Kenali Tes-Tes Laboratorium untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Kenali Tes-Tes Laboratorium untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta - Kanker payudara telah lama menjadi momok bagi setiap wanita. Ada 2 cara untuk mendeteksinya, yaitu deteksi mandiri (yang juga populer dengan sebutan ‘SADARI’) dan deteksi secara medis melalui rangkaian tes laboratorium. Kedua jenis metode deteksi itu sangat penting untuk dilakukan, agar keberadaan sel kanker bisa diketahui sedini mungkin dan harapan kesembuhan bisa meningkat.

Baca juga: Kenali 6 Ciri Kanker Payudara

Untuk deteksi mandiri, wanita dianjurkan untuk memeriksa kondisi payudaranya sendiri setiap bulan, agar jika ada perubahan pada payudara bisa segera diketahui. Berikut langkah-langkah deteksi mandiri (sadari) yang bisa dilakukan:

  • Atur Posisi. Tes ini lebih baik dilakukan sambil berbaring daripada berdiri untuk melakukan palpasi.

  • Persiapan. Letakkan tangan kanan di atas kepala. Berbaring telentang dan angkat lengan sehingga jaringan payudara dapat melebar ke dinding dada agar mencapai ketipisan yang optimal.

  • Gunakan tiga jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dan memutar pada payudara sebelah kanan. Lakukan gerakan sambil bergerak ke atas dan ke bawah payudara dari tulang rusuk ke tulang selangka, dan ketiak ke sternum.

  • Saat memijat, ubah tekanan pada setiap tempat untuk memeriksa kedalaman jaringan yang berbeda. Gunakan tekanan ringan pada permukaan, tekanan sedang pada daerah yang lebih dalam (sekitar ¼ hingga ½ inci lebih dalam), serta tekanan yang lebih besar untuk daerah dada dan tulang rusuk. Ulangi gerakan ini pada payudara yang lain. Benjolan, bengkak, atau perubahan bentuk payudara apapun harus segera diperiksakan ke dokter.

  • Berdirilah di depan cermin dan tekan kuat pinggul, sedangkan tumit berada di telapak tangan. Gerakan ini bertujuan untuk mengencangkan otot-otot dada agar kelainan pada payudara semakin mudah terlihat. Lihatlah perubahan kulit atau puting, termasuk bentuk, kontur, ukuran, warna, atau tekstur kulit (seperti sisik, luka, ruam, cekungan, atau kerutan pada kulit). Angkat setiap lengan sedikit demi sedikit agar memudahkan untuk merasakan ada atau tidaknya benjolan kelenjar getah bening di daerah ketiak.

Tes Laboratorium yang Dapat Dilakukan

Pada sebagian kasus kanker payudara, deteksi mandiri bisa jadi kurang efektif dan memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Berikut beberapa tes laboratorium yang dapat dilakukan untuk deteksi kanker payudara:

1. Mammografi

Mammografi adalah metode pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar-X dosis rendah. Dalam pemeriksaan ini, payudara akan ditekan oleh dua plat untuk meratakan dan menyebarkan jaringan payudara. Prosedur ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi sangat penting untuk menghasilkan gambar mammogram yang baik dan dapat dibaca.

Baca juga: Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

2. USG Payudara

USG payudara adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara. Pemeriksaan ini dapat membedakan benjolan berupa tumor padat atau kista (benjolan berisi cairan). USG payudara juga digunakan untuk mengevaluasi masalah payudara yang tampak pada mammogram dan lebih direkomendasikan pada wanita muda (di bawah usia 30 tahun).

3. MRI 

MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan alat deteksi kanker yang lebih sensitif dari mammografi, tetapi MRI memiliki nilai positif palsu yang lebih tinggi. Maksudnya, sering muncul gambaran kelainan payudara yang ternyata bukan kanker.

4. PET Scan

PET Scan merupakan metode pemeriksaan terbaru yang dapat menggambarkan anatomi dan metabolisme sel kanker. Caranya dengan penyuntikan zat kontras lewat vena yang akan diserap oleh sel kanker. Derajat penyerapan zat kontras oleh sel kanker dapat menggambarkan derajat histologis dan potensi agresivitas tumor.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Kanker Payudara

5. Biopsi

Biopsi merupakan metode pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan pada payudara untuk kemudian dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya sel kanker. Ada tiga macam biopsi yang bisa dilakukan, yakni biopsi dengan jarum halus atau disebut Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), biopsi dengan membuat irisan kecil di kulit payudara dan mengambil sedikit jaringan tumor atau Core Biopsi, dan biopsi dengan melakukan bedah atau Biopsi Bedah.

Itulah sedikit penjelasan tentang tes-tes yang bisa dilakukan untuk deteksi kanker payudara. Jika kamu mengalami benjolan atau gejala kanker payudara lainnya, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!