26 April 2018

Siapa Sangka, Ternyata Bayi Suka Dicium, Lo!

Siapa Sangka, Ternyata Bayi Suka Dicium, Lo!

Halodoc, Jakarta – Saat melihat bayi, secara refleks kamu pasti ingin sekali menciumnya, kan? Tubuhnya yang mungil dengan ekspresi muka yang lucu membuat kamu pasti jadi gemas. Namun, tahukah kamu jika ternyata bayi suka dicium?

Ya, ciuman yang diberikan oleh ibu, ayah, atau orang-orang terdekat akan membuat bayi merasa nyaman. Si Kecil ini tahu bahwa kehadirannya benar-benar dinantikan, bahwa ia memang sangat disayangi oleh semua orang.

Seorang ahli psikologi anak dari The State University of New Jersey, dr. Judith A. Hudson menyatakan bahwa saat dicium, bayi akan tahu ada orang-orang yang melindungi dan menjaganya, tak akan membiarkannya kesepian hingga merasa ketakutan.

Mencium Bayi Membuat Tubuhnya Lebih Sehat

Selain pipi dan dahi, hampir semua bagian tubuh bayi bisa kamu cium, seperti perut, tangan hingga telapak kakinya. Berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh Richard L. Ellis dari University of Wisconsin-Madison, ibu yang mencium bayinya akan memberikan patogen pada bayi. Patogen ini akan memberikan pengaruh positif pada daya tahan tubuhnya.

Baca juga: Inilah Tahap Kemampuan Penciuman Bayi

Studi lain yang dilakukan di University of Otago oleh John Tagg turut membuktikan bahwa ciuman ibu akan membuat tubuh bayi lebih sehat. Hal ini disebabkan karena saat mencium, ibu akan memberikan bakteri baik yang akan membuat tubuh si kecil lebih kebal terhadap penyakit seperti radang telinga atau pilek.

Mencium Bayi akan Merangsang Kecerdasannya

Mencium adalah salah satu bentuk dari penunjukan kasih sayang. Namun, yang tidak banyak diketahui oleh orang tua, alasan mengapa bayi suka dicium adalah ciuman ternyata bisa merangsang kecerdasan dan inteligensinya.

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Washington membuktikan bahwa cinta dan kasih sayang dari orang tua—termasuk memberikan ciuman—pada bayi memiliki pengaruh positif pada perkembangan otaknya. Selaras dengan itu, studi lain yang dilakukan oleh University of Portsmouth di Inggris membantah pernyataan bahwa terlalu mengasuh anak secara berlebihan akan menimbulkan pengaruh negatif pada perkembangan perilaku dan emosionalnya.

Mencium Bayi akan Membuatnya Belajar Berempati

Tak hanya perkembangan fisik, mencium bayi juga ternyata memberikan manfaat positif bagi perkembangan emosionalnya. Selain membangun hubungan yang unik antara anak dan orang tua, kegiatan ini pun disinyalir mampu membuat anak memiliki kepribadian yang unik.

Baca juga: Pelajari Cara Mengatur Pola Tidur Bayi yang Sehat

Bayi yang dirawat dan diasuh dengan baik oleh orang tuanya akan memahami pentingnya kepekaan dan kebutuhan serta apa yang dirasakan oleh orang lain. Saat beranjak dewasa, anak akan mampu berinteraksi lebih baik dengan teman, keluarga, serta orang-orang lain dalam lingkungannya.

Tips Mencium Bayi

Bayi memang suka dicium. Akan tetapi, menciumnya pun ada caranya. Kamu tidak boleh langsung mencium bayi di mulutnya. Kamu juga harus dalam keadaan sehat dan bersih saat mencium bayi, karena tubuh mungilnya yang sedang berkembang membuatnya rentan tertular penyakit.

Selain itu, ciumlah bayi secara perlahan. Meski suka dicium, bayi ternyata tidak suka kalau kamu melakukannya dengan kasar. Ciuman yang kamu berikan juga tidak boleh mengejutkannya. Usahakan pula jangan mencium ketika bayi sedang terlelap, meskipun ia tampak sangat menggemaskan. Bukannya membuat senang atau aman, bayi justru akan merasa terancam, akhirnya ia malah akan menangis.

 

Nah, Sekarang kamu sudah tahu mengapa bayi suka dicium dan bagaimana melakukannya. Kalau kamu punya masalah seputar bayi atau kesehatan tubuh lainnya, jangan ragu untuk menanyakan langsung pada dokter ahlinya. Tak perlu keluar rumah, karena kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk tanya dokter, beli obat, hingga cek lab. Aplikasi Halodoc bisa kamu download di Google Play Store atau App Store.