13 November 2018

Sering Lupa, Hati-hati Ensefalopati

Gejala ensefalopati, gejala sering lupa atau pikun

Halodoc, Jakarta -  Jika kamu akhir-akhir ini merasa sering pelupa atau pikun, bisa jadi kamu mengalami penyakit ensefalopati jenis hepatik. Ensefalopati merupakan istilah penyakit yang berarti kelainan atau penyakit otak. Penyakit ini tidak hanya mengacu pada salah satu penyakit, tapi juga menggambarkan berbagai disfungsi otak.

Penyakit ensefalopati yang menunjukkan gejala sering lupa atau ensefalopati hepatik adalah kondisi yang merujuk pada perubahan kepribadian, psikologis, hingga orang yang mengalami gagal hati. Kadar amonia yang tinggi di dalam aliran darah dan otak mungkin menjadi penyebabnya.

Amonia diproduksi oleh bakteri di dalam perut dan usus. Biasanya, hati memecah amonia sehingga membuatnya tidak berbahaya. Namun, orang dengan penyakit hati memiliki lebih banyak amonia karena hati mereka tidak berfungsi. Amonia masuk ke dalam darah, menuju otak, dan menyebabkan gejala yang mengganggu fungsi otak.

Kondisi ensefalopati umumnya dialami oleh orang yang mengidap sirosis hati. Sirosis tidak menular dan tidak dapat diwariskan dari orangtua ke anak, tetapi jika tidak terobati dapat mengakibatkan koma dan kematian. Untuk itu, kamu perlu mengetahui tanda dan gejala ensefalopati hepatik. Gejala utamanya adalah:

  1. Bingun dan pikun.

  2. Mengantuk.

  3. Suasana hati yang berubah-ubah.

  4. Lemah, lesu, dan tidak bertenaga.

Gejala lain yang mungkin terasa dari ensefalopati hepatik adalah sakit kuning, kesulitan berbicara, gemetar, dan mudah marah. Selain itu, orang dengan kondisi ini mungkin juga memiliki gejala penyakit hati yang meliputi adanya cairan di dalam perut dan kaki bengkak.

Penyebab Ensefalopati Hepatik

Kelainan yang merusak hati dan menyebabkan gagal hati dapat mengakibatkan ensefalopati hepatik. Beberapa kelainan ini adalah hepatitis karena virus (seperti hepatitis B dan C), infeksi parah, penyakit autoimun, kanker, dan sindrom Reye. Penyebab lainnya adalah penggunaan obat-obatan, seperti obat anti radang non-steroid (NSAID) dan terlalu banyak minum alkohol. Orang dengan sirosis dapat terkena ensefalopati dari penggunaan sedatif dan analgesik.

Seseorang akan berisiko mengalami ensefalopati hepatik jika:

  1. Dehidrasi.

  2. Makan terlalu banyak protein.

  3. Perdarahan dari dalam usus, perut, atau esofagus.

  4. Infeksi.

  5. Gangguan ginjal.

  6. Kekurangan oksigen.

Dapat Diobati

Ensefalopati hepatik mungkin membutuhkan pengobatan darurat yang memerlukan rawat inap. Pengobatan bertujuan untuk menemukan dan mengobati penyebab, seperti penggunaan obat-obatan tertentu, perdarahan sistem pencernaan, hingga masalah metabolisme. Jika penyebab khusus ensefalopati hepatik adalah perdarahan pada sistem pencernaan, pasien harus diobati secepatnya.

Obat bernama lactulose bertindak sebagai obat pencahar dan membantu mengosongkan usus, sehingga bakteri tidak dapat membuat amonia. Terkadang, antibiotik bernama neomycin juga digunakan. Obat ini membunuh bakteri di dalam usus, sehingga jumlah amonia berkurang.

Di samping itu, beberapa suplemen dapat memperlambat proses kerusakan otak. Ada pun diet khusus diperlukan untuk mengobati penyebab seperti ketidakseimbangan elektrolit. Dukungan oksigen juga diberikan pada otak yang tidak mendapatkan cukup oksigen.

Pencegahan penyakit ensefalopati sulit dilakukan, terutama ensefalopati yang diturunkan dalam keluarga. Namun, beberapa penyebab lain dapat dicegah, misalnya:

  1. Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan.

  2. Hindari zat-zat beracun seperti narkoba.

  3. Mengonsumsi makanan sehat.

Jika kamu mengalami gejala ensefalopati, sebaiknya segera lakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: