12 June 2019

Fitrop Hamil Setelah 5 Tahun Menikah, Kenali 5 Tanda PCOS

gangguan pcos, hamil, fitrop hamil

Halodoc, Jakarta - Perempuan yang sudah menikah maupun belum menikah perlu waspada akan gangguan PCOS. Penuhi diri kamu dengan informasi tentang masalah kesuburan, supaya tidak terlambat mengetahui dan menanganinya. Seperti pengalaman yang dirasakan artis dan host ternama Indonesia, Fitri Tropica atau dikenal dengan Fitrop, yang akhirnya hamil setelah 5 tahun menikah. Ia baru mengetahui bahwa terdapat gangguan PCOS pada dirinya setahun terakhir.

PCOS merupakan gangguan kesuburan pada wanita akibat adanya kista pada indung telur (ovarium). Penyakit ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal yang memengaruhi atau mengganggu menstruasi, sehingga bisa menyebabkan wanita sulit hamil.

Baca juga: Ternyata Wanita juga Bisa Berkumis, Cari Tahu Penyebabnya

Di samping mengganggu kesuburan wanita, gangguan PCOS ini bisa menimbulkan berbagai penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung dan diabetes. Sebagian besar wanita dengan PCOS, dalam indung telurnya muncul banyak kista kecil (polikistik). Itulah sebabnya gangguan ini disebut sebagai sindrom ovarium polikistik.

Supaya kamu selalu waspada, kenali tanda munculnya penyakit PCOS berikut ini:

1. Menstruasi Tidak Teratur

Tanda adanya PCOS yang mudah dikenali adalah menstruasi yang tidak teratur. Siklus menstruasi menjadi lebih jarang atau berkepanjangan. Misalnya, periode menstruasi menjadi lebih panjang, yaitu 35 hingga 45 hari. Bahkan, kamu bisa sama sekali tidak mengalami menstruasi, atau disebut dengan amenorea. Hal ini dapat terjadi karena indung telur mengembangkan terlalu banyak cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur.

2. Tidak Subur

PCOS merupakan salah satu penyebab utama wanita tidak subur, walaupun ia berada dalam usia yang ideal untuk bereproduksi (usia subur). Menstruasi yang tidak teratur inilah yang membuat wanita dengan PCOS sulit untuk hamil.

Baca juga: Wanita Berkumis Masalah Kesehatan atau Hormon?

3. Pertumbuhan Rambut Tidak Normal

Sebanyak 70 persen perempuan yang mengalami PCOS mengalami hirsutisme, atau pertumbuhan rambut pada bagian tubuh perempuan yang biasanya tidak ditumbuhi rambut. Misalnya di dada, bawah dagu, atau di atas bibir. Rambut biasanya gelap dan kasar, disebabkan oleh peningkatan produksi hormon androgen dalam tubuh. Meski demikian, jangan berasumsi secara otomatis bahwa rambut tubuh merupakan tanda PCOS, karena ada banyak kemungkinan penyebab lainnya.

4. Kerontokan Rambut atau Botak

Beberapa wanita yang mengalami PCOS bisa mengalami kebotakan dengan pola seperti pada laki-laki, misalnya penipisan rambut di daerah dahi. Walaupun tidak biasa, gejala PCOS ini memang bisa terjadi dan mungkin bertambah parah pada usia paruh baya.

5. Tanda-Tanda Lainnya

Selain tanda-tanda di atas, terdapat gejala lain yang juga dapat dikaitkan dengan PCOS, tapi hubungannya belum begitu jelas, yaitu:

  • Muncul jerawat. Sebenarnya jerawat bukan tanda utama untuk mendiagnosis PCOS, karena jerawat sangat umum terjadi. Jerawat yang muncul pada wanita PCOS terjadi karena faktor menstruasi yang tidak teratur, dan jerawat yang muncul cenderung lebih sulit diatasi.

  • Sekitar sebagian dari wanita dengan PCOS mengalami obesitas. Wanita dengan PCOS yang obesitas juga sering mengalami resistensi insulin yang menyebabkan kenaikan berat badan atau meningkatkan risiko diabetes.

  • Perubahan suasana hati bisa terjadi karena faktor hormon yang tidak stabil. Wanita yang mengalami PCOS cenderung lebih moody, mengalami kecemasan, depresi, serta gangguan makan (seperti makan berlebihan atau bulimia).

Baca juga: Wanita Berkumis Punya Kelainan Hormon

Beberapa tanda-tanda di atas perlu kamu waspadai. Namun, jika tanda di atas terjadi pada kamu, jangan dulu menganggap bahwa kamu mengalami PCOS. Supaya lebih pasti, komunikasikan keluhan kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.