Si Kecil Susah Tidur? Waspada Risiko Penyakit Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
susah tidur, anak susah tidur

Halodoc, Jakarta - Di usianya yang masih belia, tidur menjadi salah satu aktivitas yang dibutuhkan anak-anak. Pasalnya, kurangnya waktu tidur anak akan memberikan dampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan otaknya, sehingga ini akan memengaruhi kepribadiannya ketika ia dewasa nantinya. Susah tidur memang lebih umum terjadi pada orang dewasa, tetapi kondisi ini tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada balita dan anak-anak.

Selain perkembangan otaknya yang tidak maksimal, susah tidur pada anak juga akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasannya. Anak yang kurang tidur cenderung mengalami penurunan konsentrasi karena tubuh yang tidak bugar, dan kondisi inilah yang membuat kecerdasannya juga mengalami penurunan.

Penyebab Anak Susah Tidur

Pada dasarnya, susah tidur yang dialami anak bisa disebabkan karena berbagai hal, seperti berikut ini:

  1. Mimpi Buruk

Bisa jadi, anak mengalami mimpi buruk ketika tidur. Kondisi ini memang disinyalir menjadi pemicu utama anak jadi susah tidur. Ia akan merasa takut untuk mengalami mimpi buruk yang sama ketika tidur lagi, dan ini membuatnya terjaga lebih lama.

Baca juga: Susah Tidur Siang, Bujuk Si Kecil dengan Cara Ini

  1. Waktu Tidur yang Kurang Tepat

Kedua, mungkin ibu menyuruh mereka untuk tidur lebih cepat sebelum tubuh anak memang siap untuk beristirahat. Sebelum tidur, tubuh biasanya akan memproduksi hormon melatonin yang memicu timbulnya rasa kantuk. Ketika Si Kecil pergi tidur terlalu cepat, ia akan merasa bosan karena belum mengantuk, dan ini akan memicu timbulnya pikiran-pikiran negatif yang justru akan membuatnya takut.

  1. Terlalu Lama Berinteraksi dengan Perangkat Elektronik

Televisi atau ponsel memang menjadi sarana hiburan utama untuk anak di era modern ini, tetapi interaksi yang terlalu lama dengan benda-benda elektronik justru tidak baik untuk tumbuh kembang anak dan bisa mengganggu pola tidur malamnya. Ini disebabkan karena ia akan menolak untuk tidur sebelum acara atau permainan favoritnya selesai.

Waspada, Berbagai Penyakit Berbahaya Mengintai Si Kecil yang Mengalami Gangguan Tidur

Faktanya, anak susah tidur juga menyebabkan tubuhnya rentan terserang berbagai penyakit berikut ini.

  1. Obesitas

Gangguan tidur yang dialami anak akan membuat nafsu makannya mengalami peningkatan. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan, karena akan memicu terjadinya obesitas, terlebih jika ibu tidak memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya setiap hari. Nantinya, anak pun rentan terserang obesitas di usia dewasa.

  1. Kanker

Sebuah studi yang dilakukan oleh Bernard Fuemmeler, seorang profesor yang merangkap direktur di Virginia Commonwealth University mengungkapkan bahwa waktu tidur anak yang lebih pendek cenderung membuat mereka memiliki BMI atau indeks masa tubuh yang lebih besar. Hal ini akan memicu terjadinya berbagai penyakit, mulai dari obesitas, darah tinggi, hingga kanker yang disebabkan karena pola hidup dan makannya yang tidak sehat.

Baca juga: Tetap Pulas Meski Sedang Banyak Pikiran

  1. Stres dan Depresi

Beberapa waktu lalu, University of Pennsylvania melakukan penelitian terhadap masalah gangguan tidur. Hasilnya, mereka yang kurang tidur memiliki risiko stres dan depresi yang lebih tinggi. Bukan tidak mungkin, karena tubuh yang lelah akan memicu seseorang menjadi mudah marah atau sedih. Jika terjadi pada anak, ini akan memengaruhi kondisi mentalnya.

Jangan pernah abaikan jika anak susah tidur. Coba ibu tanyakan pada dokter apa tips untuk mengatasi masalah ini melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli akan membantu ibu setiap hari selama 24 jam. Aplikasi Halodoc bisa ibu download melalui App Store dan Play Store.