29 August 2018

Sindrom Aarskog Bisa Pengaruhi Bentuk Fisik

sindrom aarskog, kelainan pada anak, kelainan kromosom, kesehatan anak

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi makanan yang sehat pada masa kehamilan nyatanya adalah hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan ibu dan bayi dalam kandungan sebaiknya dipenuhi. Hal ini akan menentukan kesehatan ibu dan bayi ketika dilahirkan. Berbagai macam kemungkinan penyakit dan kelainan pun dapat ditimbulkan jika ibu tidak memperhatikan asupan nutrisi dan gizi saat masa kehamilan.

Beberapa diantaranya adalah sindrom aarskog. Sindrom aarskog biasa dikenal juga dengan nama aarskog-scott syndrome. Sindrom aarskog merupakan sebuah kondisi kelainan genetik. Sindrom aarskog menyebabkan terganggunya pertumbuhan tinggi seseorang, kelainan otot, tulang, genitalia, tampilan fisik, dan mental secara keseluruhan. Tidak banyak bayi yang lahir dalam kondisi ini, sehingga kondisi ini juga termasuk dalam kondisi yang cukup langka.

Penyebab sindrom aarskog adalah mutasi kromosom X. Maka dari itu, sindrom aarskog banyak dijumpai pada anak laki-laki. Hal ini karena anak laki-laki lebih banyak memiliki kromosom X. Namun, tidak menutup kemungkinan juga anak perempuan dapat mengalami kondisi ini.

Gejala Sindrom Aarskog pada Anak

Pada sindrom aarskog, gejalanya tidak dapat dilihat secara langsung ketika anak lahir. Biasanya, gejala akan mulai terlihat ketika anak memasuki usia 3 tahun.

1. Pada Otot dan Tulang Anak

Sindrom ini nyatanya bisa memengaruhi otot dan struktur tulang anak. Pada anak yang mengalami sindrom aarskog, mereka akan mengalami kelemahan pada otot dan struktur tulang. Dengan begitu, pertumbuhan mereka akan mengalami gangguan. Seperti jari tangan dan kaki yang pendek, pertumbuhan tinggi tubuh tidak sesuai dengan usia anak, indentasi dada, dan jari kelingking yang tampak melengkung.

2. Pada Otak Anak

Tidak hanya perkembangan fisik saja, sebaiknya ibu juga perlu untuk memperhatikan perkembangan otak anak. Tertundanya perkembangan kognitif dan terlambatnya kinerja kognitif pada anak bisa dikaitkan dengan gejala dari sindrom aarskog. Sebaiknya ibu mengetahui dengan baik pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang harus dilakukan oleh anak pada usianya.

3. Bagian Genital Anak

Gejala sindrom aarskog juga dapat dilihat dari perkembangan genital anak. Jika anak mengalami sindrom aarskog, anak akan mengalami keterlambatan kedewasaan seksual. Selain itu, pada anak laki-laki, gejala ini akan terlihat dengan adanya kecacatan skrotum dan testis yang tidak turun.

4. Bagian Wajah Anak

Ada ciri khas tertentu pada wajah anak yang mengalami sindrom aarskog. Biasanya pada anak yang mengalami sindrom aarskog, mereka akan memiliki wajah yang sangat bulat. Selain itu, hidung akan bertumbuh lebih besar atau lebih kecil tidak seperti pada anak lainnya. Anak dengan sindrom aarskog juga akan memiliki kelopak mata yang kendur. Pertumbuhan gigi yang terlambat dan lipatan pada kuping atas juga bisa menjadi gejala pada anak yang memiliki sindrom aarskog.

Tidak ada salahnya untuk memeriksakan kandungan pada dokter kandungan sejak dini. Jika ibu memiliki keluhan selama masa kehamilan, ibu bisa konsultasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: