Ad Placeholder Image

Terlepasnya Sel Telur: Kenali Proses Ovulasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Ovulasi: Lepasnya Sel Telur dari Indung Telur, Masa Subur

Terlepasnya Sel Telur: Kenali Proses OvulasiTerlepasnya Sel Telur: Kenali Proses Ovulasi

Terlepasnya sel telur dari indung telur adalah proses vital dalam sistem reproduksi wanita yang dikenal sebagai ovulasi. Kejadian ini menandai pelepasan sel telur matang dari ovarium, siap untuk dibuahi. Pemahaman tentang ovulasi sangat penting untuk mengenali masa subur, merencanakan kehamilan, atau sekadar memahami siklus menstruasi secara lebih mendalam.

Apa itu Terlepasnya Sel Telur dari Indung Telur (Ovulasi)?

Terlepasnya sel telur dari indung telur disebut ovulasi, yaitu tahapan krusial dalam siklus menstruasi wanita. Pada fase ini, sel telur yang telah matang dilepaskan dari salah satu indung telur (ovarium). Sel telur kemudian bergerak menuju saluran telur (tuba falopi), menunggu potensi pembuahan oleh sperma.

Proses ini umumnya terjadi sekitar pertengahan siklus menstruasi. Misalnya, pada siklus 28 hari, ovulasi diperkirakan terjadi pada hari ke-14. Ovulasi menjadi penanda utama masa subur seorang wanita, yaitu periode paling mungkin untuk terjadinya kehamilan.

Bagaimana Proses Ovulasi Terjadi?

Ovulasi adalah hasil interaksi kompleks antara hormon-hormon dalam tubuh wanita. Di awal siklus, hormon FSH (Follicle-Stimulating Hormone) merangsang pertumbuhan beberapa folikel di ovarium, masing-masing mengandung satu sel telur.

Salah satu folikel akan tumbuh lebih dominan dan menghasilkan estrogen. Peningkatan kadar estrogen memicu lonjakan hormon LH (Luteinizing Hormone) dari kelenjar pituitari. Lonjakan LH inilah yang menjadi pemicu utama terlepasnya sel telur dari indung telur, menembus dinding folikel dan ovarium.

Setelah terlepas, sel telur memiliki waktu sekitar 12 hingga 24 jam untuk dibuahi. Jika pembuahan tidak terjadi, sel telur akan hancur dan luruh bersama dinding rahim yang menebal saat menstruasi berikutnya.

Tanda-tanda atau Gejala Terlepasnya Sel Telur (Ovulasi)

Beberapa wanita mungkin merasakan atau mengalami tanda-tanda fisik saat ovulasi terjadi. Mengidentifikasi tanda-tanda ini dapat membantu menentukan masa subur.

  • Peningkatan Suhu Basal Tubuh (SBT): Suhu tubuh istirahat sedikit naik setelah ovulasi.
  • Perubahan Lendir Serviks: Lendir serviks menjadi lebih bening, licin, dan elastis, menyerupai putih telur mentah.
  • Nyeri Ringan di Perut Bawah (Mittelschmerz): Beberapa wanita merasakan nyeri ringan atau kram di satu sisi perut bawah, sesuai dengan ovarium yang melepaskan sel telur.
  • Perubahan Posisi Serviks: Serviks menjadi lebih lunak, tinggi, dan terbuka saat ovulasi.
  • Peningkatan Gairah Seksual: Beberapa wanita melaporkan peningkatan libido selama masa subur.

Mengapa Ovulasi Penting?

Proses terlepasnya sel telur dari indung telur adalah inti dari kemampuan reproduksi wanita. Tanpa ovulasi, pembuahan dan kehamilan tidak dapat terjadi secara alami. Pemahaman tentang ovulasi membantu pasangan yang merencanakan kehamilan untuk mengoptimalkan peluang.

Selain itu, ovulasi yang teratur juga merupakan indikator kesehatan hormonal yang baik. Ketidakteraturan ovulasi bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan perhatian medis.

Gangguan yang Mempengaruhi Ovulasi

Tidak semua wanita mengalami ovulasi secara teratur atau bahkan sama sekali. Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi proses penting ini:

  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS): Kondisi hormonal umum yang menyebabkan ovarium tidak melepaskan sel telur secara teratur.
  • Amenore: Tidak adanya menstruasi, yang seringkali berarti tidak ada ovulasi.
  • Gangguan Tiroid: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.
  • Stres Berlebihan: Stres fisik atau emosional yang parah dapat menunda atau menghentikan ovulasi.
  • Berat Badan Ekstrem: Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi ovulasi.

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk memahami siklus ovulasi sendiri. Apabila mengalami siklus menstruasi yang sangat tidak teratur, tidak mengalami menstruasi sama sekali, atau kesulitan hamil setelah mencoba selama beberapa waktu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Tenaga medis dapat membantu menentukan penyebab masalah ovulasi dan merekomendasikan penanganan yang sesuai.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ovulasi atau masalah kesuburan, konsultasi dengan dokter spesialis obgyn melalui aplikasi Halodoc. Tersedia fitur tanya dokter, pembelian obat, hingga janji temu di rumah sakit yang memudahkan akses layanan kesehatan.