17 April 2018

Sering Minum Soda? Hati-hati Bahaya Ini

Sering Minum Soda? Hati-hati Bahaya Ini

Halodoc, Jakarta – Saat cuaca sedang panas-panasnya, memang paling enak minum minuman soda atau yang biasa juga disebut soft drink. Beberapa restoran cepat saji bahkan menawarkan jenis minuman ini sebagai menu utama. Rasanya yang manis dengan sensasi soda yang menyegarkan membuat minuman soda disukai oleh banyak orang. Apakah kamu juga termasuk salah satu penggemar minuman bersoda? Hati-hati, ini bahayanya kalau terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda.

Enggak hanya mengonsumsi makanan siap saji, minum minuman bersoda pun sudah jadi kebiasaan banyak orang saat ini. Bahkan diketahui bahwa rata-rata konsumsi minuman bersoda meningkat, yaitu dari 9,5 galon per orang pada tahun 1997, menjadi 11,4 galon per orang pada tahun 2010. Hal ini berarti bahwa minuman bersoda semakin digemari banyak orang. Tapi tahukah kamu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terlalu banyak konsumsi minuman bersoda dapat memberi dampak buruk tidak hanya untuk kesehatan tubuh tapi juga penampilan?

1. Diabetes

Laporan terbaru dari ilmuwan di Bangor University menunjukkan terlalu sering minum soda bisa mengubah cara kerja metabolisme tubuh sehingga berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Pasalnya, dalam satu kaleng minuman bersoda terdapat minimal 10 hingga 15 sendok teh gula yang setara dengan 160 sampai 240 kalori. Jumlah gula ini merupakan jumlah kebutuhan gula dalam satu hari, bahkan bisa melebihi kebutuhanmu. Jumlah gula yang sangat banyak tersebut akan memengaruhi kadar gula dalam darah dan menyebabkan resistensi hormone insulin. Sehingga nantinya kamu akan lebih berisiko mengalami diabetes mellitus tipe 2.

2. Kekurangan Vitamin

Minuman bersoda dan kafein sama-sama memiliki kandungan asam fosfat yang memiliki efek diuretic, yaitu akan mencuci nutrisi dan vitamin dari tubuhmu, satu jam setelah minum minuman bersoda. Bayangkan jika kamu mengonsumsinya setiap hari, maka tubuh lama-kelamaan akan mengalami kekurangan vitamin.

3. Kecemasan

Setiap kaleng minuman bersoda mengandung jumlah kafein yang sama dengan secangkir kopi yang kuat. Itulah mengapa sering mengonsumsi minuman bersoda bisa menyebabkan insomnia. Bila insomnia berlangsung lama, kecemasan adalah dampak berikutnya yang akan muncul. Minuman bersoda juga terbukti sangat adiktif. Jika kamu sudah terbiasa sering minum minuman bersoda, lalu memutuskan untuk mulai menguranginya, maka mungkin akan mengalami sakit kepala, mudah tersinggung, kelelahan atau bahkan depresi.

4. Kerusakan Otak

Para ahli juga mengungkapkan, konsumsi minuman bersoda secara rutin mungkin bisa mengubah otak dan menghambat kinerja ratusan protein dalam otak. Sering konsumsi minuman bersoda juga dipercaya bisa menyebabkan hiperaktif. Hal ini diketahui setelah peneliti asal Macquarie University, Sydney melakukan eksperimen terhadap tikus-tikus dengan  memberi mereka air gula dan air biasa selama sebulan. Air dan gula yang digunakan dalam riset ini memiliki konsentrasi yang sama dengan yang digunakan dalam minuman bersoda. Hasilnya, tikus yang mengonsumsi air gula menjadi lebih hiperaktif dibandingkan tikus yang minum air biasa. Selain itu, melalui jaringan otak yang diambil, diketahui ada perubahan kadar pada hampir 300 jenis protein.

5. Mengganggu Kesehatan Paru-paru

Peneliti dari University of Adelaide mengungkapkan minuman bersoda kemungkinan bisa memengaruhi paru-paru dengan meningkatkan risiko asma dan penyakit paru obstrukstif kronik (kondisi paru-paru yang tidak dapat disembuhkan).

Mengingat banyaknya dampak buruk yang bisa didapat dari minuman bersoda (baca juga: Terlalu Banyak Konsumsi Soda bisa Picu Penyakit ini), jadi segera ubah kebiasaanmu minum soda dengan perbanyak mengonsumsi minuman yang lebih sehat, seperti air putih, air kelapa, dan jus buah. Kalau kamu mau punya masalah kesehatan yang mengganggu, bicarakan saja pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa meminta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan dimana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Aapp Store dan Google Play.