• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Endometriosis?

Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Endometriosis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Endometriosis terjadi ketika jaringan yang melapisi dinding rahim (endometrium) justru tumbuh di luar rahim. Endometriosis dapat melibatkan ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul. Meski tumbuh di luar rahim, jaringan ini tetap punya sifat yang sama, yaitu bisa menebal, rusak, dan luruh setiap siklus menstruasi datang. 

Namun, karena letaknya yang di luar rahim, jaringan ini tidak bisa keluar dari tubuh dan terperangkap. Hal ini kemudian dapat menimbulkan kista endometrioma dan mengiritasi jaringan disekitarnya. Pada akhirnya, endometriosis berkembang menjadi jaringan parut dan adhesi, yakni pita jaringan fibrosa yang menyebabkan jaringan panggul dan organ saling menempel.

Baca juga: Inilah yang Dialami Tubuh saat Mengidap Endometriosis

Sejumlah Faktor Risiko Endometriosis

Endometriosis dapat menyebabkan nyeri parah terutama selama periode menstruasi hingga mengganggu kesuburan. Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya endometriosis:

1. Riwayat Keluarga

Jika kamu punya anggota keluarga yang pernah mengidap endometriosis, kamu punya peluang lebih besar untuk mengembangkannya daripada wanita lain yang tidak punya riwayat keluarga dengan endometriosis. Endometriosis yang dialami anggota keluarga dekat, seperti ibu, nenek, atau saudara perempuan bisa menempatkan kamu pada risiko tertinggi untuk mengembangkan endometriosis.

2. Karakteristik Siklus Menstruasi

Semakin sering kamu mengalami menstruasi, semakin tinggi kemungkinan kamu terkena endometriosis. Wanita yang memiliki siklus menstruasi 27 hari atau kurang berisiko mengalami endometriosis. Bukan cuma itu, wanita yang mendapatkan menstruasi pertama di usia 12 tahun dan mengalami menstruasi lebih dari tujuh hari setiap bulan juga berisiko mengalami endometriosis. 

Kehamilan yang mampu mengurangi frekuensi menstruasi ternyata dapat menurunkan risiko seorang wanita mengidap endometriosis. Jika kamu mengidap endometriosis dan dapat hamil, gejala endometriosis mungkin memudar selama kehamilan. Namun, gejala biasanya muncul kembali setelah bayi lahir.

3. Aliran Menstruasi Terganggu

Jika kamu memiliki kondisi medis yang meningkatkan, menghalangi, atau mengalihkan aliran menstruasi, kondisi ini bisa menjadi faktor risiko endometriosis. Contoh kondisi yang dapat memengaruhi aliran menstruasi meliputi:

  • Peningkatan produksi estrogen.
  • Fibroid atau polip pada rahim.
  • Kelainan struktur uterus, serviks, atau vagina .
  • Ada hal yang menghalangi serviks atau vagina.
  • Kontraksi uterus asinkron.

Baca juga: Endometriosis Bisa Disebabkan dari Genetik, Ini Faktanya

4. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Gangguan sistem kekebalan juga bisa menyebabkan endometriosis. Jika sistem kekebalan tubuh kamu lemah, kecil kemungkinannya untuk mengenali jaringan endometrium yang salah tempat. Jaringan endometrium yang tersebar bisa dibiarkan tertanam di tempat yang salah yang kemudian dapat menimbulkan lesi, peradangan, dan jaringan parut.

5. Operasi Perut

Kadang-kadang operasi perut seperti operasi caesar atau histerektomi dapat salah menempatkan jaringan endometrium. Jika jaringan yang salah tempat ini tidak dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh, kondisinya dapat menyebabkan endometriosis. 

6. Umur

Endometriosis melibatkan sel-sel lapisan rahim, sehingga setiap wanita yang sudah cukup umur untuk mengalami menstruasi dapat mengembangkan kondisi tersebut. Meskipun demikian, endometriosis paling sering didiagnosis pada wanita berusia 20-an dan 30-an. Melansir dari Healthline, para ahli juga berteori bahwa ini adalah usia di mana wanita mencoba untuk hamil dan bagi beberapa orang, infertilitas adalah gejala utama endometriosis.

Baca juga: Ini Tingkatan Endometriosis yang Perlu Diketahui

Apabila kamu sering mengalami nyeri parah saat menstruasi, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Endometriosis.
Healthline. Diakses pada 2020. 6 Risk Factors for Endometriosis.