Advertisement

Tanaman Rami: Kenali Lebih Dekat, Manfaat, dan Cara Tanam

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   22 Juli 2025

Tanaman rami adalah sumber serat alami yang kuat dan banyak dimanfaatkan dalam industri tekstil serta pengobatan tradisional.

Tanaman Rami: Kenali Lebih Dekat, Manfaat, dan Cara TanamTanaman Rami: Kenali Lebih Dekat, Manfaat, dan Cara Tanam

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Tanaman Rami?
  2. Klasifikasi Tanaman Rami
  3. Ciri-Ciri Tanaman Rami
  4. Manfaat Tanaman Rami
  5. Manfaat Tanaman Rami bagi Kesehatan
  6. Cara Menanam Tanaman Rami
  7. Potensi Rami di Indonesia
  8. Kesimpulan

Tanaman rami mungkin belum sepopuler tanaman serat lainnya, tapi manfaatnya luar biasa dalam industri tekstil hingga kesehatan. Dikenal dengan nama ilmiah Boehmeria nivea, rami adalah tanaman penghasil serat alami yang kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.

Selain itu, proses budidayanya terbilang cukup mudah, bahkan bisa dilakukan di lahan terbatas. Yuk, kenali lebih dalam tentang tanaman rami, dari manfaatnya hingga cara menanamnya!

Apa Itu Tanaman Rami?

Tanaman rami (Boehmeria nivea) adalah tumbuhan penghasil serat alami yang telah lama dibudidayakan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Rami dikenal karena seratnya yang kuat, tahan lama, dan memiliki kilau alami. Serat ini banyak dimanfaatkan dalam industri tekstil, pembuatan kertas, tali-temali, hingga aplikasi komposit.

Rami termasuk tanaman tahunan dari keluarga Urticaceae. Selain seratnya, bagian lain dari tanaman rami juga berpotensi dimanfaatkan, seperti daunnya untuk pakan ternak atau pupuk hijau.

Klasifikasi Tanaman Rami

Secara ilmiah, rami diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan).
  • Divisi: Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh).
  • Kelas: Magnoliopsida (Tumbuhan berkeping dua).
  • Ordo: Rosales.
  • Famili: Urticaceae (Keluarga jelatang).
  • Genus: Boehmeria.
  • Spesies: Boehmeria nivea (L.) Gaudich.

Ciri-Ciri Tanaman Rami

Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama tanaman rami:

  • Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
  • Daun berbentuk oval dengan permukaan bawah berwarna putih karena adanya lapisan lilin.
  • Batang tegak, berkayu, dan menghasilkan serat yang kuat.
  • Akar rami adalah akar tunggang dengan banyak akar serabut.

Manfaat Tanaman Rami

Tanaman rami menawarkan berbagai manfaat, di antaranya:

  • Serat tekstil: Serat rami sangat kuat dan tahan lama, cocok untuk pembuatan kain, pakaian, dan produk tekstil lainnya. Serat rami memiliki ketahanan terhadap bakteri dan jamur, menjadikannya pilihan yang baik untuk pakaian musim panas.
  • Bahan baku kertas: Serat rami dapat diolah menjadi kertas berkualitas tinggi dengan tekstur yang halus dan kuat.
  • Tali-temali: Kekuatan serat rami membuatnya ideal untuk pembuatan tali, jaring, dan produk tali-temali lainnya.
  • Aplikasi komposit: Serat rami dapat digunakan sebagai penguat dalam material komposit, menghasilkan produk yang ringan dan kuat.
  • Pakan ternak dan pupuk hijau: Daun rami dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau pupuk hijau untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Manfaat Tanaman Rami bagi Kesehatan

Biji rami dan minyak rami yang dihasilkan dari biji yang dipres, memiliki nilai gizi yang sangat tinggi.

Kandungan nutrisinya meliputi protein, serat, dan magnesium dalam jumlah besar. Selain itu, ada juga kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang cukup tinggi, yang dapat membantu:

Tanaman rami juga mengandung berbagai antioksidan, yaitu senyawa yang melindungi sel dari kerusakan dan dapat membantu menurunkan risiko kanker, seperti:

  • Terpen dan terpenoid.
  • Polifenol, terutama flavonoid.

Kamu bisa cari tahu juga, 13 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan.

Cara Menanam Tanaman Rami

Budidaya tanaman rami melibatkan beberapa tahapan penting:

  • Persiapan lahan: Lahan dibersihkan dari gulma dan diolah agar gembur. Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah.
  • Pembibitan: Rami dapat diperbanyak melalui biji atau stek batang. Pembibitan dilakukan di tempat yang teduh dan lembap.
  • Penanaman: Bibit rami ditanam dengan jarak tanam yang sesuai. Jarak tanam yang umum adalah 60 x 40 cm atau 75 x 50 cm.
  • Pemeliharaan: Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan gulma, dan pemupukan. Pemupukan NPK dilakukan secara berkala untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
  • Pemanenan: Rami dipanen saat tanaman mencapai umur 6-8 bulan. Pemanenan dilakukan dengan memotong batang tanaman dekat permukaan tanah.
  • Ekstraksi serat: Serat rami diekstrak melalui proses retting (perendaman) dan dekortikasi (pemisahan serat dari batang).

Potensi Rami di Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman rami. Kondisi iklim dan tanah yang sesuai memungkinkan rami tumbuh dengan baik di berbagai daerah.

Balai Penelitian Tanaman Industri juga memberikan anjuran teknis budidaya untuk meningkatkan potensi industri tekstil dan non-teknik rami di Indonesia.

Pengembangan rami dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan mendukung industri tekstil nasional.

Selain itu, pemanfaatan limbah pengolahan rami sebagai bioenergi juga berpotensi mengurangi dampak lingkungan.

Kesimpulan

Tanaman rami adalah sumber serat alami yang menjanjikan dengan berbagai aplikasi industri. Dengan budidaya yang tepat dan pemanfaatan teknologi pengolahan yang efisien, rami dapat menjadi komoditas unggulan Indonesia.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang pemanfaatan tanaman herbal atau tanaman obat lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Britannica. Diakses pada 2025. Hemp – Description, Products, Seeds, Fiber, & Uses. 
Medical News Today. Diakses pada 2025. What to know about hemp plants.