Tanda Tanda DBD pada Orang Dewasa: Waspada Gejalanya!

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti serta Aedes albopictus. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk orang dewasa, dengan spektrum gejala yang bervariasi dari ringan hingga berat. Mengenali tanda tanda DBD pada orang dewasa sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius, terutama memasuki fase kritis yang berpotensi mengancam jiwa. Artikel ini akan membahas secara rinci gejala-gejala DBD pada orang dewasa, mulai dari tanda awal hingga fase kritis.
Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue. Penyakit ini endemik di banyak negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Infeksi virus dengue dapat menimbulkan berbagai gejala, dan jika tidak ditangani dengan tepat, berisiko menyebabkan kondisi yang lebih parah seperti syok dengue dan perdarahan hebat.
Tanda Tanda DBD pada Orang Dewasa: Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai
Gejala DBD pada orang dewasa umumnya diawali dengan fase demam. Fase ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Penting untuk tidak meremehkan tanda-tanda awal ini dan segera mencari pertolongan medis jika dicurigai DBD.
- Demam Tinggi Mendadak
Salah satu tanda awal dan paling umum adalah demam tinggi yang muncul secara mendadak. Suhu tubuh dapat meningkat drastis hingga mencapai 39°C hingga 40°C. Demam ini seringkali sulit turun meskipun sudah mengonsumsi obat penurun panas biasa. - Nyeri Tubuh Hebat (Breakbone Fever)
Penderita DBD seringkali merasakan nyeri hebat pada otot, tulang, dan persendian. Rasa sakit yang intens ini membuat DBD sering disebut sebagai “breakbone fever” atau demam patah tulang, menggambarkan betapa parahnya nyeri yang dirasakan. - Sakit Kepala dan Nyeri Belakang Mata
Sakit kepala parah, terutama di bagian dahi, merupakan gejala umum lainnya. Selain itu, penderita juga sering melaporkan adanya nyeri di belakang mata, atau dikenal sebagai nyeri retro-orbital, yang biasanya memburuk saat mata digerakkan. - Ruam atau Bintik Merah pada Kulit
Sekitar 2 hingga 5 hari setelah demam dimulai, dapat muncul ruam atau bintik-bintik merah kecil pada kulit. Bintik-bintik ini dikenal sebagai petekie, yang merupakan perdarahan kecil di bawah kulit. Ciri khas petekie adalah tidak hilang saat kulit ditekan. - Gangguan Pencernaan
DBD juga dapat memengaruhi sistem pencernaan, menyebabkan gejala seperti mual dan muntah. Penderita seringkali kehilangan nafsu makan dan mungkin merasakan nyeri ulu hati.
Mengenali Fase Kritis DBD: Tanda Bahaya yang Mengancam
Fase kritis DBD biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-5 setelah demam pertama kali muncul. Pada fase ini, demam mungkin akan turun, namun ini bukan berarti kondisi penderita membaik. Justru, fase ini adalah periode paling berbahaya di mana risiko komplikasi serius seperti perdarahan dan syok dengue meningkat.
- Penurunan Demam (Tanda Palsu Perbaikan)
Penurunan demam pada fase ini seringkali disalahartikan sebagai tanda kesembuhan. Namun, penurunan suhu tubuh ini justru menjadi indikator transisi ke fase kritis, di mana kebocoran plasma dan risiko komplikasi meningkat. - Tanda Perdarahan
Risiko perdarahan meningkat signifikan pada fase kritis. Tanda-tanda perdarahan dapat meliputi gusi berdarah atau mimisan (epistaksis). Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi muntah hitam (hematemesis) atau buang air besar berwarna hitam (melena), yang menunjukkan adanya perdarahan internal. - Lemas Ekstrem dan Penurunan Kesadaran
Tubuh akan terasa sangat lemas, pusing berat, hingga kebingungan atau penurunan kesadaran. Gejala ini adalah tanda bahaya yang menunjukkan kemungkinan terjadinya syok.
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit? Tanda Bahaya DBD
Mengenali tanda bahaya adalah kunci untuk mendapatkan penanganan medis segera dan mencegah kondisi yang lebih serius. Apabila salah satu dari tanda-tanda berikut muncul, penderita harus segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
- Nyeri perut hebat atau terasa sakit saat ditekan.
- Muntah terus-menerus, tidak bisa berhenti.
- Adanya perdarahan, seperti gusi berdarah atau mimisan.
- Tubuh terasa sangat lemas atau tidak bertenaga.
- Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam.
- Pernapasan menjadi cepat atau sesak napas.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue
Pencegahan DBD sangat penting untuk memutus rantai penularan virus. Metode pencegahan utama yang efektif adalah 3M Plus, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, vas bunga, dan tempat minum burung.
- Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat bertelur di dalamnya.
- Mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang dapat menampung air hujan.
- Plus, melakukan upaya tambahan seperti menaburkan larvasida pada penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memakai lotion anti nyamuk, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
Kesimpulan
Memahami tanda tanda DBD pada orang dewasa, mulai dari gejala awal hingga fase kritis dan tanda bahaya, adalah langkah krusial untuk penanganan yang cepat dan tepat. Demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi yang parah, sakit kepala, ruam, serta gangguan pencernaan merupakan indikasi awal. Kewaspadaan harus ditingkatkan saat memasuki fase kritis (hari ke-3 hingga ke-5) di mana demam mungkin turun tetapi risiko perdarahan dan syok meningkat. Jika mengalami tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, atau lemas ekstrem, segera cari pertolongan medis.
Untuk diagnosis dan penanganan yang akurat, konsultasikan gejala yang dialami dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan rekomendasi dan arahan yang sesuai, serta membantu dalam kebutuhan cek lab atau mendapatkan obat yang diperlukan.



