25 July 2018

Tanda Tahi Lalat Ciri Kanker Melanoma

tanda tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma, tahi lalat, kanker melanoma

Halodoc, Jakarta - Kata ahli, hampir setiap orang memiliki satu tahi lalat di tubuhnya, yang biasanya muncul di masa kanak-kanak. Ada yang menganggap tahi lalat dapat mempermanis tampilan, tapi ada juga yang berusaha menutupinya karena merasa terganggu.

Terlepas dari masalah penampilan, tahi lalat sendiri bisa menyimpan risiko masalah kesehatan yang berhubungan erat dengan kanker kulit melanoma (kanker kulit yang terjadi pada bagian melanosit atau sel-sel penghasil pigmen kulit). Kata ahli, kanker jenis ini jarang terjadi tapi amat berbahaya. Lalu, apa sih tanda tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma?

Baca juga: Kenali 9 Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

Kenali Tahi Lalat Normal

Sebelum mengetahui tanda tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma, ada baiknya kamu berkenalan dengan tanda tahi lalat normal. Tahi lalat yang normal biasanya berwarna merata. Nuansanya kecokelatan, biru keabuan, keunguan, hitam legam, dan noda kemerahan. Kata ahli, orang yang berkulit atau berambut gelap cenderung memiliki tahi lalat yang berwarna lebih gelap, ketimbang mereka yang berkulit putih atau rambut pirang.

Nah, tahi lalat ini enggak hanya menyatu dengan kulit, sebab ada juga tahi lalat yang muncul timbul terangkat, bahkan bisa disertai pertumbuhan rambut. Bagaimana dengan bentuknya? Tahi lalat bisa berbentuk bulat sempurna atau oval, dan berdiameter kurang dari enam milimeter.

Yang perlu diingat, beberapa tahi lalat bisa saja berubah. Misalnya, menggelap ketika hamil, bertambah selama masa remaja, atau memudar ketika seseorang berusia lanjut sebagai respon terhadap hormon.

Baca juga: Mengoperasi Tahi Lalat di Wajah Perlukah?

Awasi Perubahannya

Meski tahi lalat bisa berubah karena berbagai hal, tapi ada beberapa tanda yang mesti kamu waspadai. Misalnya, tahi lalat baru yang muncul setelah usia 30 tahun. Pasalnya, menurut ahli seharusnya di usia tersebut tidak muncul lagi tahi lalat baru. Kata ahli dermatologi dari Fox Chase Cancer Center, AS, kebanyakan kanker kulit melanoma muncul dari kulit yang tadinya normal, hanya 28 persen yang berkembang dari tahi lalat yang sudah ada.

Meskipun begitu, memang tak semua tahi lalat baru selalu menandai melanoma. Banyak hal kok yang bisa membuatnya berubah, seperti terbakar sinar matahari. Misalnya, jika tahi lalat kecil, datar, dan seperti bercak kecokelatan, biasanya dikarenakan efek dari dari paparan sinar matahari.

Yang mesti diperhatikan, bila tubuhmu timbul tahi lalat baru di kemudian hari, sebaiknya tanyakan pada ahli untuk memastikannya. Lalu, apa lagi sih tanda tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma?

“Rumus” ABCDE

Bila ditelisik secara saksama, tahi lalat normal cenderung berbeda dengan tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma. Tahi lalat normal biasanya memiliki satu warna, bulat atau oval, dan berdiameter kurang dari enam milimeter.

Baca juga: 5 Awal Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Nah, sementara itu melanoma punya ciri tersendiri. Kata ahli, tahi lalat yang bisa menandai melanoma memiliki lebih dari satu warna dan diameternya lebih besar dari enam milimeter. Selain itu, bentuknya tidak beraturan dan terasa gatal serta bisa berdarah.

Nah, untuk mempermudah mengenali tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma, para ahli menerapkan ‘rumus’ ABCDE.

1. A (asymmetrical)

Artinya kanker kulit melanoma memiliki bentuk tidak beraturan, tak bisa dibagi dua sama rata, alias asimetris.

2. B (border).

Border atau pinggiran ini berarti pinggiran melanoma tidak rata dan kasar.

3. C (colour)

Warna melanoma biasanya terdiri dari campuran dua atau tiga warna.

4. D (diameter)

Ukuran diameter melanoma biasanya lebih dari enam milimeter.

5. E (enlargement/evolution)

Artinya tahi lalat yang berubah bentuk dan ukuran setelah beberapa lama, biasanya akan menjadi melanoma.

Nah, jika kamu memiliki tahi lalat baru atau memiliki tanda-tanda seperti di atas, segeralah berdiskusi dengan dokter. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!