Tangan Terasa Sakit Meski Sudah Diamputasi, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tangan Terasa Sakit Meski Sudah Diamputasi, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta - Amputasi merupakan sebuah tindakan operasi pengangkatan seluruh atau sebagian anggota tubuh, seperti kaki, tangan, ataupun jari. Amputasi merupakan tindakan yang cukup dilema. Pasalnya, tindakan ini sering kali menjadi satu-satunya pilihan agar jaringan tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Di negara kita, jumlah amputasi kaki yang disebabkan karena diabetes berkisar antara 15–30 persen, dengan angka kematian pengidap ulkus atau gangren berkisar di antara 17–32 tahun.

Meski telah diamputasi, adakalanya seseorang mungkin merasakan “keberadaan” anggota tubuhnya yang hilang. Misalnya, rasa sakit tajam atau menusuk, kram, nyeri, ataupun rasa terbakar. Lho, kok bisa?

Baca juga: 3 Penyakit yang Mengharuskan Amputasi

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan phantom pain. Setidaknya, sekitar 70–90 persen orang yang telah diamputasi akan merasakan kondisi ini.

Apa Itu Phantom Pain?

Dalam dunia medis, phantom pain merupakan rasa sakit berkelanjutan yang dirasakan oleh seseorang setelah diamputasi. Rasanya memang terdengar aneh, bagaimana bisa bagian tubuh yang sudah tidak ada masih menimbulkan rasa sakit?

Pengidap phantom pain ini merasa bahwa anggota tubuhnya yang hilang masih ada, tapi ukurannya telah menyusut jadi lebih kecil. Rasa nyeri ini paling sering dialami oleh orang-orang yang mengalami amputasi lengan atau kaki. Meski begitu, phantom pain juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain yang diamputasi. Misalnya, payudara, Mr P, bahkan lidah.

Sensasi phantom pain ini, biasanya paling sering timbul segera setelah operasi. Sensasinya bisa bermacam-macam, mulai dari rasa, seperti terbakar, gatal, tekanan, ataupun terkilir. Lama merasakan phantom pain ini bisa berbeda dari satu orang ke orang lainnya. Lamanya bisa berlangsung hanya dalam hitungan detik, jam, bahkan harian.

Baca juga: 5 Alasan Kesehatan yang Mengakibatkan Amputasi

Dalam banyak kasus, phantom pain baru bisa hilang dalam enam bulan pertama setelah amputasi. Meski begitu, ada pula orang-orang yang mengalami keluhan ini selama bertahun-tahun.

Apa yang Menyebabkan Phantom Pain?

Phantom pain berbeda dengan rasa sakit yang disebabkan oleh trauma langsung pada anggota tubuh. Rasa pada phantom pain diduga disebabkan oleh campur aduk pengiriman sinyal rasa sakit dari otak atau sumsum tulang belakang.

Ujung saraf di lokasi ujung amputasi akan terus mengirim sinyal rasa sakit ke otak, meski anggota tubuh itu sudah tidak ada. Nah, hal inilah yang membuat seseorang merasa kalau anggota tubuh tersebut masih ada. Kadang kala otak akan terus mempertahankan rasa nyeri tersebut, dan ditafsirkan sebagai rasa sakit yang nyata. Padahal, sinyal tersebut datang dari saraf yang cedera.

Baca juga: Pro dan Kontra Tindakan Medis Amputasi

Bagian otak bernama cortex somatosensorik diduga memainkan peran dalam kasus phantom pain. Cortex somatosensorik merupakan area otak yang menyimpan data peta somatotopik, yaitu pusat penyimpanan segala jenis informasi mengenai bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk indra sentuhan kita.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!