• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua

Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Setiap orangtua punya hak dalam memutuskan pola asuh untuk buah hatinya. Pola asuh yang permisif, otoriter, dan autoritatif adalah jenis pola asuh yang dipilih untuk mendidik dan membesarkan Si Kecil. Pola asuh ini memengaruhi kepribadian dan karakter anak di masa mendatang.

Pastikan orangtua mempertimbangkan dengan baik saat memilih jenis pola asuh untuk sang buah hati. Kalau ayah dan ibu masih belum tahu pola asuh yang tepat untuk diterapkan kepada Si Kecil, ketahui beberapa jenis pola asuh anak berikut ini:

Baca Juga: Jangan Langsung Dimarahi, Ini Penyebab Anak Tidak Bisa Diam

  1. Pola Asuh Permisif

Pola asuh permisif dilakukan dengan memberikan kebebasan pada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya. Pola asuh ini memang tidak memberikan batasan yang tegas pada anak. Biasanya orangtua mengikuti semua keinginan anak, sehingga anak yang dibesarkan dengan pola asuh permisif cenderung bersifat egois, impulsif, sulit diatur, dan kurang punya rasa empati.

Orangtua dengan pola asuh permisif umumnya jarang mengontrol perilaku anak. Ketika anak melakukan kesalahan, orangtua mungkin jarang atau tidak pernah memberikan hukuman. Dikutip dari Healthline, dampak pola asuh permisif dapat membentuk sifat-sifat anak menjadi seperti:

  • Suka memberontak;

  • Prestasinya rendah;

  • Suka mendominasi;

  • Kurang memiliki rasa kepercayaan diri;

  • Kurang bisa mengendalikan diri;

  • Tidak jelas arah hidupnya.

Meskipun jenis pola asuh ini jarang direkomendasikan oleh banyak ahli, pola asuh ini tidak selalu negatif. Orangtua yang menerapkan pola asuh permisif biasanya memiliki anak dengan keterampilan sosial yang baik dan punya banyak akal daripada anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter.

  1. Pola Asuh Otoriter

Orangtua yang otoriter rata-rata lahir dari pola asuh serupa yang diterima mereka saat kecil. Pola asuh ini dilakukan dengan tidak memberikan ruang diskusi pada anak. Sederhananya, peraturan dibuat untuk mengontrol anak.

Orangtua yang menerapkan pola asuh ini kerap terbilang keras dengan alasan mendidik. Mereka cenderung memberikan kontrol yang sangat kuat pada perilaku anak. Singkatnya, anak harus patuh, dan jika dilanggar, maka konsekuensinya adalah hukuman, bahkan hukuman fisik.

Hukuman fisik bisa menimbulkan dampak negatif untuk fisik dan mental anak. Pola asuh ini dapat memengaruhi mental anak, sehingga ia berisiko berperilaku agresif, tidak percaya diri, dan pemalu. Perilaku agresif anak biasanya terbentuk dari kemarahan atau perasaan negatif yang sudah lama terpendam.

Baca Juga: Mengenal RIE Parenting, Pola Asuh Anak Kekinian

Pola asuh otoriter memang sah-sah saja diterapkan. Pola asuh anak jenis ini mungkin tepat diterapkan pada anak yang memiliki masalah perilaku. Misalnya, berkaitan dengan aturan jam malam.

Nah, di luar masalah jam malam, orangtua bisa menerapkan pola asuh lain yang dinilai baik. Intinya, pola asuh bisa saling dikombinasikan untuk disesuaikan dengan perilaku anak. Dampak pola asuh otoriter, yaitu:

  • Tidak mempunyai kekuatan memilih;

  • Tidak bisa mengambil keputusan sendiri;

  • Takut salah;

  • Tidak mempunyai kekuatan untuk mengatakan tidak;

  • Takut mengemukakan pendapat;

  • Kurangnya motivasi internal.

  1. Pola Asuh Autoritatif

Bisa dibilang, pola asuh autoritatif adalah jenis pola asuh yang banyak disarankan ahli. Pola asuh diterapkan dengan memberikan batasan perilaku yang jelas dan konsisten kepada anak. Selain itu, pola asuh autoritatif juga tidak menggunakan kekerasan dalam mengasuh anak. Orangtua yang autoritatif umumnya sering mengajak anak untuk mendiskusikan banyak hal, termasuk aturan-aturan yang harus anak patuhi.

Bedanya dengan pola asuh permisif dan otoriter, orangtua autoritatif tidak membebaskan dan menerima begitu saja perilaku anak, tapi juga tidak memberikan kontrol yang berlebihan. Menariknya, orangtua memberi anak kesempatan untuk mencoba dan bertanggung jawab pada pilihannya. Nah, berikut dampak pola asuh autoritatif pada anak:

  • Memiliki keterampilan sosial yang baik;

  • Terampil menyelesaikan permasalahan;

  • Mudah bekerjasama dengan orang lain-lain;

  • Lebih percaya diri;

  • Tampak lebih kreatif.

Dari tiga jenis pola asuh di atas, mana yang kira-kira akan ibu dan ayah pilih? Setiap orangtua pasti ingin membesarkan anak dengan sebaik-baiknya. Oleh sebab itu, pertimbangkan secara matang dan perbanyak pengetahuan mengenai jenis pola asuh ini.

Baca Juga: Agar Tumbuh Cerdas, Terapkan 4 Kebiasaan Ini pada Anak

Kalau ayah dan ibu punya kendala dengan cara mengasuh anak, ayah dan ibu bisa mendiskusikannya dengan dokter atau psikolog Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, ibu atau ayah bisa menghubungi dokter atau psikolog kapan saja dan di mana saja.

Referensi :
Verywell Family. Diakses pada 2020. 4 Types of Parenting Styles and Their Effects on Kids.
Healthline. Diakses pada 2020. Which Parenting Type Is Right for You?.