Ad Placeholder Image

Telapak Kaki Kebas: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Telapak Kaki Kebas: Penyebab, Cara Atasi & Kapan ke Dokter

Telapak Kaki Kebas: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?Telapak Kaki Kebas: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?

Telapak kaki kebas adalah kondisi yang membuat tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi ini bisa berupa hilangnya rasa, kesemutan, atau sensasi seperti terbakar pada telapak kaki. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari hal sepele seperti posisi duduk yang salah hingga masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa Itu Telapak Kaki Kebas?

Telapak kaki kebas adalah kondisi berkurangnya atau hilangnya sensasi pada telapak kaki. Seringkali, kebas disertai dengan gejala lain seperti kesemutan, rasa seperti ditusuk-tusuk, atau sensasi terbakar. Kondisi ini dapat terjadi sementara atau berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, tergantung pada penyebabnya.

Gejala yang Menyertai Telapak Kaki Kebas

Selain hilangnya sensasi, telapak kaki kebas dapat disertai dengan gejala lain, antara lain:

  • Kesemutan (parestesia)
  • Rasa seperti ditusuk-tusuk
  • Sensasi terbakar atau panas
  • Kelemahan pada kaki
  • Nyeri
  • Sulit merasakan suhu (panas atau dingin)

Jika kebas pada telapak kaki sering terjadi atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Penyebab Umum Telapak Kaki Kebas

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan telapak kaki kebas, di antaranya:

  • Posisi Duduk atau Berdiri Terlalu Lama: Menekan saraf atau menghambat aliran darah ke kaki.
  • Kekurangan Vitamin B12: Vitamin B12 penting untuk kesehatan saraf. Kekurangannya dapat menyebabkan kerusakan saraf dan kebas.
  • Alas Kaki Tidak Nyaman: Sepatu yang terlalu sempit atau hak tinggi dapat menekan saraf di kaki.
  • Merokok: Merokok dapat merusak saraf dan pembuluh darah, meningkatkan risiko kebas.

Kondisi Medis yang Menyebabkan Telapak Kaki Kebas

Telapak kaki kebas juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius, seperti:

  • Diabetes: Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf (neuropati diabetik), menyebabkan kebas, kesemutan, dan luka yang sulit sembuh.
  • Saraf Terjepit (Sciatica/HNP): Penjepitan saraf di tulang belakang dapat menyebabkan nyeri dan kebas yang menjalar ke kaki.
  • Penyakit Ginjal: Gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan komplikasi saraf dan kebas.
  • Hipotiroidisme: Kekurangan hormon tiroid dapat memengaruhi fungsi saraf.
  • Penyakit Autoimun: Beberapa penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis, dapat menyebabkan peradangan saraf dan kebas.
  • Infeksi: Infeksi tertentu, seperti penyakit Lyme, dapat memengaruhi sistem saraf.

Cara Mengatasi Sementara Telapak Kaki Kebas

Jika telapak kaki kebas disebabkan oleh posisi duduk atau berdiri yang salah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakannya:

  • Ubah posisi duduk atau berdiri.
  • Pijat lembut telapak kaki.
  • Rendam kaki dalam air hangat.
  • Kompres hangat pada telapak kaki.
  • Lakukan jalan kaki ringan untuk melancarkan aliran darah.
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin B12, seperti daging, ikan, telur, dan susu.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika:

  • Kebas pada telapak kaki sering kambuh atau tidak hilang.
  • Kebas disertai dengan nyeri hebat, mati rasa total, kelemahan, atau kesulitan berjalan.
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh di kaki.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab kebas dan memberikan penanganan yang tepat. Dokter spesialis saraf atau penyakit dalam mungkin akan dilibatkan dalam proses diagnosis dan penanganan.

Rekomendasi Medis Halodoc

Telapak kaki kebas bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi. Penting untuk memerhatikan frekuensi dan gejala yang menyertai kebas tersebut. Jika kebas sering terjadi atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan yang efektif dapat segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.