28 December 2018

Sinusitis, Asma, dan Polip Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?

Sinusitis, Asma, dan Polip Rongga Hidung Bisa Memperparah Rhinitis Alergi, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Rhinitis alergi adalah terjadinya peradangan pada bagian dalam hidung yang disebabkan karena alergen, seperti serbuk sari, debu, jamur, atau serpihan dari benda atau hewan tertentu. Gangguan pernapasan ini menyebabkan gejala seperti pilek, bersin, hidung gatal dan tersumbat. Gejala ini hadir setelah tubuh terpapar alergen.

Umumnya, rhinitis hanya terjadi pada saat-saat atau musim tertentu. Namun, tidak pula menutup kemungkinan gangguan kesehatan ini bisa terjadi sepanjang tahun. Sebagian besar orang yang mengalami penyakit ini memiliki gejala ringan yang mudah diobati. Sebaliknya, beberapa gejala bisa berujung lebih buruk dan menyebabkan terjadinya gangguan tidur dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Terjadinya rhinitis alergi disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap alergen, seolah-olah itu adalah agen berbahaya. Hal ini menyebabkan sel melepaskan sejumlah bahan kimia yang menyebabkan lapisan di dalam hidung atau selaput lendir menjadi bengkak dan menghasilkan lebih banyak lendir. Namun, benarkah sinusitis, asma, dan polip rongga hidung bisa memperparah rhinitis?

Baca juga: Kenali Perbedaan Rhinitis Alergi dan Sinusitis

Komplikasi karena Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi bisa memicu terjadinya komplikasi lebih lanjut jika tidak segera ditangani. Hidung yang tersumbat tentu akan membuat kamu tidak nyaman ketika tidur, mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi dan mudah emosi.

Lebih penting untuk diketahui, bahwa ternyata rhinitis juga bisa membuat penyakit asma yang kamu alami semakin bertambah buruk. Selain itu, peradangan yang terkait dengan rhinitis alergi terkadang juga bisa memicu terjadinya komplikasi lainnya, seperti:

  • Polip Hidung

Polip hidung yaitu terjadinya pembengkakan pada lapisan dalam hidung atau sinus yang terjadi karena peradangan pada selaput hidung dan terkadang terjadi akibat dari peradangan karena rhinitis alergi. Polip hidung hanya seperti bulir air ketika baru tumbuh, dan terlihat seperti anggur ketika sudah mulai parah.

Ukuran dan warnanya bervariasi, mulai dari kuning, abu, hingga merah muda. Polip hidung juga bisa tumbuh sendiri maupun berkelompok dan mengganggu pernapasan, mengurangi kepekaan indera penciuman, memblokir sinus yang berujung pada gangguan sinusitis.

Polip hidung kecil dapat diatasi dengan menggunakan semprotan hidung steroid yang membantu mengurangi penyumbatan. Sementara polip yang telah besar ukurannya diangkat dengan pembedahan.

Baca juga: Kenali Gejala Rhinitis Alergi pada Anak

  • Sinusitis

Sinusitis adalah komplikasi dari rhinitis alergi yang paling umum terjadi. Sinusitis muncul sebagai akibat dari terjadinya peradangan atau inflamasi pada bagian sinus. Pada kondisi normal, sinus menghasilkan lendir secara alami yang akan mengalir melalui saluran kecil menuju hidung. Jika terjadi penyumbatan atau peradangan, lendir tidak dapat mengalir keluar dan menyebabkan terjadinya infeksi.

  • Infeksi Telinga Tengah

Otitis media, atau infeksi pada telinga bagian tengah dapat berkembang sebagai komplikasi dari masalah hidung, termasuk rhinitis alergi. Infeksi ini terjadi jika rhinitis menyebabkan masalah dengan tabung eustachius yang menghubungkan bagian belakang hidung dan telinga tengah. Jika tabung ini tidak berfungsi dengan baik, cairan menumpuk di telinga tengah dan di belakang gendang telinga dan dapat terinfeksi.

Baca juga: Hidung Mampet Berkepanjangan, Awas Gejala Rhinitis Alergi

Ternyata, polip hidung, sinusitis, dan asma akan lebih buruk jika rhinitis alergi yang terjadi tidak segera mendapatkan penanganan. Namun, kalau kamu masih ingin mengetahui lebih lanjut tentang segala gangguan yang terjadi pada saluran pernapasan, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk langsung bertanya pada dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!