28 September 2018

Tidak Semua Wanita Perlu Pemeriksaan Pap Smear, Benarkah?

pap smear, pap smear adalah, pap smear untuk mencegah kanker serviks

Halodoc, Jakarta – Sebagian besar organisasi perawatan kesehatan merekomendasikan wanita untuk melakukan pap smear secara rutin sejak usia 21 tahun, apalagi kalau kamu sudah aktif secara seksual ataupun sudah menikah. Kalau kamu belum menikah dan belum pernah melakukan aktivitas seksual, kemungkinan mendapatkan risiko kanker serviks lebih rendah.

Akan tetapi, kamu masih bisa mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear jika memiliki riwayat keluarga mengidap kanker serviks ataupun rutin merokok. Tujuan dari pap smear adalah mengumpulkan sel-sel dari leher rahim untuk mendeteksi apakah kamu memiliki kanker serviks atau sel-sel yang mencurigakan yang dapat memungkinkan berkembang menjadi kanker serviks sehingga bisa dipastikan pap smear untuk mencegah kanker serviks yang bisa terjadi pada siapa saja.

Dalam kebanyakan kasus, kanker serviks disebabkan oleh infeksi menular seks yang disebut human papillomavirus (HPV). Ada beberapa informasi kesehatan terkait pap smear yang menarik untuk kamu ketahui seperti:

1. Kanker serviks jarang terjadi pada wanita yang lebih muda dari usia 21 tahun. Bahkan, jika mereka sudah aktif secara seksual. Ini dikarenakan sel abnormal pada wanita yang lebih muda biasanya kembali normal tanpa pengobatan.

2. Kanker serviks juga jarang terjadi pada wanita di atas 65 tahun yang telah menjalani pap smear secara teratur dan hasilnya normal.

3. Tes pap smear tidak memiliki faedah untuk dilakukan kepada wanita yang diambil sel di leher rahimnya selama histerektomi (pengangkatan rahim) karena ada kanker ataupun sel prakanker di serviks.

Risiko Pap Smear

Pemeriksaan pap smear dapat memiliki risiko di mana memberikan rasa tidak nyaman dan sedikit pendarahan. Hasil yang abnormal dapat menyebabkan tes berulang dan perawatan lanjutan yang mungkin diperlukan.

Tes pap smear dilakukan selama pemeriksaan panggul dan memiliki biaya yang bervariasi. Namun dipastikan, kamu tidak perlu merasa membuang uang karena memang pemeriksaan pap smear memang diperlukan dan dilakukan secara berkala tidak setiap tahun.

1. Usia 21–30 tahun:

Kalau kamu berada dalam rentang usia demikian kamu harus menjalani tes pap smear setiap tiga tahun. Kanker serviks membutuhkan 10–20 tahun untuk berkembang, jadi kamu tidak perlu tes setiap tahun. Kamu tidak perlu tes pap smear sebelum usia 21, bahkan jika aktif secara seksual sekalipun.

2. Usia 30 hingga 65 tahun:

Menurut rekomendasi American Cancer Society, kamu dapat melakukan tes pap smear setiap lima tahun. HPV adalah infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan kanker serviks.

3. Usia 65 atau lebih tua:

Kamu tidak perlu melakukan pap smear bila sudah menginjak 65 tahun lebih. Apalagi kalau tes terakhir yang dilakukan menunjukkan sel-sel dalam tubuhmu normal. Jika kamu memiliki faktor risiko untuk kanker serviks, tanyakan kepada dokter seberapa sering kamu membutuhkan tes pap smear. Faktor risiko yang dihadapi untuk pertumbuhan sel prakanker di serviks adalah riwayat kanker serviks di keluarga, perilaku seksual, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pemeriksaan pap smear atau seputar kesehatan reproduksi lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Kamu juga bisa menanyakan seputar tips kesehatan dan informasi lainnya di sini. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: