• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Terpapar Zat Kimia Picu Perdarahan Subkonjungtiva
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Terpapar Zat Kimia Picu Perdarahan Subkonjungtiva

Sering Terpapar Zat Kimia Picu Perdarahan Subkonjungtiva

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 Agustus 2020
Sering Terpapar Zat Kimia Picu Perdarahan Subkonjungtiva

Halodoc, Jakarta –Pernahkah kamu mendengar mengenai kondisi perdarahan subkonjungtiva? Perdarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah kecil pada permukaan mata yang bening (konjungtiva) pecah. Hal ini akan menyebabkan bagian mata yang berwarna putih terlihat kemerahan. Konjungtiva sendiri tidak dapat menyerap darah dengan cepat sehingga muncul titik merah pada mata.

Baca juga: Tumor pada Mata Sebabkan Perdarahan Subkonjungtiva

Meskipun tidak berbahaya, perdarahan subkonjungtiva yang terjadi terkadang membuat pengidapnya merasa khawatir. Umumnya, kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan nyeri. Lalu, benarkah paparan zat kimia dapat menyebabkan perdarahan subkonjungtiva? Berikut penjelasannya.

Inilah Penyebab Perdarahan Subkonjungtiva

Meskipun terlihat menyeramkan, nyatanya kondisi perdarahan subkonjungtiva bukanlah suatu kondisi yang berbahaya bagi mata. Kondisi ini terjadi akibat adanya perdarahan di antara lapisan bening mata dengan lapisan putih mata. Selain itu, perdarahan subkonjungtiva tidak akan menyebabkan pengidapnya merasa nyeri atau gangguan lain pada mata, sehingga, kamu akan menyadari mengalami kondisi ini ketika bercermin atau berkaca.

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami perdarahan subkonjungtiva? Perdarahan pada mata nyatanya dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Melansir dari Healthline, salah satu penyebab perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi iritasi. Nah, kondisi iritasi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti alergi dan juga paparan zat kimia.

Tidak hanya itu, meskipun jarang terjadi, nyatanya perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penggunaan jenis obat-obatan tertentu. Namun, nyatanya beberapa penyebab tersebut bukanlah menjadi faktor pemicu yang menjadi penyebab utama pada kondisi perdarahan subkonjungtiva.

Baca juga: Pakai Lensa Kontak Bisa Terkena Perdarahan Subkonjungtiva

Melansir dari American Academy of Ophthalmology, ada beberapa penyebab yang paling umum menyebabkan kondisi ini, seperti batuk, bersin, dan juga mengejan yang terlalu keras. Beberapa kegiatan tersebut nyatanya meningkatkan tekanan darah pada pembuluh darah yang tingkatkan risiko pembuluh darah menjadi pecah.

Penyebab lainnya yang cukup sering terjadi adalah kondisi trauma pada mata dan juga kegiatan menggosok mata yang terlalu keras. Itulah beberapa penyebab yang sering menjadi faktor pemicu kondisi perdarahan subkonjungtiva. Jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya pada dokter ketika kamu mengalami gangguan pada mata.

Penanganan Tepat untuk Perdarahan Subkonjungtiva

Meskipun kondisi ini tidak berbahaya, tetapi tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kondisi ini tidak menghilang dalam waktu yang cukup lama. Pemeriksaan pada dokter mata dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pemeriksaan fisik dan juga riwayat kesehatan pasien, termasuk cedera yang pernah dialami oleh pengidap perdarahan subkonjungtiva.

Umumnya, kondisi ini tidak memerlukan penanganan secara medis karena dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, melansir WebMD, kamu dapat melakukan beberapa penanganan yang dapat mempercepat titik merah pada mata menghilang. Mengompres bagian mata dengan kompres dingin dan menggunakan obat tetes mata yang dijual pada apotek juga dapat membantu kamu mengatasi perdarahan atau rasa tidak nyaman pada mata.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Perdarahan Subkonjungtiva

Kamu dapat gunakan aplikasi Halodoc untuk membeli obat tetes mata pada apotek terdekat. Cukup menunggu di rumah, kamu bisa mendapatkan obat tetes mata dengan cepat. Selain penanganan secara mandiri, penanganan dengan menggunakan obat-obatan biasanya akan digunakan untuk mengatasi penyebab perdarahan subkonjungtiva, seperti obat diabetes atau obat penurunan tekanan darah tinggi. Sebaiknya lakukan pencegahan dengan menghindari menggosok mata terlalu keras atau hindari mata dari kondisi yang dapat meningkatkan risiko iritasi.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Subconjunctival Hemorrhage.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Subconjunctival Hemorrhage.
Healthline. Diakses pada 2020. Eye Bleeding: What You Need To Know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Subconjunctival Hemorrhage.