot yang membuat otot dan tendon tidak terlalu kaku, sehingga mereka siap untuk bekerja keras dengan risiko cidera yang lebih kecil. 

Ini dikarena panas yang dihasilkan otot-otot berkontribusi pada beban panas tubuh. Kecuali di hari yang panas, kamu bisa mengurangi durasi pemanasan. Dalam cuaca panas, kamu disarankan untuk mengenakan rompi pendingin untuk menjaga tubuh tetap dingin saat sistem kardiovaskular dan otot-otot memanas.

Tips Pemanasan

Pemanasan yang baik mencakup dua langkah sederhana:

  1. Berlari selama 10 hingga 15 menit 

Mulailah dengan perlahan lalu tingkatkan kecepatan. 

  1. Melakukan peregangan ringan selama 10 hingga 15 menit 

Peregangan membantu mempersiapkan otot untuk durasi lari yang panjang. 

Satu hal yang pasti dalam melakukan olahraga lari adalah kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan track ataupun mengejar waktu tertentu. Apalagi kalau tujuanmu adalah untuk kesehatan bukan perlombaan.

Baca juga: Betis Besar Bikin Enggak Pede? Ini 5 Cara Mengecilkannya

Sesuaikan saja dengan kemampuanmu. Bila lelah, perlambat durasi larimu atau berhenti. Namun, jangan terlalu lama berhenti, soalnya mengambil rehat terlalu lama juga akan membuat tubuh susah lagi untuk “panas” dan kembali menemukan irama lari. 

Referensi:

Runners World.com. Diakses pada 2019. Pre-race Preparation: Rest, Fuel and Warm-up.