20 August 2018

Tiba-Tiba Bicara Banyak Bahasa, Bisa Jadi Foreign Accent Syndrome

foreign accent syndrome

Halodoc, Jakarta – Bisa berbicara bahasa lain selain bahasa ibu tentunya menjadi kelebihan yang bisa bikin seseorang terlihat keren. Itulah mengapa banyak orang yang mengikuti kursus-kursus bahasa asing agar bisa menguasai bahasa yang disukai. Namun, bagaimana bila suatu hari kamu terbangun dan tiba-tiba saja kamu bisa berbicara dengan aksen Inggris, padahal kamu tidak pernah mempelajari aksen tersebut sebelumnya? Hati-hati, karena itu adalah pertanda dari sebuah sindrom langka bernama Foreign Accent Syndrome (FAS).

Seorang wanita asal Arizona menjadi berita utama di sebuah koran karena kondisi tidak masuk akal yang ia alami. Michelle Myers mengungkapkan bahwa ia tidur dengan sakit kepala yang berdenyut, lalu terbangun keesokan harinya dengan aksen yang sama sekali berbeda. Pertama kalinya terjadi, Michelle bangun dengan aksen Irlandia. Kedua kalinya, ia terdengar seperti orang Australia. Dan selanjutnya, ia terbangun dengan suara beraksen Inggris. Para ahli mengatakan bahwa Michelle mengidap Foreign Accent Syndrome (FAS).

Apa Itu Foreign Accent Syndrome?

Seperti namanya, FAS adalah gangguan bicara yang membuat pengidapnya memiliki kemampuan untuk berbicara dengan aksen asing yang sebelumnya tidak pernah ia kuasai. Kasus pertama yang diketahui dan diteliti, terjadi pada tahun 1907, ketika seorang pria Paris tiba-tiba berbicara aksen Alsatian setelah mengalami stroke. Sejak itu, dilansir dari Mayo Clinic, hanya ada 100 orang yang didiagnosis dengan kondisi tidak biasa tersebut.

Baca juga: Perlu Tahu Penyakit Langka Exploding Head Syndrome

Penyebab FAS

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus FAS dihasilkan dari kerusakan otak, meskipun kondisi FAS juga bisa terjadi karena faktor psikologis. Walaupun kerusakan otak dikatakan merupakan salah satu penyebab FAS, namun demikian, para ahli belum sepenuhnya yakin bagaimana dan mengapa kerusakan otak dapat berkembang menjadi sindrom langka tersebut.

Menurut the University of Texas Dallas (UT), FAS terjadi setelah seseorang mengalami stroke atau cedera otak traumatis. Selain itu, beberapa gangguan pada otak seperti pendarahan pada otak, multiple sclerosis, dan tumor otak diduga juga bisa memicu foreign accent syndrome terjadi.

Baca juga: 5 Makanan yang Berbahaya bagi Kesehatan Otak

Gejala FAS

Seseorang yang mengidap FAS akan mengalami perubahan dalam kecepatan bicara, intonasi dan penempatan lidahnya ketika berbicara. Itulah sebabnya pengidap FAS bisa mengucapkan dialek yang koheren tapi sangat berbeda dari suara normalnya. Selain itu, berikut beberapa gejala pengidap FAS:

  • Membuat tekanan yang tidak biasa pada suku kata tertentu.
  • Mengganti atau mendistorsi huruf.
  • Memasukkan suara tambahan ke dalam kata-kata.
  • Membuat kesalahan ringan lainnya saat berbicara.

Bila kamu mengalami FAS, kamu mungkin merasa berbicara dengan mudah dan lancar, tetapi orang lain yang mendengarkannya tidak bisa mengerti apa yang kamu ucapkan. Selain itu, aksen yang dikeluarkan bisa masih dalam bahasa yang sama seperti Amerika menjadi Inggris. Gejala FAS dapat berlangsung selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan mungkin permanen.

Cara Mendiagnosa FAS

Dikarenakan sindrom ini sangat langka, maka butuh beberapa tenaga spesialis agar bisa mengevaluasi dan mendiagnosa foreign accent syndrome, antara lain ahli patologi untuk memeriksa pelafalan bahasa, ahli neurologi, ahli neuropsikologi dan juga ahli psikologi.

Evaluasi psikologi dilakukan pada pengidap untuk menemukan adanya kondisi psikis yang menyebabkan perubahan gaya berbicara. Selain itu, psikolog juga akan melakukan tes untuk memeriksa kemampuan membaca, menulis dan komprehensi bahasa dari si pengidap. Setelah diperiksa dan dievaluasi, pengidap juga perlu melakukan MRI, CT, SPECT, atau PET  scan untuk melihat apakah ada kerusakan atau kelainan pada otak pengidap.

Cara Mengobati FAS

Sebenarnya ada beberapa cara yang diduga bisa mengobati foreign accent syndrome, antara lain terapi perilaku, terapi wicara dan mengonsumsi obat anti-kecemasan. Beberapa pengidap dapat kembali ke pola bicara normal mereka, baik secara tiba-tiba atau setelah masalah pada otak mereka diobati. Walaupun demikian, gejala FAS terbukti susah dihilangkan.

The University of Texas Dallas mencoba merawat pengidap FAS yang mengembangkan aksen Swedia dengan menggunakan teknik pengurangan aksen sehingga orang tersebut dapat kembali berbicara normal seperti dulu. Namun, ternyata perawatan tersebut tidak berhasil.

Kalau kamu ingin tahu lebih jauh seputar foreign accent syndrome, tanyakan saja langsung ke ahlinya di aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.