Ad Placeholder Image

Telinga Bunyi Kresek Kresek Bikin Risih? Ini Penangkalnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Telinga Bunyi Kresek Kresek: Kotoran Telinga Biang Keroknya?

Telinga Bunyi Kresek Kresek Bikin Risih? Ini PenangkalnyaTelinga Bunyi Kresek Kresek Bikin Risih? Ini Penangkalnya

Suara kresek di telinga adalah kondisi yang umum dialami dan seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Istilah medis untuk kondisi telinga berbunyi ini dikenal sebagai tinnitus. Sensasi bunyi kresek yang muncul bisa bervariasi, mulai dari suara gesekan, desis, hingga dering ringan. Meskipun seringkali bukan pertanda kondisi serius, suara kresek di telinga tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala lain. Pemahaman tentang penyebab dan cara mengatasinya sangat penting untuk menjaga kesehatan telinga.

Apa Itu Telinga Bunyi Kresek-Kresek?

Telinga bunyi kresek-kresek, atau tinnitus, adalah persepsi suara di dalam telinga tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara ini bisa terdengar seperti kresek, desis, dengungan, dering, atau siulan. Sensasi ini dapat terjadi di salah satu telinga atau kedua telinga, dan intensitasnya bisa bervariasi dari ringan hingga sangat mengganggu. Tinnitus bukan penyakit itu sendiri, melainkan sebuah gejala dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Penyebab Umum Telinga Bunyi Kresek-Kresek

Berbagai faktor dapat memicu munculnya suara kresek di telinga. Identifikasi penyebab sangat membantu dalam menentukan penanganan yang tepat. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen): Ini adalah penyebab paling sering. Kotoran telinga yang keras dan menumpuk dapat menyentuh gendang telinga atau menekan saraf, menimbulkan suara gesekan atau kresek saat bergerak.
  • Air Masuk ke Telinga: Sisa air setelah berenang atau mandi yang terperangkap di dalam saluran telinga dapat menimbulkan sensasi bergelembung atau kresek.
  • Infeksi Telinga: Infeksi bakteri atau jamur pada telinga tengah atau luar dapat menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan penumpukan cairan yang bisa menimbulkan suara kresek.
  • Penggunaan Headset atau Earphone Berlebihan: Mendengarkan suara dengan volume terlalu tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam, memicu tinnitus.
  • Perubahan Tekanan Udara: Perubahan tekanan yang drastis, seperti saat terbang atau menyelam, dapat memengaruhi telinga bagian tengah dan menyebabkan sensasi telinga penuh atau berbunyi.
  • Efek Samping Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat, termasuk antibiotik tertentu, diuretik, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dapat memiliki efek samping ototoksik yang memicu tinnitus.
  • Penyakit Meniere: Kondisi ini memengaruhi telinga bagian dalam dan dapat menyebabkan tinnitus, pusing berputar (vertigo), serta gangguan pendengaran.
  • Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ): Masalah pada sendi rahang yang terletak di depan telinga juga dapat menyebabkan suara kresek atau dering pada telinga yang berdekatan.

Gejala Lain yang Mungkin Menyertai

Selain suara kresek, beberapa gejala lain dapat menyertai tinnitus, tergantung pada penyebabnya:

  • Penurunan pendengaran.
  • Rasa nyeri atau gatal pada telinga.
  • Rasa penuh atau tekanan di dalam telinga.
  • Pusing atau vertigo.
  • Keluar cairan dari telinga.
  • Sakit kepala.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) jika suara kresek di telinga berlangsung terus-menerus, semakin parah, atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab pasti dan merekomendasikan penanganan yang sesuai.

Pengobatan dan Penanganan Telinga Bunyi Kresek-Kresek

Penanganan suara kresek di telinga sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa pendekatan umum:

  • Pembersihan Kotoran Telinga: Jika disebabkan oleh penumpukan serumen, dokter THT dapat melakukan prosedur pembersihan telinga menggunakan alat khusus atau tetes pelunak kotoran telinga.
  • Penanganan Infeksi: Infeksi telinga akan ditangani dengan obat tetes telinga antibiotik atau antijamur, atau obat minum sesuai anjuran dokter.
  • Penyesuaian Obat: Jika tinnitus disebabkan oleh efek samping obat, dokter mungkin akan merekomendasikan penggantian obat atau penyesuaian dosis.
  • Terapi Suara: Penggunaan alat bantu dengar atau terapi suara (seperti generator suara putih) dapat membantu mengalihkan perhatian dari suara kresek.
  • Manajemen Stres: Stres dapat memperburuk tinnitus. Teknik relaksasi dan manajemen stres dapat membantu mengurangi dampaknya.

Pencegahan Telinga Bunyi Kresek-Kresek

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya suara kresek di telinga:

  • Hindari Mengorek Telinga: Penggunaan cotton bud atau benda tajam dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam, melukai saluran telinga, atau bahkan merusak gendang telinga. Biarkan telinga membersihkan dirinya sendiri secara alami.
  • Jaga Telinga Tetap Kering: Setelah mandi atau berenang, pastikan telinga dikeringkan dengan lembut menggunakan handuk. Jika air sering terperangkap, gunakan penutup telinga saat berenang.
  • Batasi Penggunaan Headset: Gunakan headset dengan volume sedang dan batasi durasi penggunaannya. Beri jeda telinga untuk beristirahat.
  • Lindungi Telinga dari Suara Keras: Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising, seperti konser atau lokasi kerja dengan mesin berat.
  • Hindari Pemicu: Identifikasi dan hindari makanan atau minuman tertentu (seperti kafein atau alkohol) yang mungkin memperburuk tinnitus bagi beberapa individu.
  • Periksakan Diri Secara Rutin: Lakukan pemeriksaan telinga secara berkala ke dokter THT, terutama jika memiliki riwayat masalah telinga.

Suara kresek di telinga, atau tinnitus, bisa menjadi indikator berbagai kondisi kesehatan. Jika mengalami gejala ini secara persisten atau mengganggu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter THT untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat membuat janji dengan dokter THT terkemuka di lokasi terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai.