21 March 2019

Selama Fluoroskopi, Kenapa Harus Banyak Minum Air Putih?

Selama Fluoroskopi, Kenapa Harus Banyak Minum Air Putih?

Halodoc, Jakarta – Fluoroskopi adalah pemeriksaan sinar-X untuk menghasilkan gambar bersekuel menyerupai video. Tujuannya untuk mengamati kondisi organ tubuh secara langsung (real time). Hasil pemeriksaan digunakan dalam penetapan diagnosis penyakit, pemeriksaan kondisi sebelum dan sesudah terapi pengobatan, serta penunjang operasi saluran cerna, jantung, pembuluh darah, otot, saluran pernapasan, tulang, persendian, paru-paru, dan hati.

Baca Juga: Sebelum Tes Fluoroskopi, Lakukan 5 Persiapan Ini

Sama seperti prosedur pemeriksaan lainnya, kamu dianjurkan untuk menaati aturan sebelum dan setelah fluoroskopi dilakukan. Salah satunya dengan perbanyak minum air putih. Apa alasannya? Ketahui informasi lengkapnya di sini.

Anjuran Minum Air Putih dalam Fluoroskopi

Seseorang yang menjalani fluoroskopi dianjurkan untuk minum air putih sebelum, saat, dan setelah pemeriksaan. Sebelum dan saat pemeriksaan, minum air putih dilakukan untuk mengeluarkan pewarna kontras. Namun sebelumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan hati dan ginjal terlebih dulu.

Setelah pemeriksaan, minum air putih bertujuan untuk mengeluarkan pewarna kontras yang dikonsumsi sebelumnya dari dalam tubuh. Jika tidak, pewarna kontras berisiko menimbulkan reaksi alergi dan gangguan fungsi ginjal.

Selain minum air putih, terdapat beberapa anjuran lain yang perlu dipatuhi, antara lain:

  • Sebelum fluoroskopi. Dianjurkan untuk lepas semua aksesoris yang melekat di tubuh (seperti gelang, anting, atau kalung), gunakan pakaian khusus yang disiapkan oleh rumah sakit, serta hindari makan atau minum apapun sejak malam sebelum pemeriksaan.

  • Saat fluoroskopi. Patuhi anjuran dokter, termasuk saat diminta memindahkan posisi tubuh. Hal ini dilakukan untuk membantu proses pengambilan gambar organ tubuh.

  • Setelah fluoroskopi. Dianjurkan untuk tidak mengemudi sampai efek dari obat bius hilang dan temui dokter jika muncul tanda infeksi pada lokasi bekas masuknya kateter, seperti rasa nyeri, kemerahan, atau pembengkakan.

Baca Juga: Pancarkan Radiasi, Apa Risiko Fluoroskopi yang Perlu Diwaspadai?

Gambaran Umum Pelaksanaan Fluoroskopi

Durasi pelaksanaan fluoroskopi tergantung pada bagian tubuh yang diperiksa dan keputusan tindakan dari dokter. Secara umum, fluoroskopi berlangsung selama 30 menit atau lebih lama jika diperlukan pemeriksaan mendalam.

Hasil fluoroskopi keluar 1-3 hari setelah pemeriksaan. Dokter menentukan jadwal pertemuan berikutnya untuk menjelaskan hasil pemeriksaan. Lantas, bagaimana prosedur fluoroskopi dilakukan?

  • Persiapan fluoroskopi, patuhi semua anjuran yang diminta dokter sebelum pemeriksaan dilakukan. Biasanya kamu akan diberikan pewarna kontras untuk memudahkan proses pengambilan gambar organ internal tubuh. Pewarna kontras bisa diberikan secara oral, melalui anus, atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

  • Selama pemeriksaan. Kamu diminta merebahkan diri pada tempat tidur yang disediakan, kemudian arahkan tubuh yang akan diamati ke alat. Bila perlu, ubah posisi dan tahan napas selama prosedur berlangsung agar hasil gambar optimal.

  • Setelah fluoroskopi, ikuti anjuran yang sudah disebutkan di atas.

Perlu diketahui bahwa selain pewarna kontras, penggunaan sinar-X dalam fluoroskopi berpotensi sebabkan masalah kesehatan. Misalnya gangguan pada kulit dan kanker, tapi potensinya tergolong kecil dan terjadi jika dilakukan dalam waktu lama. Bicarakan pada dokter terkait efek samping yang terjadi selama pelaksanaan flurosokopi agar lebih waspada.

Baca Juga: Bagaimana Prosedur Pelaksanaan Fluoroskopi?

Itulah alasan harus minum air putih sebelum dan setelah fluoroskopi. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar fluoroskopi, jangan ragu bertanya dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!