02 August 2018

Serangan Bom Bisa Sebabkan Gangguan Gendang Telinga

gangguan gendang telinga, gangguan pendengaran

Halodoc, Jakarta - Beberapa bulan ke belakang, Indonesia dikejutkan dengan serangkaian teror bom di beberapa tempat. Tepatnya di beberapa gereja dan Mapolertabes kota Surabaya. Kamu tentu tahu ledakan bom sendiri pastinya bisa berdampak negatif bagi fisik dan psikis. Mulai dari luka-luka, cacat fisik, hingga kematian. Sedangkan psikis, tak jarang membuat korbannya mengalami trauma berat.

Serangan bom juga bisa menyebabkan gangguan pada indra pendengaran, khususnya gangguan gendang telinga. Bahkan, bila suara yang ditimbulkan amat kencang, orang yang jaraknya relatif jauh dari sumber suara pun berisiko mengalami gangguan pendengaran.

Baca juga: 4 Penyebab Telinga Bindeng yang Perlu Diwaspadai

Organ yang Rapuh

Terganggunya indera pendengaran akibat ledakan bom sebenarnya merupakan hal yang wajar. Pasalnya, gelombang suara dengan kekuatan berlebihan bisa menyebabkan robeknya gendang telinga. Ini karena telinga termasuk salah satu organ tubuh yang cukup rapuh dan sensitif.

Jangankan bom, suara letusan senjata api atau terpapar bunyi bising dalam waktu lama juga bisa menyebabkan gangguan gendang telinga. Bahkan akibat terparah akibat paparan bunyi yang terlalu bising juga bisa memecahkan gendang telinga.

Nah, pecahnya gendang telinga merupakan kondisi terjadinya sobekan atau lubang pada membran timpani. Membran ini sendiri merupakan jaringan tipis yang menyerupai kulit yang memisahkan saluran telinga bagian luar dan telinga bagian tengah. Pecahnya gendang telinga bisa menyebabkan gangguan berupa hilangnya pendengaran dan infeksi telinga pada bagian tengah.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat ke Dokter THT

Kurang dari 30 Meter

Pada dasarnya, semakin dekat seseorang dengan sumber ledakan bom, semakin ia berisiko untuk mengalami gangguan pendengaran. Menurut ahli dari Stanford University School of Medicine, AS, suara ledakan bom ini bisa membuat hilangnya pendengaran, bahkan sifatnya bisa permanen. Pasalnya, suara yang ditimbulkan itu bisa merusak sel saraf gendang telinga secara permanen.

Lalu, kira-kira berapa jarak yang amat riskan sih? Kata ahli, seseorang yang berada kurang dari 30 meter dari sumber ledakan, berisiko besar mengalami kerusakan sel saraf, pecahnya gendang telinga, hingga hilangnya pendengaran.

Untuk dampak yang relatif “kecil”, ledakan bom ini bisa membuat telinga berdenging. Kata ahli dari University Hospital of Helsinki, Finlandia, seseorang yang berada di sekitar lokasi bom juga berisiko mengalami keluhan telinga berdenyut. Hal ini disebabkan karena rusaknya sel rambut di telinga bagian tengah.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Kotoran Telinga

Kenali Gejalanya

Meski bisa menimbulkan gangguan gendang telinga, kabar baiknya kerusakan ini bisa sembuh dengan sendirinya. Tentunya, bila sobekan di gendang telinga terbilang kecil. Namun, bila sobekan itu relatif besar atau pada kondisi tertentu, gangguan gendang telinga hanya bisa diatasi dengan tindakan operasi. Lalu, apa sih gejala gangguan gendang telinga seperti pecahnya gendang telinga?

- Demam tinggi.

- Vertigo.

- Sakit telinga yang berlangsung dan berlalu cepat.

- Kehilangan fungsi pendengaran.

- Mual atau muntah yang diakibatkan oleh vertigo.

- Hilangnya pendengaran.

 - Munculnya suara mendenging di dalam telinga.

Yang perlu diingat, segeralah minta bantuan ahli bila dirimu mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan bom. Apalagi bila ledakan itu membuat turunnya fungsi pendengaran, pusing, telinga berdenging, hingga keluarnya darah atau cairan telinga. Ingat, kondisi ini tak menutup kemungkinan bisa mengakibatkan gangguan pendengaran secara permanen.

Punya keluhan dengan gendang telinga atau gangguan indra pendengaran? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!