• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering BAK Setelah Banyak Minum, Wajarkah?

Sering BAK Setelah Banyak Minum, Wajarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu merasa selalu ingin buang air kecil?  Orang dewasa biasanya menghasilkan sekitar 3 liter urine per hari. Namun dengan poliuria, kamu bisa menghasilkan hingga 15 liter per hari. Ini adalah tanda klasik diabetes.

Jika kamu tidak memiliki diabetes, tetapi sering buang air kecil bisa jadi beberapa kondisi menjadi pemicunya. Seperti kandung kemih yang terlalu aktif, pembesaran prostat, dan infeksi saluran kemih. Lantas, kalau kamu sering buang air kecil setelah banyak minum apakah wajar?

4–8 kali Per hari Durasi Normal

Pada kebanyakan orang, biasanya butuh empat hingga delapan kali sehari untuk buang air kecil. Perlu lebih dari delapan kali sehari atau bangun di malam hari untuk pergi ke kamar mandi bisa berarti kamu minum terlalu banyak atau minum terlalu dekat dengan waktu tidur.

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa menjadi gejala dari banyak masalah yang berbeda dari penyakit ginjal untuk hanya minum terlalu banyak cairan. Ketika sering buang air kecil disertai dengan demam, kebutuhan mendesak untuk buang air kecil, dan rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut, bisa jadi kamu mungkin memiliki infeksi saluran kemih. 

Kemungkinan penyebab lain dari sering buang air kecil termasuk:

  1. Diabetes

Sering buang air kecil dengan jumlah besar urine yang tidak normal sering merupakan gejala awal dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 ketika tubuh mencoba untuk membersihkan diri dari glukosa yang tidak terpakai melalui urine.

  1. Kehamilan

Dari minggu-minggu awal kehamilan, rahim yang tumbuh memberi tekanan pada kandung kemih yang menyebabkan sering buang air kecil.

  1. Masalah prostat

Prostat yang membesar dapat menekan uretra (tabung yang membawa urin keluar tubuh) dan menghalangi aliran urine. Ini menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sering disinggung. Kandung kemih mulai berkontraksi, bahkan ketika mengandung sedikit urine yang menyebabkan buang air kecil lebih sering.

Baca juga: Bikin Sering BAK, Ini Cara Mengobati Kandung Kemih Overaktif

  1. Sistitis onterstitial

Kondisi ini penyebab yang tidak diketahui tetapi ditandai dengan rasa sakit di daerah kandung kemih dan panggul. Seringkali, gejala termasuk kebutuhan mendesak dan/atau sering buang air kecil.

  1. Penggunaan diuretic

Obat-obatan ini yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau penumpukan cairan bekerja di ginjal dan menyiram kelebihan cairan dari tubuh yang menyebabkan sering buang air kecil.

  1. Stroke atau penyakit neurologis lainnya 

Kerusakan pada saraf yang memasok kandung kemih dapat menyebabkan masalah dengan fungsi kandung kemih, termasuk sering dan tiba-tiba mendesak untuk buang air kecil.

  1. Penyebab yang kurang umum termasuk kanker kandung kemih, disfungsi kandung kemih, dan terapi radiasi.

Seringkali, buang air kecil yang sering bukan merupakan gejala dari masalah, tetapi masalahnya. Pada orang dengan sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, kontraksi kandung kemih yang tidak disengaja menyebabkan buang air kecil yang sering dan sering mendesak, artinya harus pergi ke kamar mandi sesegera mungkin, bahkan jika kandung kemih sedang tidak penuh.

Perawatan kondisi yang menyebabkan sering buang air kecil akan mengatasi masalah mendasar yang menyebabkannya. Punya masalah dengan saluran kemih, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Frequent Urination: Causes and Treatments.
Everydayhealth. Diakses pada 2019. What Are the Different Reasons for Frequent Urination?