19 June 2018

Susah BAB Saat Bepergian? Ini Alasannya!

penyebab susah bab, susah bab saat bepergian ini alasannya, tips supaya tidak susah bab, melancarkan pencernaan

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu termasuk orang yang susah BAB saat sedang bepergian? Kalau iya, ada penjelasannya kok. Dilansir dari The Atlantic, sekitar 40 persen orang yang melakukan perjalanan mengalami susah BAB. Penyebab susah BAB ini biasanya dikarenakan reaksi bakteri usus karena perubahan pengaturan pola makan yang terjadi saat bepergian.

Setiap kali kamu meninggalkan kebiasaan makanmu, secara tidak langsung akan mengganggu keseimbangan microflora usus yang pada akhirnya berimbas pada konstipasi. Duduk di pesawat, mobil, atau berkendara dalam jangka waktu lama menjadi penyebab susah BAB, karena membuat usus tersumbat dan mengabaikan dorongan untuk BAB.

Perbedaan waktu juga bisa menjadi penyebab yang lain lagi, sebab ada banyak orang memiliki rutinitas gerakan usus normal, sehingga BAB terjadi secara teratur. Namun, ketika terjadi perbedaan waktu, hal tersebut dapat menyebabkan pergeseran jadwal yang dapat mengacaukan rutinitas.

Stres saat bepergian juga bisa menjadi penyebab susah BAB. Secara tidak langsung stres bisa berpengaruh terhadap kerja usus yang menghentikan kinerja usus sesaat yang berakibat pada susah BAB. Ketidaknyamanan menggunakan jenis toilet yang berbeda dari yang biasanya digunakan juga bisa membuat susah BAB dan ini sering terjadi untuk orang-orang yang susah beradaptasi dengan lingkungan baru. (Baca juga: Heboh Piala Dunia, Ini Alasan Orang Rusia Menggilai Madu)

Kekurangan cairan dan serat adalah penyebab lainnya susah BAB. Cairan dan serat ialah dua kandungan yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Berada dalam transportasi untuk jangka waktu lama membuatmu menghindari minum air terlalu banyak karena dapat meningkatkan keinginan untuk berkemih yang bisa mengganggu perjalanan.

Supaya perjalananmu tetap menyenangkan tanpa bikin sembelit alias susah BAB, berikut ada beberapa tips yang bisa dengan mudah kamu aplikasikan.

  1. Tetap Konsumsi Air Putih Seperti Biasa

Supaya tidak susah BAB, tetaplah mengonsumsi air putih seperti biasa. Tidak apa-apalah sedikit kerepotan dengan berkemih rutin kalau pada akhirnya menunda minum hanya akan menjadi penyebab susah BAB. Bolak-balik ke toilet saat bepergian juga akan membantumu melancarkan peredaran darah dan meregangkan otot-otot yang tegang.

  1. Makan Yoghurt

Makan atau pun minum yang mengandung probiotik tidak hanya melancarkan pencernaan, tetapi juga membuat feses lebih lembut, sehingga tidak perlu mengejan terlalu kuat untuk mengeluarkannya.

  1. Hindari Mengonsumsi Terlalu Banyak Daging

Mengonsumsi terlalu banyak daging dapat menyebabkan konstipasi alias susah BAB. Daging merah mengandung banyak zat besi sehingga sulit dicerna. Proses pencernaan yang sulit juga bisa menyebabkan susah BAB. Bahkan, zat besi juga bisa membuat pengerasan feses, sehingga membuatnya berwarna gelap dan menghitam. Selain daging, jenis makanan lain yang dapat membuatmu susah BAB adalah keripik dan makanan yang diawetkan. (Baca juga: 5 Hal yang Enggak Boleh Dilupakan saat Mudik)

  1. Tidur yang Cukup

Sebelum bepergian istirahatkan tubuh dengan memiliki tidur yang cukup. Kurang tidur dapat mengacaukan jam biologis termasuk mengganggu jadwal BAB-mu. Sistem pencernaan memiliki waktunya sendiri ketika mengolah makanan. Ketika tidurmu telat, ini bisa mengganggu sistem pencernaan untuk bekerja sesuai dengan fungsinya. (Baca juga: Sering Kesemutan Tanda Adanya Penyakit Ini)

  1. Biasakan Dirimu dengan Perubahan

Jangan biarkan tubuh yang mengatur otak, tetapi semestinya otak lah yang mengatur tubuh. Dengan membiasakan diri untuk menerima perubahan, kegiatanmu (termasuk jadwal ke “belakang”) tidak akan terpatok dengan aturan traveling atau aktivitas lainnya.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab susah BAB serta makanan yang perlu dikonsumsi supaya pencernaan lancar, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.