Licorice Candy: Uniknya Permen Akar Manis Hitam Merah

Mengenal Licorice Candy: Camilan dengan Sejuta Keunikan dan Pertimbangan Kesehatan
Licorice candy atau permen akar manis adalah camilan yang mendunia, dikenal dengan cita rasa uniknya. Permen ini dibuat dari ekstrak tanaman *Glycyrrhiza glabra*, sering disebut akar manis. Selain ekstrak akar manis, bahan utamanya meliputi gula dan pengental seperti pati atau gelatin.
Karakteristik khas permen ini adalah aromanya yang seringkali menyerupai adas manis atau molase. Kandungan *glycyrrhizin* dalam ekstrak akar manis memberikan rasa manis alami yang khas. Permen licorice tersedia dalam berbagai varian, mulai dari yang hitam klasik hingga yang merah dengan rasa buah.
Apa Itu Licorice Candy?
Licorice candy merupakan permen yang bahan dasarnya berasal dari ekstrak akar tumbuhan *Glycyrrhiza glabra*. Tumbuhan ini telah digunakan secara tradisional untuk berbagai keperluan, termasuk dalam pengobatan herbal. Dalam bentuk permen, ekstrak akar manis dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti gula, sirup glukosa, dan pengental.
Proses pembuatan licorice candy melibatkan pencampuran ekstrak akar manis dengan pemanis dan pengental, kemudian dibentuk menjadi berbagai wujud. Varian hitam adalah yang paling tradisional, namun varian merah dengan rasa buah-buahan juga populer. Kandungan *glycyrrhizin* adalah senyawa aktif yang memberikan rasa manis alami dan beberapa efek pada tubuh.
Karakteristik dan Ragam Jenis Licorice Candy
Licorice candy memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang sangat beragam, menjadikannya camilan yang menarik. Rasa klasiknya, terutama pada varian hitam, seringkali digambarkan mirip adas manis atau *anise*. Di beberapa negara Nordik, terdapat varian asin yang disebut salmiakki.
Permen ini hadir dalam berbagai tekstur, mulai dari yang lembut (*soft*) hingga yang keras. Ada juga *liquorice allsorts*, yaitu campuran berbagai bentuk dan rasa licorice dalam satu kemasan. Meskipun identik dengan warna hitam, varian merah dengan rasa buah seperti stroberi juga banyak ditemukan di pasaran. Bahan-bahan umum yang digunakan selain ekstrak akar manis adalah gula, serta pengental seperti tepung terigu, gum arab, atau gelatin.
- Rasa Klasik: Mirip adas manis atau *anise*, seringkali asin untuk varian Nordik (salmiakki).
- Varietas: Tersedia dalam bentuk lembut, keras, dan campuran (*liquorice allsorts*).
- Warna: Umumnya hitam, namun ada juga varian merah dengan rasa buah.
- Bahan Utama: Ekstrak akar manis, gula, dan pengental seperti tepung terigu atau gelatin.
Manfaat Kesehatan dari Akar Manis dalam Licorice
Secara tradisional, akar manis (*Glycyrrhiza glabra*) telah dimanfaatkan dalam pengobatan herbal karena sifat-sifatnya. Ekstrak akar manis dikenal memiliki efek menenangkan pada saluran pernapasan. Oleh karena itu, secara tradisional akar manis sering digunakan untuk membantu meredakan batuk.
Selain itu, akar manis juga dipercaya dapat membantu mengatasi masalah lambung. Senyawa dalam akar manis dapat memberikan efek perlindungan pada lapisan lambung. Penting untuk dicatat bahwa manfaat ini umumnya berasal dari ekstrak akar manis murni, bukan dari permen licorice yang mengandung gula tinggi dan bahan tambahan lainnya.
Risiko Konsumsi Berlebihan Licorice Candy
Meskipun licorice candy menawarkan rasa yang khas, konsumsi berlebihan, terutama varian hitam, dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Kandungan *glycyrrhizin* yang tinggi dalam permen hitam adalah penyebab utamanya. Senyawa ini dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Konsumsi *glycyrrhizin* dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah. Ini terjadi karena *glycyrrhizin* dapat memicu tubuh menahan natrium dan mengeluarkan kalium. Akibatnya, seseorang dapat mengalami hipokalemia, yaitu kondisi kadar kalium dalam darah yang terlalu rendah.
Hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, irama jantung tidak teratur, dan dalam kasus parah, masalah jantung serius. Selain itu, karena permen ini mengandung gula, konsumsi berlebihan juga meningkatkan risiko diabetes. Oleh karena itu, menikmati licorice candy dalam jumlah sedang atau wajar sangat dianjurkan.
Tips Konsumsi Licorice Candy Secara Bijak
Agar dapat menikmati licorice candy tanpa khawatir berlebihan, beberapa tips dapat diterapkan. Pertama, perhatikan porsi konsumsi, terutama untuk varian hitam yang memiliki kandungan *glycyrrhizin* lebih tinggi. Menikmati permen ini sebagai camilan sesekali jauh lebih baik daripada menjadikannya konsumsi harian.
Membaca label nutrisi adalah langkah penting untuk memahami kandungan gula dan kalori dalam permen. Pilihlah varian dengan kandungan gula yang lebih rendah jika tersedia, atau batasi jumlahnya. Bagi individu dengan riwayat tekanan darah tinggi atau diabetes, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi licorice candy sangat disarankan.
Di Mana Menemukan Licorice Candy di Indonesia?
Permen akar manis ini semakin mudah ditemukan di Indonesia, baik secara daring maupun luring. Banyak toko makanan impor atau supermarket besar yang menyediakannya. Ketersediaan daring juga sangat luas, menawarkan berbagai merek dan jenis, termasuk varian impor.
- Toko Daring: Platform seperti Blibli, Shopee, dan Tokopedia menawarkan beragam pilihan licorice candy.
- Toko Luring: Supermarket besar atau toko khusus makanan impor seringkali menyediakan jenis permen ini.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Licorice candy adalah camilan unik yang terbuat dari ekstrak akar manis, gula, dan pengental, tersedia dalam varian hitam dan merah. Meskipun akar manis secara tradisional memiliki manfaat kesehatan, konsumsi permen ini harus dibatasi. Kandungan *glycyrrhizin* dan gula yang tinggi dapat berisiko bagi tekanan darah dan kadar gula darah jika dikonsumsi berlebihan.
Halodoc merekomendasikan untuk menikmati licorice candy dalam jumlah yang wajar dan tidak menjadikannya bagian dari diet harian. Individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi permen ini. Tetap utamakan keseimbangan nutrisi dan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan optimal.



