Ad Placeholder Image

Tanda Tanda DBD pada Remaja: Kenali Gejalanya Lebih Dini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Tanda Tanda DBD pada Remaja: Jangan Anggap Remeh Ya!

Tanda Tanda DBD pada Remaja: Kenali Gejalanya Lebih DiniTanda Tanda DBD pada Remaja: Kenali Gejalanya Lebih Dini

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Remaja?

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit DBD dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja, dan membutuhkan penanganan serius karena berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya.

Memahami tanda tanda DBD pada remaja menjadi krusial untuk deteksi dini. Gejala DBD pada kelompok usia ini seringkali mirip dengan penyakit demam lainnya, sehingga penting untuk mengenali ciri khasnya. Identifikasi cepat membantu mencegah kondisi memburuk, terutama saat memasuki fase kritis.

Tanda-tanda Demam Berdarah (DBD) pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

Ciri-ciri Demam Berdarah pada remaja mirip dengan gejala yang dialami orang dewasa. Gejala ini umumnya muncul setelah 4-10 hari terinfeksi virus. Berikut adalah tanda-tanda DBD pada remaja yang memerlukan perhatian:

  • Demam Tinggi Mendadak: Ini adalah gejala awal paling umum, demam bisa mencapai 39-40°C secara tiba-tiba. Demam ini seringkali sulit turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas biasa.
  • Sakit Kepala Hebat: Remaja mungkin mengeluhkan nyeri kepala yang intens, terutama di bagian dahi.
  • Nyeri Otot, Sendi, dan Belakang Mata: Gejala ini sering disebut sebagai “demam patah tulang” karena rasa nyeri yang dirasakan sangat hebat pada otot dan sendi. Nyeri di belakang mata juga khas pada penderita DBD.
  • Mual dan Muntah: Rasa mual yang diikuti muntah dapat terjadi, menyebabkan remaja kehilangan nafsu makan dan merasa tidak nyaman.
  • Lemas dan Lesu: Kondisi tubuh yang tidak fit akibat demam tinggi dan gejala lainnya dapat membuat remaja merasa sangat lemah dan tidak bertenaga.
  • Ruam Merah atau Bintik Kecil di Kulit: Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan atau bintik-bintik merah kecil seperti gigitan nyamuk di kulit. Bintik ini disebut petekie, yang menandakan adanya perdarahan di bawah kulit.
  • Perdarahan Ringan: Gejala perdarahan bisa berupa mimisan (hidung berdarah) atau gusi berdarah. Dalam kasus yang lebih parah, dapat terjadi perdarahan di bawah kulit yang lebih luas.

Penting untuk diingat bahwa penurunan demam bukan berarti kondisi membaik. Fase penurunan demam (hari ke-3 hingga ke-7) adalah periode kritis. Pada fase ini, trombosit atau sel pembeku darah dapat turun drastis, meningkatkan risiko perdarahan internal yang serius.

Fase-fase Demam Berdarah

DBD umumnya berkembang melalui tiga fase, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda:

  • Fase Demam (Febrile Phase): Berlangsung 2-7 hari, ditandai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah.
  • Fase Kritis (Critical Phase): Terjadi setelah fase demam, biasanya pada hari ke-3 hingga ke-7 sakit, ketika demam mulai turun. Meskipun suhu tubuh normal, fase ini sangat berbahaya karena plasma darah dapat bocor dari pembuluh darah, menyebabkan syok. Penurunan trombosit juga terjadi drastis pada fase ini.
  • Fase Pemulihan (Recovery Phase): Jika fase kritis berhasil dilewati, kondisi pasien akan membaik. Cairan tubuh yang bocor akan kembali diserap, dan trombosit mulai meningkat.

Penyebab Demam Berdarah Dengue

DBD disebabkan oleh infeksi salah satu dari empat serotipe virus Dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4). Penularan terjadi ketika nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi menggigit manusia. Nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Mengingat tanda-tanda DBD pada remaja, segera cari pertolongan medis jika remaja mengalami demam tinggi mendadak disertai salah satu gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri otot/sendi, mual/muntah, atau ruam kulit. Terlebih lagi, jika demam mulai turun tetapi muncul tanda-tanda peringatan seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan (mimisan, gusi berdarah), atau kelemahan ekstrem, ini adalah tanda fase kritis dan membutuhkan penanganan darurat di fasilitas kesehatan.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Pencegahan DBD sangat penting, terutama di daerah endemik. Langkah-langkah pencegahan yang efektif meliputi:

  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin (bak mandi, vas bunga, tempat minum burung).
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur.
  • Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
  • Menggunakan losion anti nyamuk atau kelambu saat tidur.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan pintu.
  • Menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Mengenali tanda-tanda DBD pada remaja sejak dini adalah kunci untuk penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius. Jika remaja menunjukkan gejala demam tinggi mendadak disertai nyeri kepala, nyeri otot, mual, atau tanda perdarahan, segera konsultasikan ke dokter. Penurunan demam pada fase kritis justru perlu diwaspadai karena berpotensi terjadi penurunan trombosit yang drastis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai gejala, pencegahan, dan penanganan DBD, Halodoc siap menyediakan panduan medis terpercaya.