Ad Placeholder Image

Telinga Berair dan Bau? Jangan Sepelekan, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Maret 2026

Telinga Berair dan Bau? Ini Dia Penyebabnya!

Telinga Berair dan Bau? Jangan Sepelekan, Ini SebabnyaTelinga Berair dan Bau? Jangan Sepelekan, Ini Sebabnya

Telinga Berair dan Bau: Penyebab, Gejala, Serta Penanganannya

Telinga berair dan bau merupakan kondisi yang sering mengindikasikan adanya masalah kesehatan pada telinga. Cairan yang keluar bisa berupa nanah, bening, atau kekuningan, disertai bau tidak sedap. Kondisi ini umumnya menandakan infeksi atau masalah serius yang membutuhkan perhatian medis.

Keluhan telinga berair dan bau seringkali berkaitan dengan infeksi telinga. Ini bisa terjadi di bagian telinga luar maupun tengah, atau dikenal juga sebagai congek. Penyebabnya bervariasi, mulai dari bakteri hingga virus, dan seringkali diikuti nyeri.

Apa itu Telinga Berair dan Bau?

Telinga berair dan bau adalah kondisi ketika ada cairan keluar dari saluran telinga. Cairan ini bisa memiliki konsistensi dan warna yang beragam. Bau tidak sedap muncul akibat aktivitas bakteri atau kuman di dalam telinga.

Kondisi ini merupakan sinyal bahwa ada peradangan atau infeksi di dalam telinga. Bisa juga terjadi akibat cedera pada gendang telinga. Penting untuk segera mencari tahu penyebabnya agar penanganan tepat bisa diberikan.

Gejala yang Menyertai Telinga Berair dan Bau

Selain keluarnya cairan yang berbau, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul. Gejala ini bisa membantu mengidentifikasi jenis dan tingkat keparahan masalah telinga. Deteksi dini gejala dapat mempercepat proses diagnosis dan pengobatan.

Gejala umum yang sering dilaporkan meliputi:

  • Nyeri telinga, bisa ringan hingga parah.
  • Penurunan pendengaran atau rasa penuh di telinga.
  • Gatal pada saluran telinga.
  • Demam, terutama pada kasus infeksi.
  • Keluarnya nanah atau cairan kental dari telinga.
  • Rasa pusing atau vertigo dalam beberapa kasus.

Penyebab Umum Telinga Berair dan Bau

Ada beberapa penyebab utama mengapa telinga bisa berair dan mengeluarkan bau tidak sedap. Memahami penyebab ini penting untuk diagnosis yang akurat. Umumnya, masalah ini berkaitan dengan infeksi atau cedera pada telinga.

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:

Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media atau Congek)

Infeksi telinga tengah atau otitis media adalah peradangan pada ruang di belakang gendang telinga. Jika infeksi ini kronis dan menyebabkan perforasi (robekan) pada gendang telinga, disebut otitis media supuratif kronik, atau sering disebut congek. Infeksi ini menghasilkan nanah yang bisa keluar dari telinga dan berbau busuk.

Penyebabnya seringkali adalah bakteri yang masuk ke telinga tengah, misalnya setelah pilek atau flu. Tekanan cairan yang menumpuk di belakang gendang telinga dapat menyebabkan gendang telinga robek. Cairan tersebut kemudian akan keluar dan mungkin berbau.

Infeksi Telinga Luar (Otitis Eksterna)

Otitis eksterna adalah infeksi yang terjadi pada saluran telinga bagian luar. Kondisi ini sering disebut sebagai “swimmer’s ear” atau telinga perenang, karena paparan air yang terlalu lama dapat memicu infeksi. Bakteri atau jamur adalah penyebab umum dari otitis eksterna.

Saluran telinga yang lembap atau teriritasi memudahkan pertumbuhan mikroorganisme. Gejala meliputi nyeri hebat, gatal, kemerahan, dan keluarnya cairan yang bisa berbau. Penggunaan cotton bud yang salah juga bisa memicu infeksi ini.

Gendang Telinga Pecah atau Robek

Gendang telinga yang pecah atau robek (perforasi membran timpani) adalah penyebab lain dari telinga berair. Robekan ini bisa terjadi akibat infeksi telinga tengah yang parah, cedera langsung ke telinga, atau perubahan tekanan udara yang drastis. Ketika gendang telinga robek, cairan dari telinga tengah dapat mengalir keluar.

Cairan ini bisa disertai dengan nanah dan bau tidak sedap jika terdapat infeksi. Selain itu, penderita mungkin akan merasakan nyeri tiba-tiba dan penurunan pendengaran. Diagnosis oleh dokter spesialis THT sangat penting untuk kondisi ini.

Penanganan dan Pengobatan Telinga Berair dan Bau

Penanganan telinga berair dan bau harus dimulai dengan diagnosis yang tepat oleh dokter. Dokter THT akan menentukan penyebab dan jenis infeksi untuk memberikan terapi yang sesuai. Pengobatan biasanya melibatkan penggunaan antibiotik atau antijamur.

Beberapa langkah pengobatan yang mungkin disarankan:

  • Pemberian antibiotik: Jika penyebabnya bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk tetes telinga atau obat minum.
  • Antijamur: Untuk infeksi telinga luar yang disebabkan oleh jamur, obat antijamur topikal atau oral akan diberikan.
  • Pembersihan telinga: Dokter mungkin akan membersihkan saluran telinga dari kotoran atau nanah secara hati-hati.
  • Operasi: Pada kasus gendang telinga pecah atau congek kronis, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki gendang telinga.

Untuk mengurangi nyeri sementara sebelum konsultasi dengan dokter, dapat dilakukan:

  • Kompres hangat: Tempelkan kompres hangat di area telinga yang sakit.
  • Obat pereda nyeri: Minum parasetamol untuk mengurangi rasa sakit dan demam.

Pencegahan Telinga Berair dan Bau

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko telinga berair dan bau. Menjaga kebersihan telinga dan menghindari faktor pemicu sangat penting.

Beberapa tips pencegahan meliputi:

  • Jaga telinga tetap kering: Keringkan telinga dengan lembut setelah mandi atau berenang.
  • Hindari memasukkan benda ke telinga: Jangan gunakan cotton bud atau benda tajam lainnya untuk membersihkan telinga.
  • Obati infeksi saluran pernapasan atas dengan cepat: Infeksi seperti pilek atau flu dapat menyebar ke telinga tengah.
  • Gunakan penutup telinga saat berenang: Ini dapat membantu mencegah masuknya air dan kuman ke saluran telinga.
  • Hindari paparan asap rokok: Asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi telinga, terutama pada anak-anak.

Kapan Harus ke Dokter THT?

Konsultasi dengan dokter spesialis THT diperlukan jika mengalami telinga berair dan bau. Terutama jika gejala disertai nyeri hebat, demam, penurunan pendengaran, atau cairan tidak berhenti keluar. Diagnosis dan penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius.

Penanganan mandiri hanya bersifat sementara untuk mengurangi nyeri. Penyebab utama harus diidentifikasi oleh profesional medis. Dokter THT akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin tes tambahan untuk menentukan penyebab pastinya.

Jika mengalami telinga berair dan bau, jangan tunda untuk mencari bantuan medis. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT secara online. Dokter akan memberikan arahan dan rekomendasi pengobatan yang tepat.