05 July 2018

Selain Alkohol, Ini 6 Penyebab Gangguan Fungsi Hati

gangguan fungsi hati, gangguan fungsi hati dan empedu, penyakit hati

Halodoc, Jakarta – Menjadi salah satu organ vital yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh membuat kamu harus menjaga kesehatan hati dengan baik. Pasalnya, kerusakan organ ini disinyalir mampu menimbulkan kerusakan pada organ lainnya, terlebih pada bagian sistem pencernaan. Beberapa fungsi penting hati yaitu sebagai penawar racun, mensekresi empedu untuk mencerna lemak, mengatur peredaran hormon, dan komposisi darah dalam tubuh.

Sayangnya, orang justru tidak menyadari bahwa berbagai kebiasaan yang dilakukan sehari-hari bisa membahayakan kesehatan organ hati. Seperti misalnya mengonsumsi alkohol. Semua jenis alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan dimetabolisme oleh hati. Nah, jika asupannya lebih besar dibandingkan dengan laju metabolisme yang dilakukan, seseorang akan rentan mengalami penyakit hati alkoholik. Selain alkohol, berikut beberapa penyebab lain yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati:

Merokok

Sebuah studi yang belum lama ini dilakukan mengemukakan bahwa kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu terkuat terjadinya kanker hati, terlebih jika diikuti oleh minum alkohol dan kecenderungan obesitas.

Dalam asap rokok, terkandung jutaan zat racun yang berbahaya bagi tubuh, dan hati menjadi satu-satunya organ yang bertugas untuk menetralisir masuknya racun melalui aliran darah ini. Selain itu, nikotin akan menyebabkan meningkatnya kadar lemak di dalam darah, dan kondisi ini meningkatkan risiko munculnya gangguan fungsi hati dan empedu.

Kegemukan

Berdasarkan survei yang dilakukan di Amerika Serikat, terbukti bahwa obesitas menjadi penyebab utama terjadinya gangguan fungsi hati non-alkohol di negara tersebut. obesitas erat kaitannya dengan penumpukan kalori yang terlalu banyak di dalam tubuh, termasuk lemak hati yang menjadikan seseorang mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini juga memicu munculnya penyakit gangguan gagal hati dan sirosis.

Baca juga: 4 Penyakit yang Sering Terjadi pada Organ Liver

Konsumsi Obat-Obatan

Mengonsumsi obat-obatan jangka panjang juga akan menyebabkan terjadinya kerusakan hati, terutama asetaminofen dan steroid anabolik. Asetaminofen terkandung dalam berbagai jenis produk obat, seperti misalnya obat pilek dan batuk. Sementara itu, steroid anabolik sering digunakan oleh para atlet demi mendapatkan performa maksimal selama menjalani kompetisi. Belum lagi dengan obat-obatan terlarang, seperti kokain, heroin, dan masih banyak lagi.

Faktor Genetik

Genetik memang memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kesehatan. Pasalnya, berbagai penyakit berbahaya pun bisa menurun akibat faktor genetik. Diabetes, misalnya, akan menurun langsung dari orang tua kepada salah satu anak. Dalam kaitannya dengan penyakit hati, penyakit seperti herediter hemochromatosis yang menyebabkan sirosis akibat penumpukan lemak tubuh juga menjadi penyakit yang langsung diturunkan oleh genetik.

Konsumsi Minuman Bersoda

minuman bersoda tinggi akan kandungan gula yang tentu tidak baik untuk tubuh, karena menjadi pemicu utama munculnya penyakit diabetes dan obesitas. Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan oleh The Journal of Hepatologi mengemukakan bahwa risiko terjadinya perlemakan hati akan lebih tinggi terjadi pada orang yang mengonsumsi soda, meski hanya satu gelas. Studi tersebut juga menyebutkan bahwa risiko tersebut lebih rentan menyerang orang yang kegemukan.

Baca juga: Inilah Pengaruh Alkohol Terhadap Kesehatan Jantung dan Liver

Penyakit Autoimun

Jenis penyakit tertentu juga ternyata memicu terjadinya gangguan fungsi hati, seperti misalnya hepatitis autoimun, kondisi ketika hati menjadi tidak bisa berfungsi dengan baik karena diserang oleh sistem imunitas tubuh. Penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan, tetapi beberapa pakar kesehatan menyebutkan bahwa terdapat peranan genetik.

 

Itu tadi beberapa penyebab terjadinya gangguan fungsi hati selain disebabkan karena konsumsi alkohol. Oleh karena itu, selalu terapkan pola hidup sehat agar tubuh selalu terjaga kesehatannya. Jika kamu mengalami gejala aneh pada tubuh, tanyakan saja pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Kamu pun bisa langsung bertanya pada dokter ahli yang sesuai bidangnya.