Ad Placeholder Image

Sunat Anak Perempuan: Mitos atau Fakta Medis?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 April 2026

Sunat Anak Perempuan: Manfaat atau Bahaya?

Sunat Anak Perempuan: Mitos atau Fakta Medis?Sunat Anak Perempuan: Mitos atau Fakta Medis?

Praktik sunat anak perempuan di Indonesia adalah topik yang kompleks, melibatkan perdebatan antara pandangan tradisi atau agama, sudut pandang medis, serta isu hak asasi manusia. Meskipun masih sering ditemukan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mendorong penghapusan praktik ini demi alasan kesehatan dan kemanusiaan.

Definisi Sunat Anak Perempuan dan Female Genital Mutilation (FGM)

Sunat anak perempuan atau yang sering disebut sunat perempuan, merujuk pada segala prosedur yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh genitalia eksternal perempuan, atau perlukaan lain pada organ kelamin perempuan tanpa alasan medis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan praktik ini sebagai Female Genital Mutilation (FGM) atau mutilasi genital perempuan. FGM merupakan pelanggaran hak asasi manusia terhadap anak perempuan dan perempuan.

Pandangan Medis dan Risiko Kesehatan Sunat Anak Perempuan

Secara medis, sunat anak perempuan tidak memiliki manfaat kesehatan yang terbukti. Sebaliknya, tindakan ini justru membawa risiko kesehatan yang serius.

Berikut adalah beberapa risiko yang dapat ditimbulkan:

  • Infeksi: Luka akibat sunat dapat terinfeksi, bahkan bisa menyebar ke saluran kemih atau organ reproduksi.
  • Pendarahan Hebat: Prosedur tanpa tenaga medis terlatih dan alat steril dapat menyebabkan pendarahan parah yang mengancam jiwa.
  • Nyeri Kronis: Anak perempuan bisa mengalami nyeri berkepanjangan pada area genital.
  • Masalah Seksual: Dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan intim dan menurunkan kepuasan seksual di kemudian hari.
  • Komplikasi Persalinan: Risiko komplikasi saat melahirkan, seperti robekan dan pendarahan, dapat meningkat.
  • Gangguan Psikologis: Trauma dan kecemasan bisa berkembang, berdampak pada kesehatan mental anak.
  • Pembentukan Jaringan Parut: Dapat mengganggu fungsi normal organ genital.

Baik WHO maupun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan tidak ada manfaat kesehatan dari sunat anak perempuan dan sangat tidak menganjurkan praktik ini.

Tinjauan Hukum Mengenai Sunat Anak Perempuan di Indonesia

Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap praktik sunat anak perempuan. Kementerian Kesehatan melarang praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP).

Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 mempertegas langkah penghapusan praktik sunat anak perempuan di Indonesia. Sebelumnya, sempat ada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) pada tahun 2010 dan 2014 yang mengatur tata cara medis. Namun, arah kebijakan pemerintah kini berfokus pada pencegahan total karena praktik ini dinilai lebih banyak mendatangkan bahaya daripada manfaatnya. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi hak dan kesehatan anak perempuan.

Sunat Anak Perempuan dalam Perspektif Agama dan Tradisi

Di tengah pandangan medis dan hukum, praktik sunat anak perempuan masih dipegang oleh sebagian masyarakat karena alasan agama dan tradisi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa sunat perempuan adalah bentuk kemuliaan. Hukumnya berada antara wajib dan sunah dalam konteks tradisi keagamaan.

MUI menekankan bahwa sunat perempuan dalam Islam harus dilakukan dengan halus, tidak boleh melukai atau merusak. Definisi ini berbeda dengan pandangan medis yang menganggap semua bentuk perlukaan pada organ genital perempuan sebagai FGM. Di beberapa daerah seperti Gorontalo dan Banten, sunat anak perempuan seringkali menjadi bagian dari adat istiadat turun temurun. Praktik ini kadang dilakukan oleh dukun bayi pada usia bayi.

Upaya Pencegahan dan Situasi Terkini Sunat Anak Perempuan

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus sunat anak perempuan yang tinggi. Merespons kondisi ini, Kementerian Kesehatan terus aktif menyosialisasikan pencegahan P2GP ke berbagai daerah. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya praktik sunat anak perempuan dan pentingnya perlindungan hak-hak anak. Upaya pencegahan ini melibatkan edukasi kepada orang tua, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Sunat Anak Perempuan

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait sunat anak perempuan:

  • Apa bedanya sunat anak perempuan menurut pandangan agama dan FGM?
    Menurut pandangan agama yang dianut oleh sebagian masyarakat, sunat anak perempuan dilakukan dengan sangat halus dan tidak dimaksudkan untuk merusak. Sementara itu, FGM (Female Genital Mutilation) adalah istilah medis yang digunakan oleh WHO untuk semua praktik perlukaan pada organ genital perempuan tanpa alasan medis, yang seringkali menyebabkan kerusakan.
  • Apakah sunat anak perempuan berdampak pada kesuburan?
    Meskipun bukan penyebab langsung infertilitas, sunat anak perempuan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi panggul kronis atau masalah pada saluran kemih. Kondisi ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan berpotensi mempersulit kehamilan.
  • Bagaimana jika anak perempuan saya sudah disunat dan mengalami masalah?
    Sangat penting untuk segera mencari bantuan medis profesional. Konsultasikan kondisi anak dengan dokter atau spesialis kandungan. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Meskipun praktik sunat anak perempuan masih diakui sebagai tradisi atau bagian dari pemahaman agama oleh sebagian masyarakat, secara medis dan hukum kesehatan di Indonesia saat ini, tindakan ini tidak direkomendasikan dan dilarang dilakukan, khususnya jika tindakan tersebut melukai atau memotong. Praktik ini membawa risiko kesehatan yang serius dan termasuk dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia.

Halodoc sangat menganjurkan masyarakat untuk mengedepankan kesehatan dan keselamatan anak perempuan. Apabila ada pertanyaan atau kekhawatiran terkait praktik sunat anak perempuan atau kondisi kesehatan anak, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau tenaga medis profesional. Tenaga ahli di Halodoc siap memberikan informasi yang akurat dan dukungan medis yang dibutuhkan untuk membuat keputusan terbaik demi kesehatan buah hati.