• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Kandungan Retinol pada Perawatan Kulit?

Seberapa Penting Kandungan Retinol pada Perawatan Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Seberapa Penting Kandungan Retinol pada Perawatan Kulit?

Halodoc, Jakarta – Setiap wanita pasti ingin memiliki wajah yang bersih, lembap, dan terbebas dari berbagai macam masalah kulit. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah rutin menjalani perawatan kulit dengan menggunakan produk tertentu. Produk skin care pun harus disesuaikan dengan keadaan kulit karena setiap orang pasti punya tipe kulit yang berbeda-beda. 

Bagi para wanita yang rutin menggunakan skin care, pasti sudah tidak asing lagi dengan kandungan retinol dalam produk skin care. Retinol atau retinoid adalah turunan vitamin A yang mampu menangani berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat hingga keriput. Inilah berbagai manfaat retinol lainnya untuk perawatan kulit wajah kamu.

Baca juga: Ini Bumbu Dapur yang Bermanfaat untuk Kecantikan

Pentingnya Retinol untuk Perawatan Kulit

Retinol paling terkenal akan manfaat anti-penuaannya. Retinol bekerja dengan mengikat reseptor retinoid pada kulit, sehingga meningkatkan pergantian sel dan merangsang produksi kolagen. Kandungan ini juga mengentalkan lapisan kulit yang lebih dalam dan meningkatkan kemampuan kulit untuk menahan air. Karena proses inilah garis-garis halus di wajah bisa tersamarkan. 

Tidak sampai situ saja, retinol juga menipiskan lapisan kulit paling atas yang dikenal sebagai stratum corneum. Menggunakan retinol secara teratur dapat membantu meminimalkan perubahan warna kulit, seperti bintik-bintik penuaan, meratakan warna dan tekstur, serta meningkatkan penyerapan obat topikal lain pada kulit. Selain pergantian kulit, retinol dapat membantu menormalkan fungsi kelenjar minyak dan folikel rambut, sehingga dapat membantu mengatasi jerawat.

Tetap Waspadai Penggunaan Retinol

Masalah utama retinol adalah dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi kulit jika tidak digunakan secara tepat. Jika digunakan terlalu banyak atau terlalu sering, retinol bisa mengiritasi kulit karena menyebabkan pergantian sel menjadi terlalu cepat, sehingga fungsi pelindung kulit terganggu. Jika kamu mengalami iritasi setelah menggunakan retinol, ada baiknya memberi waktu pada kulit untuk menyesuaikan diri. 

Baca juga: 3 Manfaat Lidah Buaya Bagi Pemilik Wajah Kering

Kalau kamu takut mengalami iritasi, sebaiknya gunakan retinol maksimal dua kali dalam seminggu saja. Jika setelah dua minggu, kulit menyesuaikan diri dengan baik, coba tingkatkan penggunaan retinol dua hari sekali. Perlu kamu ketahui juga kalau retinol dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, jadi pastikan untuk mengoleskan tabir surya setiap pagi.

Berapa Lama Hasil Penggunaan Retinol Bisa Terlihat?

Rata-rata dibutuhkan waktu tiga hingga enam bulan untuk melihat hasilnya, dan dengan catatan kamu rutin menggunakannya minimal seminggu dua kali. Namun, karena retinol bergantung pada kemampuan kulit seseorang untuk mengubahnya menjadi asam retinoat aktif, kandungan ini mungkin tidak selalu memberikan hasil yang cepat atau konsisten.

Jumlah asam retinoat aktif yang terbentuk bergantung pada seberapa banyak retinol yang terkandung dalam produk, kemampuan kulit untuk mengubahnya menjadi asam retinoat, dan waktu yang dibutuhkan untuk proses tersebut.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Ingin Menggunakan Retinol

Penelitian menunjukkan bahwa retinoid dapat menyebabkan cacat lahir, jadi jika kamu sedang hamil atau mencoba untuk hamil, sebaiknya hindari produk perawatan kulit berbasis retinol sampai melahirkan. Bicarakan dengan dokter kulit tentang bahan-bahan anti-penuaan yang aman untuk kehamilan. Kalau kamu butuh menanyakan hal ini, kamu bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Baca juga: Ini Pentingnya Menggunakan Serum Wajah

Kamu juga harus hati-hati menggunakan retinol jika kamu punya tipe kulit yang sangat sensitif atau rentan mengalami eksim. Pasalnya, retinol dapat membuat kulit semakin kering. Seseorang yang mengidap rosacea juga tidak dianjurkan untuk menggunakan retinol. 

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2020. Why Retinol Is the Best Anti-Aging Ingredient You Can Use, According to Dermatologists.
Healthline. Diakses pada 2020. 13 Facts to Know Before Adding Retinoids to Your Skin Care Routine.