• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Sering Ibu Hamil Boleh Berhubungan Intim?

Seberapa Sering Ibu Hamil Boleh Berhubungan Intim?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Kehamilan bukan sebuah penghalang bagi ibu hamil untuk berhubungan intim dengan pasangan. Hubungan intim aman saat dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat. Ibu hamil tidak perlu takut hubungan intim dapat membahayakan janin karena ada banyak proteksi alami dalam tubuh ibu, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutupi leher rahim yang dapat membantu melindungi bayi dari bahaya infeksi.

Munculnya keinginan untuk berhubungan intim saat hamil itu adalah hal yang wajar. Saat hamil muda, libido ibu hamil biasanya cenderung meningkat, sehingga ibu akan merasa lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Lantas, seberapa sering ibu hamil boleh melakukan hubungan intim? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : 5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Kapan Berhubungan Intim Boleh Dilakukan Saat Hamil?

Selain aman, berhubungan intim saat hamil ternyata dapat memberi banyak manfaat. Aktivitas seksual ini bisa menjadi seperti “olahraga” yang membantu membakar kalori dalam tubuh ibu, sehingga ibu bisa menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan. Berhubungan intim juga dapat melancarkan sirkulasi darah, mengurangi rasa nyeri, membantu ibu dapat tidur nyenyak, serta dapat membuat ibu merasa lebih bahagia.

Meski begitu, ibu perlu tahu kapan berhubungan intim boleh dilakukan saat hamil. Melansir dari WebMD, sperma mengandung senyawa prostaglandin yang menyebabkan rasa mulas. Oleh karena itu, ibu yang usia kandungannya masih muda sebaiknya tidak berhubungan intim dulu agar tidak terjadi kontraksi yang dapat menyebabkan keguguran.

Selain itu, ibu hamil juga tidak dianjurkan melakukan hubungan intim di usia kehamilan sekitar 37-42 minggu. Alasannya, kepala janin sudah memasuki rongga panggul, sehingga berhubungan intim dikhawatirkan menyebabkan pendarahan atau persalinan dini. Jika ibu ingin berhubungan intim saat hamil, trimester kedua adalah waktu yang paling baik.

Kandungan ibu sudah jauh lebih kuat dan ibu pun akan merasa lebih berenergi, bahkan lebih bergairah untuk bercinta di trimester kedua. Selain itu, rasa mual, muntah, dan pusing yang ibu alami di trimester pertama juga perlahan-lahan akan berkurang saat memasuki trimester kedua ini.

Baca Juga: 7 Manfaat Melakukan Hubungan Intim Saat Hamil

Agar lebih aman, ibu hamil sebaiknya membicarakan dulu kepada dokter kandungan bila ingin sering berhubungan intim saat hamil. Ibu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya seputar keamanan berhubungan intim. Melalui Video/ Voice Call dan Chat, ibu bisa berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja.

Seberapa Sering Boleh Berhubungan Intim Saat Hamil?

Sebenarnya ibu dan suami bisa melakukan hubungan intim sesering yang ibu inginkan. Namun, terlalu sering berhubungan intim saat hamil juga tidak dianjurkan. Melansir dari WebMD, hubungan seks saat hamil yang terlalu sering (lebih dari tiga kali dalam seminggu) bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing (ISK). Bila tidak segera diobati, ISK dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan.

Baca Juga: 5 Posisi Seks Aman saat Hamil

Oleh sebab itu, ibu hamil wajib membersihkan vagina sebelum dan setelah berhubungan intim, serta mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan intim untuk mencegah infeksi.

Cara untuk mencegah risiko di atas, pastikan kamu dan pasangan berkomunikasi dengan baik serta memahami masing-masing seputar berhubungan intim yang aman selama kehamilan. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kondisi kehamilan tetap aman sampai waktu melahirkan.

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2019. Sex During and After Pregnancy.
WebMD. Diakses pada 2019. What If I Get a UTI While I’m Pregnant?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pregnancy week by week.