08 March 2019

Serba Salah, Coba 5 Posisi Tidur Ini Saat Maag Kambuh

Serba Salah, Coba 5 Posisi Tidur Ini Saat Maag Kambuh

Halodoc, Jakarta – Banyak orang dengan penyakit asam lambung juga memiliki sindrom yang disebut dispepsia. Dispepsia adalah istilah umum untuk ketidaknyamanan lambung. Gejala dispepsia meliputi bersendawa, mual setelah makan, perut kenyang atau kembung, dan nyeri perut bagian atas serta ketidaknyamanan.

Pengidap dispepsia sering kesulitan mendapatkan tidur nyenyak karena refluks asam persisten. Sensasi panas dari mulas tidak membuat usaha tidur pengidapnya lebih mudah. Sebanyak satu dari empat orang yang mengalami gangguan tidur melaporkan bahwa mereka mengalami mulas malam hari.

Baca juga: 5 Makanan yang Aman Dikonsumsi Pengidap Dispepsia

Para peneliti telah menemukan beberapa cara di mana dispepsia bisa mengganggu tidur:

  1. Yang paling jelas, orang-orang mungkin terbangun oleh rasa sakit mulas yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menggerogoti lapisan esofagus.

  2. Jika refluks asam mencapai bagian belakang tenggorokan atau laring, ini dapat memicu batuk atau tersedak.

  3. Orang-orang mungkin bangun ketika mereka mengalami regurgitasi, di mana sejumlah kecil asam lambung muncul melalui kerongkongan dan masuk ke mulut mereka.

  4. Asam lambung yang direfluks menyebabkan kotak suara kejang yang menghalangi saluran udara dan mencegah udara mengalir ke paru-paru.

  5. Sayangnya, banyak mekanisme tidur membuat gejala dispepsia menjadi lebih mungkin terjadi. Sebagai contoh, tindakan berbaring saja meningkatkan risiko refluks asam. Saat kamu dalam posisi duduk atau berdiri, gravitasi membantu menjaga asam lambung dalam perut. Tapi ketika berbaring rata, asam lambung akan lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan.

  6. Posisi tidur cenderung memperlambat kontraksi kerongkongan yang biasanya membuat makanan bergerak ke kerongkongan dan mencegah asam naik kembali. Tidur juga menghasilkan lebih sedikit air liur yang berperan dalam mengembalikan kadar pH esofagus ke normal setelah insiden refluks asam.

Posisi Tidur Ketika Mag Kambuh

Jika kamu seorang pengidap dispepsia, kamu dapat melakukan banyak hal untuk meningkatkan kualitas tidur dengan mengubah posisi tidur:

Baca juga: 6 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Dispepsia

  1. Tinggikan kepala tempat tidur enam hingga delapan inci untuk membantu gravitasi menjaga asam lambung tidak naik kembali.

  2. Jangan tidur telentang, terutama jika kamu mengalami obesitas, karena tekanan pada perut dapat membantu mendorong asam ke kerongkongan.

  3. Jangan tidur di sisi kanan. Untuk beberapa alasan, ini tampaknya mendorong relaksasi sfingter esofagus bagian bawah, cincin otot yang menghubungkan perut, dan kerongkongan yang biasanya bertahan melawan refluks.

  4. Tidurlah di sisi kiri. Ini adalah posisi yang paling baik untuk mengurangi refluks asam.

  5. Kamu juga dapat meningkatkan peluang tidur nyenyak dengan menunggu tiga hingga empat jam setelah makan sebelum tidur. Itu memberi perut kesempatan untuk mengolah makanan dan memindahkannya melalui sistem pencernaan. Perut kemudian akan kosong dan kecil kemungkinannya akan menyebabkan refluks saat berbaring. Makan malam yang lebih kecil dan ringan juga merupakan ide yang bagus.

Baca juga: Fakta Dispepsia, Penyakit yang Lebih Dikenal sebagai Mag

Dengan beberapa penyesuaian gaya hidup, kamu dapat menyelamatkan diri dari banyak ketidaknyamanan yang berasal dari masalah ganda maag kambuh atau dispepsia yang mengakibatkan sulit tidur.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai posisi tidur saat maag kambuh ataupun informasi mengenai penyakit lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.