• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sinusitis, Asma, dan Polip Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sinusitis, Asma, dan Polip Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?

Sinusitis, Asma, dan Polip Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 13 September 2022
Sinusitis, Asma, dan Polip Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?Sinusitis, Asma, dan Polip Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?

"Rhinitis bisa membuat penyakit asma yang kamu alami semakin bertambah buruk. Penting untuk mengenali gejala rhinitis agar kamu bisa segera mencari pengobatan bila mengalaminya, sehingga komplikasi bisa dicegah."

Halodoc, Jakarta - Rhinitis alergi adalah terjadinya peradangan pada bagian dalam hidung yang disebabkan karena alergen, seperti serbuk sari, debu, jamur, atau serpihan dari benda atau hewan tertentu. Umumnya, rhinitis hanya terjadi pada saat-saat atau musim tertentu. Namun, tidak pula menutup kemungkinan gangguan kesehatan ini bisa terjadi sepanjang tahun. 

Terjadinya rhinitis alergi disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap alergen, seolah-olah itu adalah agen berbahaya. Hal ini menyebabkan sel melepaskan sejumlah bahan kimia yang menyebabkan lapisan di dalam hidung atau selaput lendir menjadi bengkak dan menghasilkan lebih banyak lendir. Namun, benarkah sinusitis, asma, dan polip rongga hidung bisa memperparah rhinitis?

Sinusitis, Asma dan Polip Hidung Adalah Komplikasi Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi bisa memicu terjadinya komplikasi lebih lanjut jika tidak segera ditangani. Hidung yang tersumbat tentu akan membuat kamu tidak nyaman ketika tidur, mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi dan mudah emosi.

Rhinitis juga bisa membuat penyakit asma yang kamu alami semakin bertambah buruk. Selain itu, peradangan yang terkait dengan rhinitis alergi terkadang juga bisa memicu komplikasi lainnya, seperti:

  • Polip Hidung

Polip hidung yaitu terjadinya pembengkakan pada lapisan dalam hidung atau sinus yang terjadi karena peradangan pada selaput hidung dan terkadang terjadi akibat dari peradangan karena rhinitis alergi. Polip hidung hanya seperti bulir air ketika baru tumbuh, dan terlihat seperti anggur ketika sudah mulai parah.

Ukuran dan warnanya bervariasi, mulai dari kuning, abu, hingga merah muda. Polip hidung juga bisa tumbuh sendiri maupun berkelompok dan mengganggu pernapasan, mengurangi kepekaan indra penciuman, memblokir sinus yang berujung pada gangguan sinusitis.

Polip hidung kecil dapat diatasi dengan menggunakan semprotan hidung steroid yang membantu mengurangi penyumbatan. Sementara polip yang telah besar ukurannya diangkat dengan pembedahan.

  • Sinusitis

Sinusitis adalah komplikasi dari rhinitis alergi yang paling umum terjadi. Sinusitis muncul sebagai akibat dari terjadinya peradangan atau inflamasi pada bagian sinus. Pada kondisi normal, sinus menghasilkan lendir secara alami yang akan mengalir melalui saluran kecil menuju hidung. Jika terjadi penyumbatan atau peradangan, lendir tidak dapat mengalir keluar dan menyebabkan terjadinya infeksi.

  • Infeksi Telinga Tengah

Otitis media, atau infeksi pada telinga bagian tengah dapat berkembang sebagai komplikasi dari masalah hidung, termasuk rhinitis alergi. Infeksi ini terjadi jika rhinitis menyebabkan masalah dengan tabung eustachius yang menghubungkan bagian belakang hidung dan telinga tengah. Jika tabung ini tidak berfungsi dengan baik, cairan menumpuk di telinga tengah dan di belakang gendang telinga dan dapat terinfeksi.

Kenali Gejalanya

Mengenali gejala rhinitis alergi penting agar kamu bisa segera mencari pengobatan bila mengalaminya, sehingga komplikasi bisa dicegah.

Rhinitis alergi biasanya menyebabkan gejala seperti pilek, bersin, hidung gatal dan tersumbat. Gejala ini hadir setelah tubuh terpapar alergen.

Kebanyakan orang yang mengidap rhinitis alergi mengalami gejala ringan yang bisa dengan mudah diobati. Namun, pada sebagian orang lain, gejala rhinitis alergi bisa parah dan berlangsung terus-menerus, menyebabkan masalah tidur dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Bila rhinitis alergi menimbulkan gejala yang parah, kamu perlu segera menemui dokter untuk mengobatinya.

Pengobatan Rhinitis Alergi

Pengobatan untuk rhinitis alergi tergantung pada seberapa parah gejala yang kamu alami dan seberapa besar pengaruhnya terhadap aktivitas kamu sehari-hari. Pengobatan biasanya bertujuan untuk meredakan gejala, seperti bersin dan hidung tersumbat atau berair.

Bila kamu mengalami rhinitis alergi ringan, kamu bisa mengobati sendiri gejalanya dengan obat-obatan, seperti antihistamin non sedasi jangka panjang. Membersihkan saluran hidung secara teratur dengan larutan air garam juga bisa membantu menjaga hidung bebas dari iritasi. 

Namun, bila kamu mengalami gejala yang sering kambuh atau terjadi terus menerus dan memiliki hidung tersumbat atau polip hidung, dokter bisa merekomendasikan semprotan hidung atau obat tetes yang mengandung kortikosteroid.

Jadi, bukan polip hidung, sinusitis, dan asma yang memperburuk rhinitis alergi, namun sebaliknya. Rhinitis alergi yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan tiga masalah kesehatan tersebut.

Bila kamu masih ingin mengetahui lebih lanjut tentang segala gangguan yang terjadi pada saluran pernapasan, segera tanya dokter di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2021. Allergic rhinitis