Septum Hidung Bengkok? Kenali Gejala dan Atasi Segera

Septum hidung adalah dinding tulang rawan dan tulang yang terletak di antara dua rongga hidung. Struktur ini bertugas memisahkan lubang hidung kanan dan kiri, serta membentuk kerangka pendukung hidung. Idealnya, septum hidung berada tepat di tengah, namun tidak jarang kondisi ini mengalami kemiringan atau bengkok yang dikenal sebagai deviasi septum. Kondisi deviasi septum dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada hidung dan saluran pernapasan atas.
Apa Itu Septum Hidung?
Septum hidung merupakan struktur penting di dalam hidung yang terdiri dari tulang rawan di bagian depan dan tulang tipis di bagian belakang. Dinding ini memanjang dari bagian luar hidung hingga ke tenggorokan, berfungsi sebagai pembatas antara rongga hidung sebelah kanan dan kiri. Struktur yang kuat namun fleksibel ini membantu menjaga bentuk hidung dan berperan krusial dalam proses pernapasan yang optimal.
Fungsi Penting Septum Hidung
Keberadaan septum hidung sangat vital bagi kesehatan pernapasan dan integritas struktural hidung. Beberapa fungsi utamanya meliputi:
- **Memisahkan Lubang Hidung:** Septum memastikan udara yang masuk dapat terdistribusi dengan baik ke kedua sisi rongga hidung.
- **Membentuk Struktur dan Mendukung Hidung:** Memberikan kerangka yang kokoh, menjaga bentuk hidung agar tetap simetris, dan mendukung jaringan lunak di sekitarnya.
- **Mengarahkan Aliran Udara:** Membantu mengatur dan mengarahkan aliran udara yang masuk agar melewati area yang tepat untuk penyaringan, penghangatan, dan pelembapan sebelum mencapai paru-paru.
Mengenal Deviasi Septum: Ketika Septum Hidung Miring
Deviasi septum adalah kondisi umum di mana septum hidung tidak berada di tengah, melainkan bengkok atau miring ke salah satu sisi rongga hidung. Tingkat kemiringan dapat bervariasi, dari ringan hingga parah. Deviasi septum yang signifikan dapat menyempitkan salah satu atau kedua saluran hidung, menghambat aliran udara, dan memicu berbagai keluhan kesehatan.
Penyebab Deviasi Septum
Deviasi septum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik yang terjadi sejak lahir maupun akibat cedera. Penyebab umum meliputi:
- **Kelainan Sejak Lahir (Kongenital):** Beberapa individu dilahirkan dengan septum yang sudah bengkok atau cenderung bergeser selama perkembangan janin.
- **Cedera Hidung:** Pukulan atau trauma pada hidung, baik saat berolahraga, kecelakaan, atau insiden lainnya, dapat menyebabkan septum bergeser dari posisi idealnya.
Gejala Deviasi Septum yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua kasus deviasi septum menimbulkan gejala. Namun, jika kemiringan septum cukup parah, beberapa tanda dan gejala berikut mungkin muncul:
- **Kesulitan Bernapas Melalui Hidung:** Seringkali lebih terasa di satu sisi hidung yang lebih sempit.
- **Hidung Tersumbat:** Rasa tersumbat yang persisten atau sering kambuh, terutama di satu sisi hidung.
- **Napas Berisik Saat Tidur:** Dapat berupa mendengkur atau napas yang lebih berat, akibat aliran udara yang terhalang.
- **Mimisan Sering:** Permukaan septum yang bengkok lebih mudah kering dan terpapar aliran udara, meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah kecil.
- **Infeksi Sinus Berulang (Sinusitis):** Drainase lendir dari sinus terganggu, menyebabkan penumpukan dan infeksi.
- **Sakit Kepala:** Tekanan yang terbentuk akibat penyumbatan dapat memicu sakit kepala.
- **Postnasal Drip:** Lendir yang menetes dari belakang hidung ke tenggorokan.
- **Mulut Kering:** Akibat kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur karena hidung tersumbat.
Pilihan Penanganan Deviasi Septum
Penanganan deviasi septum bergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami.
- **Deviasi Ringan:** Jika gejala tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, deviasi septum ringan mungkin tidak memerlukan penanganan khusus.
- **Obat-obatan:** Beberapa jenis obat-obatan, seperti dekongestan atau semprotan hidung steroid, dapat diresepkan untuk meredakan gejala sementara seperti hidung tersumbat atau peradangan. Namun, obat-obatan ini tidak meluruskan septum, hanya mengurangi keluhan.
- **Septoplasti:** Kasus deviasi septum yang parah dan menimbulkan gejala signifikan sering kali memerlukan septoplasti. Septoplasti adalah prosedur bedah untuk meluruskan atau memposisikan kembali septum hidung agar aliran udara menjadi lancar. Operasi ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT).
Pencegahan Cedera Hidung untuk Kesehatan Septum
Meskipun deviasi septum dapat bersifat bawaan, cedera hidung adalah penyebab yang dapat dicegah. Beberapa langkah untuk mengurangi risiko cedera hidung meliputi:
- **Gunakan Pelindung:** Selalu gunakan helm atau pelindung wajah saat berpartisipasi dalam olahraga kontak atau aktivitas yang berisiko tinggi cedera.
- **Gunakan Sabuk Pengaman:** Pastikan selalu mengenakan sabuk pengaman saat berkendara untuk meminimalkan risiko cedera wajah dan hidung akibat benturan.
Jika mengalami gejala seperti kesulitan bernapas melalui hidung, hidung tersumbat kronis, atau mimisan berulang, konsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan kondisi septum hidung dan merekomendasikan penanganan yang sesuai. Aplikasi Halodoc memungkinkan konsultasi kesehatan yang mudah dan cepat dengan dokter spesialis.



