22 October 2018

Sudah Menopause, Apakah Wanita Bisa Hamil?

Sudah Menopause, Apakah Wanita Bisa Hamil?

Halodoc, Jakarta - Berbeda dengan laki-laki, sistem reproduksi wanita menjelang usia lanjut tidak berfungsi kembali. Indung telur dimiliki wanita tidak mampu lagi melepaskan sel telur secara rutin setiap bulan. Itu sebabnya wanita tidak lagi mengalami menstruasi, fase ini yang dikenal sebagai menopause. Menopause menandai akhir dari usia reproduktif. Namun, pernahkah kamu mendengar sebelumnya bahwa wanita yang sudah menopause masih memungkinkan untuk kembali hamil?

Mungkinkah Wanita Hamil Setelah Menopause?

Saat usia reproduktif, tubuh wanita memiliki persediaan sel telur yang mencukupi dan pastinya sehat untuk dibuahi. Proses produksi sel telur yang sehat ini membutuhkan bantuan berbagai hormon seperti progesteron, estrogen, luteinizing hormone (LH), dan follicle hormone (FSH). Produksi sel telur ini disebut sebagai masa ovulasi, sehingga saat sel telur berhasil dibuahi oleh sperma laki-laki, maka kehamilan akan terjadi dan menstruasi tidak terjadi.

Wanita yang sedang menopause tidak langsung berhenti menghasilkan sel telur. Memasuki fase menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron berkurang perlahan dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun. Periode ini disebut perimenopause, ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak beraturan. Kesuburan semakin menurun karena ovulasi sulit terjadi, tetapi menstruasi masih terjadi jika hormon dalam jumlah yang optimal. Kebanyakan wanita mengalami menopause di usia 50 tahun atau lebih.

Di waktu ini, kadar LH dan FSH kamu tetap tinggi namun kadar estrogen dan progesteron tetap rendah. Ketidakseimbangan hormon ini membuat ovarium tidak melepaskan sel telur. Akibatnya, menstruasi berhenti total dan tidak dapat hamil lagi.

Jadi beberapa wanita yang belum sepenuhnya mengalami menopause, atau dalam masa perimenopause yang ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur nyatanya masih dapat mengalami kehamilan. Perimenopause berlangsung selama beberapa tahun sampai tiba masa menopause.

Adakah Cara Mencegah Kehamilan Saat Masa Perimenopause?

Cara yang paling tepat untuk mencegah kehamilan adalah tetap menggunakan kontrasepsi selama satu tahun atau lebih setelah periode menstruasi terakhir setelah berumur 50 tahun. Banyak wanita yang tidak paham dan berhenti menggunakan kontrasepsi saat mengetahui tubuhnya mulai mengalami menopause.

Selain itu, kehamilan saat usia tidak lagi muda harus dicegah. Angka kematian ibu naik secara tetap dari 9 per 100.000 pada usia 25-29 tahun menjadi 66 per 100.000 sesudah usia 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kematian ibu meningkat pesat seiring dengan bertambahnya usia ibu saat hamil dan melahirkan. Beberapa resiko dapat terjadi jika hamil di usia yang tidak lagi muda antara lain:

  • kelahiran prematur

  • berat badan lahir bayi rendah

  • bayi lahir namun kondisinya sudah tidak bernyawa

  • kelainan kromosom pada bayi

  • komplikasi persalinan

  • operasi caesar

  • tekanan darah tinggi pada ibu yang menuju pada kondisi serius seperti preeklampsia dan kelahiran bayi prematur

  • diabetes gestasional, yang meningkatkan risiko diabetes

Bila kamu masih memiliki pertanyaan seputar cara menghadapi menopause dan trik mencegah kehamilan, kamu bisa bertanya pada dokter yang ada di Halodoc. Aplikasi kesehatan ini memiliki layanan Contact Doctor, di mana melalui fitur ini kamu bisa berkomunikasi dengan dokter via Chat, dan Voice/ Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.

 

Baca juga: